Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mengapa Flu Bisa Berbahaya bagi Lansia?

4 min read
Mengapa Flu Bisa Berbahaya bagi Lansia?
ilustrasi lansia dan caregiver (magnific.com/DC Studio)

  • Flu pada lansia lebih berisiko karena daya tahan tubuh melemah; penyakit kronis seperti diabetes, jantung, asma, dan gangguan paru dapat memperparah kondisi.
  • Gejala dapat lebih berat, termasuk demam tinggi, lemas, sesak napas, nyeri dada, hingga kebingungan, dengan risiko komplikasi seperti pneumonia, bronkitis, dehidrasi, dan rawat inap.
  • Vaksin flu tahunan, kebersihan tangan, menghindari kontak dengan orang sakit, serta pemantauan cairan dan gejala penting untuk mencegah komplikasi dan mencari bantuan medis saat kondisi memburuk.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Flu sering dianggap penyakit ringan yang bisa sembuh sendiri. Namun, pada lansia, flu bisa menjadi lebih serius karena sistem kekebalan tubuh tidak lagi bekerja sekuat saat muda. Akibatnya, gejala seperti demam, batuk, pilek, dan lemas dapat berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih berat.

Risikonya makin tinggi jika lansia memiliki penyakit seperti diabetes, penyakit jantung, asma, atau gangguan paru-paru. Influenza juga dapat memperburuk penyakit yang sudah ada dan menyebabkan komplikasi, seperti pneumonia. Karena itu, flu pada lansia tidak boleh dianggap sepele, terutama jika gejalanya memburuk atau tidak kunjung membaik.

  1. 1. Memahami flu pada lansia

    Flu adalah penyakit saluran pernapasan menular yang disebabkan oleh virus influenza. Meskipun dapat menyerang orang dari segala usia, tetapi dampaknya bisa parah bagi orang dewasa berusia di atas 65 tahun. Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami flu pada lansia beserta dampaknya.

    Seiring bertambahnya usia, sistem kekebalan tubuh melemah, sehingga tubuh lebih sulit melawan infeksi seperti flu. Hal ini berarti lansia tidak hanya lebih rentan tertular flu, tetapi juga memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi akibat penyakit tersebut.

  2. 2. Gejala flu pada lansia bisa lebih berat

    Gejala flu pada lansia serupa dengan yang dialami kelompok usia lain, tetapi bisa terasa lebih berat dan berpotensi menyebabkan komplikasi serius. Gejala umum flu pada lansia, meliputi:

    • Demam tinggi.
    • Kelelahan hebat.
    • Nyeri otot.
    • Tubuh terasa lemah.
    • Sesak napas.
    • Rasa tidak nyaman di dada.
    • Kebingungan atau perubahan kondisi mental.

    Gejala-gejala ini dapat menyebabkan penurunan kesehatan secara keseluruhan dan, dalam beberapa kasus, mengharuskan perawatan di rumah sakit. Lansia memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi, seperti pneumonia, bronkitis, dan memburuknya kondisi medis kronis yang sudah ada.

  3. 3. Komplikasi flu pada lansia

    Ilustrasi seorang lansia sedang mengalami flu dengan ekspresi tidak nyaman saat beristirahat di rumah.
    ilustrasi lansia sedang flu (pexels.com/SHVETS production)

    Lansia memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi serius akibat flu. Masalah umum yang mungkin timbul, meliputi:

    • Pneumonia: infeksi paru-paru yang dapat berkembang dengan cepat. 
    • Dehidrasi: akibat demam, berkurangnya nafsu makan, atau kesulitan minum cukup cairan.
    • Memburuknya kondisi kronis: seperti penyakit jantung, diabetes, atau asma.

    Kasus yang parah mungkin memerlukan perawatan di rumah sakit, terutama jika gejala bertambah parah atau kondisi kesehatan yang sudah ada sebelumnya memburuk.

  4. 4. Pentingnya vaksinasi

    Cara terbaik untuk mencegah flu dan komplikasinya adalah dengan vaksin flu setiap tahun. Vaksin ini diperbarui secara rutin untuk melindungi dari jenis virus flu yang paling banyak beredar.

    Bagi lansia, tersedia vaksin flu dosis tinggi atau vaksin yang dirancang untuk memberikan respons kekebalan yang lebih kuat. Jika belum divaksinasi, sebaiknya segera mendapatkan vaksin flu karena tubuh memerlukan sekitar dua minggu untuk membentuk perlindungan optimal.

    Selain vaksinasi, pencegahan flu juga dapat dilakukan dengan:

    • Rajin mencuci tangan.
    • Menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit.
    • Menjalani pola hidup sehat untuk menjaga daya tahan tubuh.

    Dengan langkah-langkah tersebut, risiko terkena flu dan komplikasinya dapat berkurang.

  5. 5. Merawat lansia yang terkena flu di rumah

    Jika ada lansia di rumah yang terkena flu, beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan adalah:

    • Pastikan cukup minum air putih, kaldu, atau minuman elektrolit agar tidak dehidrasi.
    • Anjurkan istirahat yang cukup untuk membantu pemulihan.
    • Gunakan obat penurun demam, seperti parasetamol, sesuai anjuran dokter.
    • Pantau kondisi mereka, terutama pernapasan, nafsu makan, tingkat energi, dan apakah tampak bingung atau tidak.

    Bagi lansia yang tinggal sendiri, pengawasan sangat penting. Periksa kondisi mereka secara berkala, pastikan obat diminum sesuai aturan, dan segera cari bantuan medis jika gejala memburuk.

    Meski flu tidak selalu menyebabkan komplikasi serius, tetapi lansia memiliki risiko yang lebih tinggi dibanding orang yang lebih muda. Karena itu, penting untuk mengenali gejala sejak awal, menjaga kebersihan, mendapatkan vaksin flu, dan segera mencari pertolongan medis jika muncul tanda bahaya. Jangan menganggap flu pada lansia sebagai keluhan biasa yang pasti akan sembuh sendiri.

    Referensi

    Families Fighting Flu. Diakses pada Oktober 2026. "How Serious is Flu for Adults Over 65?"

    My Health. Diakses pada Oktober 2026. "The Flu in the Elderly: Symptoms, Risks & When to See a GP."

    Tallahassee Memorial HealthCare. Diakses pada Oktober 2026. "How Flu Impacts Older Adults – and How to Stay Protected."

Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More