ilustrasi olahraga jalan kaki (pexels.com/Cara Denison)
Penelitian ini hanya mengamati kebiasaan berjalan dan kondisi kesehatan peserta, sehingga tidak membuktikan bahwa berjalan lebih banyak atau lebih cepat secara langsung membuat seseorang hidup lebih lama. Bisa saja ada faktor lain yang turut berperan. Misalnya, orang yang sudah memiliki masalah kesehatan mungkin lebih sulit berjalan cepat atau mencapai banyak langkah setiap hari.
Selain itu, peserta penelitian berasal dari UK Biobank dengan usia rata-rata sekitar 61 tahun. Karena itu, hasilnya belum tentu sama pada semua kelompok usia atau populasi.
Yang terpenting, temuan ini tidak berarti semua orang harus mengejar 10.000 langkah per hari atau memaksa diri berjalan cepat. Pedoman WHO menyarankan orang dewasa untuk rutin melakukan aktivitas fisik setiap minggu, dan menegaskan bahwa sedikit aktivitas tetap lebih baik daripada tidak sama sekali. Bagi orang yang belum aktif, langkah terbaik adalah mulai dari yang mampu dilakukan lalu meningkatkannya secara bertahap.
Jadi, daripada fokus pada target angka tertentu, berjalan lebih sering dan bergerak lebih banyak dalam aktivitas sehari-hari mungkin menjadi pesan dari penelitian ini.
Referensi
Le Wei, Matthew N. Ahmadi, Nicholas A. Koemel, Raaj Kishore Biswas, Borja del Pozo Cruz, dan Emmanuel Stamatakis, “Combinations of Stepping Intensity and Daily Step Counts against All-Cause and Cardiovascular Disease Mortality: Insights from a Device-Based Prospective Study,” British Journal of Sports Medicine 60, no. 18 (2026): 1401–1408, https://doi.org/10.1136/bjsports-2025-111173.
World Health Organization, WHO Guidelines on Physical Activity and Sedentary Behaviour (Geneva: World Health Organization, 2020), https://www.who.int/publications/i/item/9789240015128.