Hipertensi (tekanan darah tinggi).
Diabetes.
Obesitas.
Merokok.
Kurang aktivitas fisik (gaya hidup sedenter).
Gangguan jantung tertentu.
Mitos atau Fakta: Stroke Hanya Terjadi pada Lansia

- Stroke tidak hanya menyerang lansia, tetapi juga bisa terjadi pada usia muda bahkan anak-anak, dengan tren peningkatan kasus pada kelompok usia produktif dalam satu dekade terakhir.
- Faktor risiko utama stroke di usia muda meliputi hipertensi, diabetes, obesitas, merokok, kurang aktivitas fisik, serta gaya hidup modern yang tinggi stres dan kurang tidur.
- Penyebab medis spesifik seperti kelainan jantung, diseksi arteri leher, kelainan pembuluh darah otak bawaan, dan gangguan pembekuan darah turut berperan dalam meningkatnya kasus stroke pada dewasa muda.
Stroke sering dianggap sebagai penyakit yang hanya mengintai orang lanjut usia. Anggapan ini bisa menyesatkan. Faktanya, stroke juga bisa terjadi pada usia yang lebih muda, bahkan pada mereka yang terlihat sehat dan aktif.
Perubahan gaya hidup, meningkatnya faktor risiko seperti hipertensi dan obesitas, hingga kebiasaan kurang gerak membuat kasus stroke pada usia produktif semakin meningkat, menjadikannya ancaman yang tidak bisa lagi diabaikan.
Table of Content
Stroke dapat terjadi pada semua usia
Jadi, jawaban dari pertanyaan apakah stroke cuma dialami oleh lansia adalah mitos.
Faktanya, stroke bisa terjadi pada siapa saja, termasuk dewasa muda bahkan anak-anak. Meski risiko memang meningkat seiring bertambahnya usia, tetapi bukan berarti kelompok usia muda terbebas dari ancaman ini.
Data menunjukkan, sekitar 1 dari 7 kasus stroke terjadi pada usia 15–49 tahun, dan sekitar 10–15 persen kasus dialami oleh orang berusia 18–50 tahun. Ini menunjukkan bahwa stroke pada usia muda bukanlah kejadian langka.
Tren terbaru justru mengkhawatirkan. Angka stroke pada kelompok usia muda (18–44 tahun) mengalami peningkatan dalam satu dekade terakhir, sementara pada lansia cenderung stabil. Artinya, risiko stroke kini makin relevan untuk usia produktif.
Faktor risiko stroke

Ada beberapa faktor yang membuat stroke juga bisa menyerang usia muda, antara lain:
Selain itu, pola hidup modern seperti konsumsi makanan tinggi lemak, stres, dan kurang tidur juga ikut berkontribusi meningkatkan risiko stroke lebih dini.
Penyebab stroke pada dewasa muda
Berbeda dengan lansia yang umumnya dipicu oleh aterosklerosis (penyempitan pembuluh darah), stroke pada usia muda sering berkaitan dengan kondisi medis tertentu yang lebih spesifik dan beragam.
Kelainan jantung dan tromboemboli
Salah satu penyebab utama stroke pada dewasa muda adalah gangguan pada jantung yang memicu terbentuknya pembekuan darah (trombus), lalu terbawa aliran darah ke otak (emboli). Kondisi seperti Patent Foramen Ovale (PFO), kelainan jantung bawaan, hingga fibrilasi atrium dapat menjadi sumbernya.
Diperkirakan sekitar 1 dari 4 kasus stroke pada dewasa muda berkaitan dengan kelainan jantung atau tromboemboli.
Diseksi arteri leher (karotis/vertebralis)
Diseksi adalah robekan pada dinding pembuluh darah arteri di leher, seperti arteri karotis atau vertebralis. Kondisi ini bisa terjadi akibat trauma ringan, misalnya saat olahraga, manipulasi leher (pijat atau massage gun atau chiropractic), atau cedera akibat kecelakaan. Kondisi ini dapat menyumbang sekitar 10–25 persen kasus stroke pada individu berusia di bawah 45 tahun.
Kelainan pembuluh darah otak bawaan
Beberapa orang memiliki kelainan pembuluh darah sejak lahir, seperti aneurisme (pelebaran pembuluh darah), malformasi arteriovenosa (AVM), atau peradangan pembuluh darah (vaskulitis). Kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya stroke, terutama jenis stroke hemoragik (perdarahan otak) pada usia muda.
Gangguan pembekuan darah dan penyakit genetik/metabolik
Stroke pada usia muda juga bisa dipicu oleh gangguan sistem pembekuan darah (trombofilia) atau penyakit genetik tertentu. Contohnya termasuk penyakit sel sabit (sickle cell), penyakit Fabry, homosistinuria, hingga MELAS (kelainan mitokondria).
Meski relatif jarang, tetapi kondisi ini penting dikenali karena sering menjadi penyebab stroke yang tidak terduga pada usia produktif.
Stroke bukan lagi penyakit yang identik dengan usia lanjut. Siapa pun bisa terkena, terutama jika memiliki faktor risiko yang tidak terkontrol. Karena itu, penting untuk mulai menjaga gaya hidup sehat sejak dini dan mengenali tanda-tanda stroke agar bisa mendapatkan penanganan cepat.
Referensi
“Stroke can occur at any age”. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Diakses Maret 2026.
“Stroke Myths vs. Facts”. Baptist Health. Diakses Maret 2026.
“8 Common Stroke Myths Debunked for Better Recovery”. AARP. Diakses Maret 2026.
“Stroke in young adults: Causes, prevention, and outlook”. MedicalNewsToday. Diakses Maret 2026.
“Stroke rates holding steady for people 65 or older, but increasing among younger people”. Health. Diakses Maret 2026.
“Young Adults' Stroke Risk Is on the Rise”. Columbus Regional Health. Diakses Maret 2026.




![[QUIZ] Cek Lingkar Perut dan Tinggi Badan, Apakah Kamu Masuk Zona Aman?](https://image.idntimes.com/post/20250802/1000147210_14ceb2b9-8e49-4a8a-8d5c-3657900481aa.jpg)
![[QUIZ] Detoks Media Sosial, Kamu Perlu 1 Hari, 1 Minggu, atau 1 Bulan?](https://image.idntimes.com/post/20260108/fpkdl_3bd58e8e-a2d0-4996-85f9-dce3924b9c70.jpg)


![[QUIZ] Genre Musik Favoritmu Bisa Ungkap Cara Kamu Mengelola Amarah](https://image.idntimes.com/post/20230413/pexels-cottonbro-studio-9063608-799c959c8a681bc3037abd5954852522.jpg)



![[QUIZ] Dari Durasi Workout Kamu, Kami Bisa Tebak Masalah Hidupmu](https://image.idntimes.com/post/20251001/2149552268_25252593-fc7d-4716-9c8b-1d03c608a056.jpg)





