Comscore Tracker

Penyakit Paru Interstisial: Gejala, Penyebab, Pengobatan

Penyakitnya bisa ringan hingga mengancam nyawa

Penyakit paru interstisial (interstitial lung disease), atau juga dikenal sebagai penyakit parenkim paru difus (diffuse parenchymal lung disease) adalah istilah untuk sekelompok lebih dari 200 kondisi yang menyebabkan peradangan dan jaringan parut di paru-paru.

Penyakit ini merusak jaringan antara kantung udara kecil di paru-paru, disebut alveoli, dan pembuluh darah di sekitarnya. Adanya kondisi ini membuat kamu lebih sulit untuk mengeluarkan oksigen dari paru-paru dan masuk ke dalam tubuh.

1. Penyebab

Paru-paru mengandung kantung udara kecil (alveoli), tempat di mana oksigen diserap. Kantung udara ini mengembang dengan setiap napas.

Jaringan di sekitar kantung udara ini disebut interstitium. Pada orang dengan penyakit paru interstisial, jaringan ini menjadi kaku atau luka, dan kantung udara tidak dapat mengembang sebagaimana mestinya. Akibatnya, tidak banyak oksigen yang bisa masuk ke tubuh, seperti dijelaskan dalam laman Penn Medicine.

Penyakit paru interstisial dapat terjadi tanpa diketahui penyebabnya (idiopatik). Fibrosis paru idiopatik adalah penyakit yang paling umum dari jenis ini.

Ada juga lusinan penyebab penyakit paru interstisial yang diketahui, termasuk:

  • Penyakit autoimun seperti lupus, artritis reumatoid, sarkoidosis, dan skleroderma.
  • Pneumonia karena menghirup zat asing seperti debu, jamur, atau jamur jenis tertentu (pneumonitis hipersensitivitas).
  • Obat-obatan (seperti nitrofurantoin, sulfonamid, bleomisin, amiodaron, metotreksat, emas, infliximab, etanercept, dan obat kemoterapi lainnya).
  • Perawatan radiasi ke dada.
  • Bekerja dengan atau di sekitar asbes, debu batu bara, debu kapas, dan debu silika (disebut penyakit paru-paru akibat kerja).
  • Infeksi dan pemulihan sebagian dari penyakit seperti COVID-19.
  • Merokok dapat meningkatkan risiko mengembangkan beberapa bentuk penyakit paru interstisial dan dapat menyebabkan penyakit menjadi lebih parah.

2. Jenis

Penyakit Paru Interstisial: Gejala, Penyebab, Pengobatanilustrasi paru-paru (unsplash.com/averey)

Semua jenis penyakit paru interstisial menyebabkan interstitium menebal. Ini bisa terjadi karena peradangan, jaringan parut, atau penumpukan cairan. Beberapa jenisnya berlangsung dalam waktu singkat (akut), sementara yang lainnya bersifat jangka panjang (kronis) dan tidak hilang.

Dilansir WebMD, beberapa jenis penyakit paru interstisial meliputi:

  • Pneumonia interstisial: Bakteri, virus, atau jamur dapat menginfeksi interstitium. Penyebab paling umumnya adalah bakteri Mycoplasma pneumoniae.
  • Fibrosis paru idiopatik: Kondisi membuat jaringan parut tumbuh di interstitium. Penyebabnya tidak diketahui.
  • Pneumonitis interstisial nonspesifik: Ini adalah jenis yang sering menyerang orang dengan kondisi autoimun seperti artritis reumatoid atau skleroderma.
  • Pneumonitis hipersensitivitas: Ini terjadi ketika debu, jamur, atau hal lain yang kamu hirup mengiritasi paru-paru dalam waktu yang lama.
  • Pneumonia pengorganisasian kriptogenik: Ini adalah penyakit paru interstisial seperti pneumonia tanpa infeksi. Dokter mungkin menyebutnya sebagai bronkiolitis obliterans dengan pengorganisasian pneumonia.
  • Pneumonitis interstisial akut: Ini adalah jenis yang parah dan tiba-tiba. Pengidapnya sering memerlukan ventilator untuk membantu bernapas.
  • Pneumonitis interstisial deskuamatif: Ini adalah jenis yang sebagian disebabkan oleh merokok.
  • Sarkoidosis: Hal ini menyebabkan penyakit paru interstisial bersama dengan pembengkakan kelenjar getah bening. Ini juga dapat memengaruhi jantung, kulit, saraf, dan mata.
  • Asbestosis: Ini adalah penyakit paru-paru interstisial yang disebabkan oleh menghirup asbes, serat yang digunakan dalam bahan bangunan.

3. Gejala

Setiap orang dapat mengalami gejala penyakit paru interstisial secara berbeda, tetapi menurut Johns Hopkins Medicine gejala umumnya dapat meliputi:

  • Sesak napas, khususnya saat beraktivitas.
  • Batuk kering yang tidak menghasilkan dahak.
  • Kelelahan dan kelemahan yang ekstrem.
  • Kehilangan selera makan.
  • Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan.
  • Rasa tidak nyaman di dada.
  • Pernapasan yang sulit, yang mungkin cepat dan dangkal.
  • Pendarahan di paru-paru.

Gejala penyakit paru interstisial mungkin terlihat seperti kondisi paru-paru atau masalah medis lain. Temui dokter untuk pemeriksaan dan diagnosis akurat.

Baca Juga: Napas Pendek dan Batuk Terus-menerus adalah Gejala Kanker Paru

4. Diagnosis

Penyakit Paru Interstisial: Gejala, Penyebab, Pengobatanilustrasi rontgen dada (pexels.com/Anna Shvets)

Orang dengan penyakit paru interstisial biasanya menemui dokter karena sesak napas atau batuk. Dokter mungkin akan menggunakan tes pencitraan paru-paru.

  • Ronten dada: Biasanya ini adalah tes pertama bagi kebanyakan orang dengan masalah pernapasan. Rontgen dada pada orang dengan penyakit paru interstisial mungkin menunjukkan garis-garis halus di paru-paru.
  • CT scan: Tes ini menggunakan sejumlah sinar-X dada, dan komputer membuat gambar rinci dari paru-paru dan struktur sekitarnya. Tes ini biasanya dapat menemukan penyakit paru interstisial.
  • CT scan resolusi tinggi: Pengaturan CT scan tertentu bisa mendapatkan gambar interstitium dengan kualitas yang lebih baik. Ini dapat membantu dokter mendiagnosis.
  • Tes fungsi paru: Kamu akan duduk di bilik plastik tertutup dan bernapas melalui tabung untuk mengukur kapasitas total paru-paru, yang mungkin berkurang jika kamu menderita penyakit paru interstisial. Kamu juga mungkin kurang dapat mentransfer oksigen dari paru-paru ke dalam darah.
  • Biopsi paru: Melihat jaringan paru-paru di bawah mikroskop sering kali merupakan satu-satunya cara bagi dokter untuk mengetahui jenis penyakit paru interstisial yang dimiliki. Jaringan paru-paru dikumpulkan dengan biopsi, yang dapat dilakukan dengan beberapa cara:
    • Bronkoskopi: Dokter akan memasukkan tabung yang disebut endoskop melalui mulut atau hidung dan masuk ke saluran udara. Ini dapat mengambil sampel jaringan paru-paru.
    • Bedah thoracoscopic dengan bantuan video: Dokter akan membuat potongan kecil untuk memasukkan alat yang mengambil sampel dari beberapa area jaringan paru-paru.
    • Biopsi paru terbuka (torakotomi): Dalam beberapa kasus, kamu mungkin memerlukan pembedahan tradisional dengan sayatan besar di dada untuk melakukan biopsi paru-paru.

5. Pengobatan

Jaringan parut paru-paru yang terjadi pada penyakit paru interstisial tidak dapat dibalikkan (ireversibel), dan pengobatan tidak akan selalu efektif dalam menghentikan perkembangan akhir penyakit. Beberapa perawatan dapat memperbaiki gejala sementara atau memperlambat perkembangan penyakit, sementara lainnya membantu meningkatkan kualitas hidup.

Karena banyak dari berbagai jenis gangguan jaringan parut tidak memiliki terapi yang disetujui atau terbukti, studi klinis dapat menjadi pilihan untuk menerima pengobatan eksperimental.

1. Obat-obatan

Berdasarkan bukti ilmiah yang tersedia saat ini, dokter dapat merekomendasikan:

  • Obat kortikosteroid: Banyak orang yang didiagnosis dengan penyakit paru interstisial pada awalnya diobati dengan kortikosteroid (prednison), kadang dikombinasikan dengan obat lain yang menekan sistem kekebalan. Tergantung pada penyebabnya, kombinasi ini dapat memperlambat atau bahkan menstabilkan perkembangan penyakit.
  • Obat-obatan yang memperlambat perkembangan fibrosis paru idiopatik: Misalnya pirfenidone (Esbriet) dan nintedanib (Ofev). Efek samping terkait pengobatan mungkin signifikan. Bicarakan pro dan kontra dari obat-obatan ini dengan dokter.
  • Obat-obatan yang mengurangi asam lambung: Penyakit refluks gastroesofageal (GERD) memengaruhi sebagian besar orang dengan fibrosis paru idiopatik dan dikaitkan dengan kerusakan paru yang memburuk. Jika kamu memiliki gejala refluks asam, dokter mungkin meresepkan terapi GERD yang mengurangi asam lambung, termasuk antagonis reseptor H-2 atau penghambat pompa proton seperti lansoprazole (Prevacid 24HR), omeprazole (Prilosec OTC), dan pantoprazole (protonix).

2. Terapi oksigen

Menggunakan oksigen tidak dapat menghentikan kerusakan paru-paru, tetapi dapat:

  • Membuat pernapasan dan olahraga lebih mudah.
  • Mencegah atau mengurangi komplikasi dari kadar oksigen darah rendah.
  • Mengurangi tekanan darah di sisi kanan jantung.
  • Meningkatkan kualitas tidur dan kesehatan.

Kamu kemungkinan besar menerima oksigen saat tidur atau berolahraga, meskipun beberapa orang mungkin menggunakannya sepanjang waktu.

3. Rehabilitasi paru

Tujuan rehabilitasi paru tidak hanya untuk meningkatkan fungsi sehari-hari, tetapi juga untuk membantu orang dengan penyakit paru intersitial menjalani kehidupan yang berkualitas. Untuk itu, program rehabilitasi paru berfokus pada:

  • Latihan fisik, untuk meningkatkan daya tahan tubuh.
  • Teknik pernapasan yang meningkatkan efisiensi paru-paru.
  • Bantuan emosional.
  • Konseling nutrisi.

4. Operasi

Transplantasi paru mungkin menjadi pilihan terakhir pada beberapa orang dengan penyakit paru interstisial yang parah, yang tidak mendapatkan manfaat dari pilihan perawatan lainnya.

6. Komplikasi yang bisa terjadi

Penyakit Paru Interstisial: Gejala, Penyebab, Pengobatanilustrasi pasien dirawat di rumah sakit (flickr.com/NIH Clinical Center)

Penyakit paru interstisial dapat menyebabkan serangkaian komplikasi yang mengancam jiwa, termasuk:

  • Hipertensi pulmonal: Tidak seperti hipertensi sistemik, kondisi ini hanya memengaruhi arteri di paru-paru. Ini dimulai ketika jaringan parut atau kadar oksigen rendah membatasi pembuluh darah terkecil, membatasi aliran darah di paru-paru. Hal ini pada gilirannya meningkatkan tekanan di dalam arteri pulmonalis. Hipertensi pulmonal adalah penyakit serius yang makin memburuk.
  • Gagal jantung sisi kanan (cor pulmonale): Kondisi serius ini terjadi ketika bilik kanan bawah jantung (ventrikel kanan)—yang kurang berotot daripada kiri—harus memompa lebih keras dari biasanya untuk memindahkan darah melalui arteri pulmonalis yang tersumbat. Akhirnya, ventrikel kanan gagal dari ketegangan ekstra. Ini sering merupakan konsekuensi dari hipertensi pulmonal.
  • Gagal napas: Pada tahap akhir penyakit paru interstisial kronis, gagal napas terjadi ketika kadar oksigen darah sangat rendah seiring dengan meningkatnya tekanan di arteri pulmonalis dan ventrikel kanan yang menyebabkan gagal jantung.

Ada banyak jenis penyakit paru interstisial. Tergantung pada penyebab yang mendasarinya, kondisi ini dapat berkisar dari ringan hingga mengancam jiwa.

Kerusakan paru-paru bisa makin parah seiring waktu. Temui dokter jika kamu mengalami gejala seperti sesak napas atau batuk kering yang tidak hilang.

Adanya jaringan parut di paru-paru mungkin tidak dapat dibalikkan. Namun, perawatan dapat membantu memperlambat kerusakan paru-paru dan membantu bernapas menjadi lebih mudah. Transplantasi paru-paru tetap menjadi pilihan bagi orang-orang yang tidak menanggapi perawatan medis lainnya.

Baca Juga: Emboli Paru: Gejala, Penyebab, Komplikasi, Pengobatan

Topic:

  • Nurulia

Berita Terkini Lainnya