Comscore Tracker

Aterosklerosis, Kondisi Berbahaya Penyebab Penyakit Jantung dan Stroke

Kabar baiknya, kondisi ini bisa dengan mudah dicegah!

Aterosklerosis adalah salah satu kondisi yang dapat mengancam jiwa. Sayangnya, banyak orang yang tak menyadari dirinya punya kondisi ini, sampai akhirnya mengalami penyakit jantung atau stroke.

Walaupun seringnya muncul seiring bertambahnya usia, tetapi aterosklerosis bisa dialami di segala usia. Terjadi di pembuluh darah, aterosklerosis bisa memengaruhi fungsi kerja organ-organ tubuh. Kabar baiknya, walaupun kondisi ini bisa berakibat fatal, tetapi aterosklerosis bisa dicegah dan diobati.

Kenali bagaimana aterosklerosis bisa terjadi agar kamu bisa terhindar dari bahaya yang bisa diakibatkannya. Baca terus artikel ini sampai selesai, ya!

1. Apa itu aterosklerosis?

Aterosklerosis, Kondisi Berbahaya Penyebab Penyakit Jantung dan Strokelifespan.io

Aterosklerosis adalah kondisi penyempitan pembuluh darah arteri yang disebabkan oleh penumpukan plak di dinding arteri.

Perlu kamu tahu, arteri adalah pembuluh darah yang membawa oksigen dan nutrisi dari jantung ke seluruh tubuh. Lapisan tipis sel membentuk lapisan yang membuatnya halus dan memungkinkan darah mengalir dengan mudah. Ini disebut endotelium.

Nah, aterosklerosis terjadi ketika endotelium mengalami kerusakan akibat faktor-faktor seperti merokok, tekanan darah tinggi, kadar gula darah yang tinggi, lemak, dan kolesterol dalam darah.

Kerusakan tersebut memungkinkan terjadinya penumpukan zat, disebut sebagai plak, yang menumpuk di dinding arteri. Lemak dan kolesterol termasuk di antara tumpukan zat tersebut. Seiring berjalannya waktu, tumpukan plak tersebut bisa mengeras.

Penyumbatan arteri yang terjadi akan menghambat aliran darah ke organ tubuh lainnya. Penumpukan ini bisa terjadi di arteri mana pun, termasuk jantung, kaki, dan ginjal.

2. Apa penyebab aterosklerosis?  

Aterosklerosis, Kondisi Berbahaya Penyebab Penyakit Jantung dan Strokepixabay.com/Steve Buissinne

Penumpukan plak dan pengerasan arteri membatasi aliran darah. Hal ini dapat menyebabkan organ dan jaringan tidak menerima cukup darah beroksigen yang dibutuhkan untuk fungsi tubuh.

Lantas, apa penyebab terjadinya aterosklerosis?

Dilansir American Heart Association, penyebab pastinya belum diketahui. Namun, banyak ahli yang meyakini bahwa kondisi tersebut terjadi ketika ada kerusakan atau cedera di lapisan dalam arteri atau endotelium.

Menurut sebuah penelitian dalam "International Journal of Preventive Medicine" tahun 2014, faktor risiko aterosklerosis di antaranya adalah peningkatan kadar low-density lipoprotein (LDL) alias kolesterol jahat, penurunan high-density lipoprotein (HDL) alias kolesterol baik dalam darah, hipertensi, kebiasaan merokok, diabetes melitus, jarang atau tak pernah berolahraga, penuaan, dan inflamasi.

Kabar baiknya, faktor-faktor di atas bisa dikontrol, sehingga terjadinya aterosklerosis bisa diperlambat, bahkan dicegah.

Baca Juga: 7 Tanda Kolesterol Tinggi Ini Akan Selamatkanmu jika Segera Diketahui

3. Apa saja gejala aterosklerosis?  

Aterosklerosis, Kondisi Berbahaya Penyebab Penyakit Jantung dan Strokecommons.wikimedia.org/National Heart Lung and Blood Insitute

Awalnya, aterosklerosis tidak menimbulkan gejala sampai arteri menyempit atau tersumbat, membuatnya tak bisa memasok darah yang cukup ke organ dan jaringan tubuh. Gejala yang ditimbulkan tergantung dari lokasi kejadian aterosklerosis dalam tubuh.

Bila terjadi di jantung, penderitanya bisa mengalami serangan jantung. Gejalanya berupa nyeri dada; nyeri di pundak, lengan, rahang, atau pinggang; mual atau muntah; sesak napas; berkeringat; gelisah; dan gangguan irama jantung.

Jika terjadi di otak, suplai darah yang terbatas ke otak bisa mengakibatkan stroke. Gejalanya meliputi lemas; sulit bernapas; mati rasa hingga lumpuh pada wajah, lengan atau tungkai; kebingungan dan sulit berbicara dengan jelas, kehilangan penglihatan pada satu atau kedua mata; hilang keseimbangan; sakit kepala; hingga hilang kesadaran.

Sementara itu, apabila terjadi di ginjal, penderitanya bisa mengalami gagal ginjal. Gejalanya antara lain: kehilangan nafsu makan, sulit konsentrasi, jarang buang air kecil, merasa lelah, serta pembengkakan di tangan dan kaki.

Kalau ateroklerosis terjadi di area lengan atau kaki, gejala yang muncul bisa berupa nyeri, kram, mati rasa, nyeri saat berjalan, serta luka di kaki yang tak kunjung sembuh.

4. Aterosklerosis dan komplikasi yang diakibatkannya

Aterosklerosis, Kondisi Berbahaya Penyebab Penyakit Jantung dan Strokepexels.com/Andrea Piacquadio

Mengingat aterosklerosis bisa terjadi di arteri mana pun di dalam tubuh, maka bisa terjadi komplikasi berikut ini:

  • Penyakit jantung koroner
  • Gangguan ritme jantung (aritmia)
  • Stroke
  • Angina (nyeri dada karena berkurangnya aliran darah ke otot jantung)
  • Peripheral artery disease atau PAD
  • Penyakit arteri karotis (arteri leher yang memasok darah ke otak)
  • Penyakit ginjal kronis

Duh, semuanya berbahaya, kan?

5. Cara mengobati aterosklerosis  

Aterosklerosis, Kondisi Berbahaya Penyebab Penyakit Jantung dan Strokepexels.com/Polina Tankilevitch

Pengobatan secara dini dapat mengurangi risiko timbulnya komplikasi akibat aterosklerosis. Tujuannya adalah untuk memperlambat atau menghentikan pembentukan plak, mencegah penggumpalan darah, serta mengobati gejala yang timbul. Opsi pengobatannya antara lain:

  • Berdasarkan studi dalam “Journal of the American Heart Association” tahun 2014, perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat dapat membantu mengobati aterosklerosis. Contohnya adalah konsumsi makanan sehat bergizi seimbang, olahraga teratur, berhenti atau tidak merokok, hindari minuman beralkohol, dan menjaga berat badan tetap ideal.
  • Obat-obatan resep dokter untuk mencegah perburukan. Pemberian obat disesuaikan dengan kondisi pasien. Contohnya obat penurun kolesterol, penurun darah tinggi, penurun gula darah, pencegah inflamasi, dan sebagainya. Konsumsi obat-obatan harus di bawah pengawasan dokter.
  • Operasi bila dilakukan jika aterosklerosis sudah tergolong parah.

Karena gejala aterosklerosis tidak dirasakan langsung di awal, itulah kenapa kita disarankan untuk menerapkan pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Langkah pencegahan ini penting daripada kita menyesal di kemudian hari...

Baca Juga: Kenali 5 Jenis Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah yang Berbahaya Ini

Rifa Photo Verified Writer Rifa

Menulis adalah caraku belajar dan berbagi

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya