Comscore Tracker

7 Virus Raksasa dengan Ukuran Terbesar, Apakah Lebih Berbahaya?

Virus raksasa ini umumnya masuk ke filum Nucleocytoviricota

Virus raksasa atau giant virus (girus) adalah virus yang ukurannya sangat besar. Bahkan, beberapa di antaranya berukuran lebih besar dari bakteri. Dibandingkan dengan virus lain, girus punya genom yang sangat besar dan umumnya termasuk dalam filum Nucleocytoviricota.

Lantas, virus apa saja yang termasuk sebagai virus raksasa? Dan apakah lebih berbahaya dari virus lainnya?

1. Tupanvirus

7 Virus Raksasa dengan Ukuran Terbesar, Apakah Lebih Berbahaya?wikipedia.org/Jônatas Abrahão

Tupanvirus merupakan nama dari dua virus raksasa, yakni Tupanvirus danau soda dan Tupanvirus laut dalam. Namanya terinspirasi dari dewa petir Guaraní bernama Tupã, tempat mereka ditemukan.

Tupanvirus panjangnya 1,2 μm dengan kapsid yang mirip dengan mimivirus amuba dari segi ukuran dan struktur. Bahkan, beberapa virus bisa mencapai panjang 2,3 μm karena variasi ukuran ekor.

Kita bisa bernapas lega karena tupanvirus hanya menginfeksi protista dan amuba (bahasa bakunya adalah ameba). Kemungkinan, tupanvirus tidak menimbulkan ancaman bagi manusia.

2. Mimivirus

7 Virus Raksasa dengan Ukuran Terbesar, Apakah Lebih Berbahaya?wikipedia.org/Sarah Duponchel and Matthias G. Fischer

Selanjutnya ada mimivirus, yaitu genus virus raksasa dari keluarga Mimiviridae. Virus ini memakai amuba sebagai inang alami mereka. Genus ini berisi satu spesies, yakni Acanthamoeba polyphaga mimivirus (APMV).

Mengapa dinamai mimivirus? Rupanya, ini berasal dari kata mimicking microbe yang berarti meniru mikroba. Ini karena ukurannya besar dan memiliki sifat pewarnaan Gram yang nyata, mengacu pada studi berjudul "Discovery of the Giant Mimivirus" yang diterbitkan di jurnal Nature Education pada tahun 2010.

Bila dibandingkan dengan kebanyakan virus lain, mimivirus punya genom yang besar dan kompleks. Dalam beberapa makalah, mimivirus dianggap sebagai agen penyebab pneumonia, tetapi klasifikasinya sebagai patogen masih lemah.

Di sisi lain, ada bukti yang menunjukkan bahwa mimivirus bisa menginfeksi makrofag. Ini adalah sejenis sel darah putih dari sistem kekebalan yang fungsinya menelan dan mencerna puing-puing seluler, zat asing, mikroba, sel kanker, dan lainnya.

3. Mamavirus

7 Virus Raksasa dengan Ukuran Terbesar, Apakah Lebih Berbahaya?alchetron.com

Mamavirus pertama kali dilaporkan pada September 2008. Ini adalah virus besar dan kompleks dari keluarga grup I Mimiviridae. Ukurannya sangat besar, bahkan lebih besar dari kebanyakan bakteri.

Berdasarkan studi berjudul "Mimivirus and its Virophage" yang dipublikasikan di jurnal akademis Annual Review of Genetics pada tahun 2009, mamavirus (dan mimiviridae lain) termasuk dalam keluarga virus DNA besar nukleositoplasma (NCLDV).

Sama seperti mimiviridae lain, mamavirus berbentuk ikosahedral dengan kapsid inti dan lapisan serat perifer. Isinya adalah genom DNA untai ganda linier yang memiliki kerapatan pengkodean yang sangat tinggi.

4. Megavirus chilensis

7 Virus Raksasa dengan Ukuran Terbesar, Apakah Lebih Berbahaya?wired.com

Megavirus merupakan genus virus yang mengandung satu spesies teridentifikasi, yaitu Megavirus chilensis. Secara filogenetik, virus ini terkait dengan Acanthamoeba polyphaga Mimivirus (APMV), menurut studi berjudul "The 1.2-Megabase Genome Sequence of Mimivirus".

Awal penemuannya, Megavirus diisolasi dari sampel air yang dikumpulkan pada bulan April 2010. Sampel air ini diambil di lepas pantai Chili, dekat stasiun laut di Las Cruces oleh Dr. Chantal Abergel dan Prof. Jean-Michel Claverie.

Megavirus memiliki diameter kapsid protein 440 nanometer dan kapsidnya berbentuk heksagonal. Tak perlu cemas karena Megavirus menginfeksi amuba, bukan manusia.

Baca Juga: 10 Penyakit yang Disebarkan lewat Gigitan Nyamuk, Waspada ya!

5. Bodo saltans virus

7 Virus Raksasa dengan Ukuran Terbesar, Apakah Lebih Berbahaya?netmassimo.com

Selanjutnya, ada virus Bodo saltans (BsV), virus raksasa yang umum ditemui di lautan. Virus ini menginfeksi spesies plankton mikroskopis yang bernama Bodo saltans.

Bahkan, menurut artikel yang diterbitkan di jurnal eLife, virus Bodo saltans jumlahnya melimpah di lautan. Virus ini diisolasi oleh tim peneliti dari University of British Columbia, Kanada, dan kemudian diklasifikasikan sebagai Klosneuvirus, sub kelompok dari keluarga Mimiviridae.

Dilansir dari laman NetMassimo, DNA virus Bodo saltans mempunyai 1,39 juta basa. Ini membuatnya jadi salah satu virus terbesar yang menginfeksi zooplankton.

6. Pandoravirus

7 Virus Raksasa dengan Ukuran Terbesar, Apakah Lebih Berbahaya?phys.org

Lalu, ada Pandoravirus, genus virus raksasa yang pertama kali ditemukan di tahun 2013. Virus ini punya genom DNA beruntai ganda dengan ukuran genom terbesar, yakni 2,5 juta pasang basa. Pandoravirus ditemukan oleh tim ilmuwan Prancis dan dipublikasikan dalam laporan di jurnal Science.

Pandoravirus memiliki panjang 1 mikrometer (1.000 nanometer) dan bentuknya oval. Padahal, virus lain umumnya hanya berukuran 50-100 nanometer. Selain itu, pandoravirus punya genom besar yang terdiri dari 2.500 gen, sementara rata-rata virus lain hanya 10 gen.

Awalnya, pandoravirus dianggap sebagai bakteri. Akan tetapi, ternyata bukan, karena bakteri bisa membuat protein sendiri, sedangkan pandoravirus tidak. Tak perlu khawatir karena pandoravirus hanya menginfeksi amuba dan tinggal di lingkungan laut.

7. Pithovirus

7 Virus Raksasa dengan Ukuran Terbesar, Apakah Lebih Berbahaya?discovermagazine.com

Terakhir ada Pithovirus yang ditemukan pada tahun 2014. Ini adalah genus virus raksasa yang memiliki satu spesies, yakni Pithovirus sibericum dan hanya menginfeksi amuba.

Awalnya, Pithovirus ditemukan di inti es berusia 30.000 tahun dari permafrost di Siberia, Rusia. Panjangnya sekitar 1,5 μm (1500 nm) dengan diameter 0,5 μm (500 nm), membuatnya jadi virus terbesar yang pernah ditemukan. Bahkan, ukurannya 50 persen lebih besar dari Pandoraviridae yang dulunya dianggap terbesar.

Melansir Discover Magazine, virus ini ditemukan oleh Jean-Michel Claverie dan Chantal Abergel. Mereka berdua adalah ahli virologi yang mencairkan lapisan es di sekitarnya.

Nah, itulah 7 virus raksasa dengan ukuran terbesar. Syukurlah, kebanyakan virus ini tidak berdampak pada manusia!

Baca Juga: 7 Virus yang Mudah Berkembang Biak di Daerah Tropis seperti Indonesia

Topic:

  • Nena Zakiah
  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya