“Is Smoker’s Voice Real?” Cleveland Clinic. Diakses Oktober 2026.
“Vaping.” Cleveland Clinic. Diakses Oktober 2026.
“Does Vaping Hurt the Voice?” Center for Vocal Health. Diakses Oktober 2026.
“Vaping to Quit Smoking.” National Health Service (NHS). Diakses Oktober 2026.
“Vaping, Smoking, and Voice Damage.” Colorado Voice Clinic. Diakses Oktober 2026.
Kenapa Vape Nikotin Bisa Mengubah Suara? Ini Penjelasannya!

- Vape tetap berisiko karena mengandung nikotin yang memicu kecanduan serta aerosol dengan bahan kimia, partikel kecil, dan zat berpotensi berbahaya bagi tubuh.
- Nikotin, gliserin nabati, propilen glikol, aldehida, dan zat lain dalam aerosol dapat mengeringkan serta mengiritasi tenggorokan dan pita suara.
- Pemakaian vape jangka panjang dapat berkaitan dengan polip pita suara, yang memicu suara serak, pecah, kasar, cepat lelah, hingga kehilangan suara.
Banyak orang beranggapan jika vape lebih aman daripada rokok. Dibandingkan dengan rokok, vape memang memiliki lebih sedikit racun dengan kadar yang lebih rendah dari rokok. Meski begitu, bukan berarti menghisap vape gak memiliki risiko kesehatan. Dilansir CDC, vape sama seperti rokok, mengandung nikotin yang dapat memberikan efek kecanduan.
Selain itu, aerosol yang dihasilkan dari menghisap vape yang juga mengandung zat yang berpotensi berbahaya. Termasuk zat kimia yang dapat menyebabkan kanker serta partikel kecil yang dapat terhirup jauh ke dalam paru-paru. Gak sampai di sana, menghisap vape juga ternyata mempengaruhi dan mengubah suara kita. Bagaimana itu bisa terjadi?
1. Nikotin dan bahan kimia vape mempengaruhi kesehatan tenggorokan

gambar seorang pria sedang mengisi ulang vape (u splash.com/VapeClubMY) Berbeda dengan rokok, vape menggunakan perangkat elektronik untuk memanaskan isi kartrid inhaler dan menghasilkan uap yang dihirup oleh pengguna. Kartrid ini berisi gliserin nabati, polietilen glikol, perasa, nikotin, dan zat lainnya. Dilansir Center of Vocal Health, dibandingkan dengan nikotin pada rokok, kadar nikotin pada vape jauh lebih tinggi. Satu kartrid vape bahkan memiliki kandungan nikotin setara dengan 20 batang rokok.
Padahal nikotin sendiri selain dapat menyebabkan kecanduan, juga dapat mengiritasi pita suara dan saluran vokal. Sedangkan zat lain gliserin nabati, propilen glikol, aldehida, serta zat tambahan pirazin pada rokok dapat menyebabkan tenggorokan kering dan mengiritasi jaringan di tenggorokan. Belum lagi logam jejak yang terkandung dalam uap vape juga dapat mempengaruhi fungsi paru-paru.
2. Uap vape bisa menyebabkan iritasi pada pita suara

gambar asap vape (unsplash.com/Seth Doyle) Suara kita berasal dari struktur kecil di tenggorokan yang disebut laring atau kotak suara. Di dalamnya, terdapat pita jaringan lunak dan fleksibel yang terbuka saat bernapas dan menyatu saat kita bicara. Saat udara naik dari paru-paru, udara tersebut melewati pita suara dan membuatnya bergetar. Nah, getaran itulah yang menghasilkan suara.
Dilansir Colorado Voice Clinic, pita suara merupakan organ yang sangat halus, dan terbuat dari jaringan tipis yang berlapis, dan harus tetap lembab untuk bisa berfungsi dengan baik. Sayangnya ketika kamu menghisap rokok atau vape, asap maupun aerosol yang mengandung zat-zat kimia akan melewati pita suara sebelum masuk ke paru-paru. Gak hanya sekedar lewat, zat-zat kimia ini membuat pita suara kering, memicu terjadinya iritasi, sakit tenggorokan, meningkatnya lendir, disertai batuk.
3. Kenapa vape nikotin bisa mengubah suara?

gambar seorang pria sedang batuk (unsplash.com/Towfiqu Barbhuiya) Paparan vape dalam jangka pendek mungkin hanya menyebabkan pita suara dan tenggorokan teriritasi. Namun sepertinya yang kita tahu, kandungan nikotin pada vape menyebabkan kecanduan sehingga sulit bagi siapapun untuk bisa lepas. Dalam jangka panjang, penggunaan vape bukan hanya dapat menyebabkan iritasi tapi juga sejumlah masalah serius terhadap pita suara, termasuk polip.
Dilansir Cleveland Clinic, polip adalah pertumbuhan jinak (non-kanker) atau ganas (kanker) yang terbentuk pada pita suara. Polip terbentuk akibat penggunaan suara yang berlebihan atau penyalahgunaan suara secara berlebihan. Polip biasanya terbentuk pada satu pita suara, sebelum akhirnya menyebar ke pita suara lain. Salah satu jenis polip yakni, korditis polipoid dikaitkan dengan kebiasaan merokok dan vape. Pertumbuhan polip ini membuat suara mudah pecah, suara kasar dan serak, bahkan kehilangan suara. Gejalanya lainnya meliputi suara napas tersengal-sengal, kelelahan vokal, hilangnya jangkauan vokal, batuk, hingga nyeri tajam di leher yang menjalar ke telinga.
Vape mungkin hanya memiliki lebih sedikit racun ketimbang rokok, tetapi hal itu gak lantas membuatnya aman. Baik vape maupun rokok sama-sama menimbulkan konsekuensi serius bagi kesehatan. Gak hanya merusak sistem pernapasan, kebiasaan menghisap vape juga menyakiti pita suara dan mengubah suara kita.
Referensi









![[QUIZ] Dari Cara Kamu Menghadapi Stres, Kami Tebak Kondisi Kesehatanmu](https://image.idntimes.com/post/20260718/upload_81eef7479c8aeb23b53726edf15fecd4_1085b833-0382-4947-ba19-8d7bad3edfd5.png)





![[QUIZ] Dari Racikan Kopi Favoritmu, Kami Bisa Tebak Pola Stres Kamu](https://image.idntimes.com/post/20260804/mwuep2hrca5w9qlbdxkci8rch_0a3c7963-22c0-42a8-afa2-de6c989c3307.png)
![[QUIZ] Seberapa Siap Kamu Ikut Race Lari Pertamamu?](https://image.idntimes.com/post/20250917/pexels-olly-3764538_deef61cd-03cb-4fa4-b8c3-7902219ff32d.jpg)





