Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Studi Ungkap Risiko Kanker Payudara pada Perempuan Lansia

Studi Ungkap Risiko Kanker Payudara pada Perempuan Lansia
ilustrasi kanker payudara (IDN Times/Novaya Siantita)
Intinya Sih
Sisi Positif
  • Studi terbaru memetakan lebih dari 3 juta sel untuk memahami perubahan jaringan payudara perempuan seiring usia, terutama saat menopause.

  • Hasil penelitian menunjukkan penurunan jumlah sel imun, stroma, dan epitel pada payudara yang menua, menciptakan kondisi yang mendukung pertumbuhan serta penyebaran sel kanker.

  • Dari 527 sampel berusia 15–86 tahun, ditemukan bahwa penuaan jaringan payudara memperlemah sistem kekebalan lokal dan meningkatkan risiko kanker payudara pada perempuan lanjut usia.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Sebuah studi terbaru menemukan bahwa jaringan payudara perempuan mengalami perubahan drastis seiring bertambahnya usia, sehingga menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi pertumbuhan sel kanker.

Tim peneliti dari Universitas Cambridge, Inggris, dan Universitas British Columbia, Kanada, telah menyusun peta paling rinci mengenai perubahan jaringan payudara yang pernah ada hingga saat ini.

Terdiri dari lebih dari 3 juta sel, peta ini memetakan bagaimana jaringan payudara berubah seiring bertambahnya usia perempuan dan mengungkap perubahan yang sangat mencolok sekitar masa menopause.

Usia menjadi faktor risiko terbesar

Seiring bertambahnya usia perempuan, jaringan payudara mereka mengalami perubahan besar, dengan perubahan paling dramatis terjadi pada masa menopause. Perubahan juga terjadi selama usia 20-an, yang mungkin terkait dengan kehamilan dan persalinan. Namun, perubahan ini tidak mencolok jika dibandingkan dengan periode menopause.

Makin tua, jumlah sel dalam jaringan payudara menurun dan struktur jaringan tersebut juga berubah. Skema ini menciptakan kondisi di mana sel-sel kanker dapat lebih mudah bertahan hidup dan berkembang, yang membantu menjelaskan mengapa risiko kanker payudara meningkat seiring bertambahnya usia.

Usia merupakan salah satu faktor risiko terbesar bagi hampir semua jenis kanker, termasuk kanker payudara. Hal ini sebagian disebabkan oleh akumulasi mutasi genetik dalam sel seiring bertambahnya usia, menghasilkan sel-sel abnormal yang dapat menyebar tanpa terkendali dan berkembang menjadi tumor. Namun, bagaimana jaringan payudara itu sendiri mengalami penuaan dan bagaimana perubahan tersebut berkontribusi terhadap risiko kanker masih belum dipahami dengan baik.

527 sampel diteliti

Ilustrasi perempuan dengan pita merah muda dikelilingi keluarga dan tenaga medis sebagai simbol kesadaran kanker payudara.
ilustrasi kanker payudara (IDN Times/Aditya Pratama)

Angka kejadian kanker payudara pada perempuan muda terus meningkat. Meskipun alasannya belum sepenuhnya jelas, tetapi sebagian besar kasus didiagnosis pada mereka yang berusia 50 tahun ke atas.

Kanker payudara menyerang lebih dari dua juta perempuan di dunia. Untuk menyelidiki hal ini, para peneliti menganalisis sampel jaringan payudara normal dari 527 sampel berusia 15–86 tahun, yang sedang menjalani operasi reduksi payudara.

Tim tersebut menggunakan teknik pencitraan canggih untuk memetakan sel-sel individu, sehingga menghasilkan gambaran dua dimensi yang terperinci mengenai perubahan jaringan payudara seiring waktu.

Peta tersebut menunjukkan bahwa sel-sel dalam jaringan payudara membelah diri lebih jarang seiring bertambahnya usia dan jumlah sel imun serta sel stroma (yang membentuk kerangka jaringan) pun menurun. Demikian pula dengan jumlah sel epitel yang melapisi saluran susu dan struktur penghasil susu yang disebut lobulus.

Payudara mengalami perubahan

Struktur jaringan payudara saat perempuan menua ditemukan mengalami perubahan di mana lobulus penghasil susu menyusut atau menghilang, sel-sel lemak bertambah, dan pembuluh darah berkurang.

Sel-sel imun dan sel-sel stroma juga menjauh dari sel-sel epitel, yang berpotensi memudahkan sel-sel kanker untuk melarikan diri dan menyebar. Payudara yang lebih muda juga memiliki lebih banyak sel imun yang disebut sel B dan sel T aktif, yang dapat membantu mengidentifikasi dan menghancurkan sel kanker saat mulai muncul.

Sementara itu, payudara yang lebih tua memiliki lebih sedikit sel-sel penangkal kanker tersebut dan justru lebih kaya akan makrofag M2, sel imun yang menurut penelitian lain terlibat dalam perkembangan kanker.

Perubahan-perubahan tersebut menciptakan lingkungan yang lebih meradang, di mana sistem kekebalan tubuh kemungkinan kurang efektif dalam menahan sel-sel kanker dan lebih memungkinkan terjadinya karsinogenesis.

Spekulasi para peneliti

Empat tangan memegang potongan kertas yang membentuk pita merah muda sebagai simbol kesadaran kanker payudara di latar abu-abu.
ilustrasi kanker payudara (IDN Times/Mardya Shakti)

Para peneliti berspekulasi bahwa salah satu alasannya karena air susu ibu (ASI) mengandung konsentrasi imunoglobulin yang tinggi, kemungkinan untuk membantu membangun kekebalan bayi, dan imunoglobulin ini diproduksi oleh sel B.

Semua perubahan ini menciptakan lingkungan di mana sel-sel kanker yang muncul secara alami akan lebih mudah berkembang dan menyebar seiring bertambahnya usia. Puncak penuaan yang signifikan terjadi pada akhir usia 40-an, yang bertepatan dengan masa menopause.

Seberapa cepat jaringan payudara menua bergantung pada masing-masing perempuan dan perbedaan tersebut kemungkinan besar memengaruhi risiko kanker.

Penelitian ini tidak menganalisis etnis, genetika, atau faktor lain yang memengaruhi risiko kanker payudara, meskipun penelitian sebelumnya telah menemukan bahwa jaringan payudara normal pada perempuan dengan faktor risiko genetik kanker payudara menunjukkan tanda-tanda penuaan yang dipercepat.

Referensi

"Scientists Reveal Why Breast Cancer Risk Rises With Age". Science Alert. Diakses Mei 2026.

Gupta, Pulkit, Eric Lee, Neus Masqué Soler, Ellen Schrader, Xiao Qian Wang, Shimrit Mayer, Cristina Flores, et al. “Single-Cell Spatial Atlas of the Aging Human Breast.” Nature Aging 6, no. 4 (March 31, 2026): 916–31.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Related Articles

See More