Comscore Tracker

Leukonychia: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatan

Munculnya garis atau bercak putih di kuku

Jika diperhatikan, pernahkah kamu melihat ada bercak atau garis putih muncul di kuku? Ada yang menganggap bahwa hal itu pertanda ada yang naksir atau kangen. Padahal, ini tidak ada kaitannya sama sekali, lo!

Garis atau bercak putih di kuku ini istilah medisnya adalah leukonychia. Kenapa bisa garis putih di kuku bisa muncul? Yuk, simak ulasannya berikut ini!

1. Apa itu leukonychia?

Leukonychia: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatanilustrasi leukonychia (commons.m.wikimedia.org/Keitei)

Leukonychia merupakan kondisi munculnya garis atau bercak putih di kuku jari tangan atau kaki. Ini umum terjadi dan dapat dialami oleh siapa saja.

Mengutip DermNet NZ, ada beberapa jenis leukonychia. Apabila seluruh lempeng kuku berubah warna menjadi putih, kondisi ini disebut total leukonychia.

Selain itu, ada juga partial leukonychia yang dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

  • Punctate leukonychia: Titik atau bercak putih kecil yang muncul di kuku.
  • Longitudinal leukonychia: Pita putih memanjang di kuku
  • Striate or transverse leukonychia: Munculnya satu atau lebih pita horizontal putih yang sejajar dengan lunula (area berbentuk bulan sabit di dasar kuku), disebut juga garis Mees atau Mees lines.

2. Penyebab

Leukonychia: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatanilustrasi seseorang menggigit kuku (freepik.com/stefamerpik)

Munculnya garis atau bercak putih di kuku dapat dipicu oleh sejumlah hal, di antaranya:

  • Cedera atau trauma pada lempeng kuku atau matriks kuku (area pertumbuhan di dasar kuku), seperti kebiasaan menggigit kuku, manikur, kuku terbentur, pemakaian alas kaki yang terlalu kecil atau sempit.
  • Reaksi alergi terhadap cat kuku, pengeras atau penghapus cat kuku. Selain itu, penggunaan kuku akrilik atau gel juga dapat merusak kuku dan menyebabkan bercak atau garis putih ini.
  • Efek samping obat-obatan tertentu dan keracunan, misalnya obat kemoterapi, keracunan logam berat, seperti timbal dan arsenik.
  • Infeksi jamur atau onikomikosis dapat muncul di kuku kaki yang awalnya ditandai bercak putih kecil pada kuku. Infeksi dapat tumbuh dan menyebar ke dasar kuku.
  • Masalah kulit, seperti psoriasis kuku atau eksem tangan dapat memengaruhi matriks kuku.

Penyebab bercak putih di kuku yang kurang umum atau jarang, seperti penyakit jantung, penyakit ginjal, sirosis hati, anemia defisiensi zat besi, diabetes, defisiensi zink, hipertiroidisme.

Baca Juga: Muncul Garis Hitam di Kuku? Bisa Jadi Itu Tanda Penyakit Serius

3. Diagnosis

Leukonychia: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatanilustrasi pemeriksaan oleh dokter (freepik.com/pressfoto)

Dilansir Healthline, jika bercak putih di kuku jarang terjadi atau muncul akibat cedera, kamu mungkin tidak perlu menemui dokter. Hindarilah kebiasaan yang dapat menyebabkan cedera atau kerusakan kuku.

Namun, kamu mungkin perlu menemui dokter jika bercak atau garis putih muncul terus-menerus atau memburuk. Dokter akan melakukan pemeriksaan pada kuku tangan atau kaki. Dokter juga mungkin melakukan beberapa tes, seperti:

  • Mikologi, di mana jamur atau potongan kuku dikirim untuk diperiksa di laboratorium.
  • Biopsi kuku, sampel kuku atau jaringan kulit dikirim untuk pemeriksaan di laboratorium.
  • Tes darah, untuk mengidentifikasi adanya penyakit sistemik atau keracunan logam berat.

4. Penanganan

Leukonychia: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatanilustrasi kuku tangan (freepik.com/valuavitaly)

Pada dasarnya, perawatan yang dilakukan dapat bervariasi tergantung pada penyebab bercak atau garis putih tersebut.

Sebagian besar cedera kuku hanya membutuhkan waktu untuk sembuh. Umumnya, bercak putih akan hilang seiring tumbuhnya kuku baru.

Selain itu, menghindari alergen dan bahan kimia, seperti pada cat kuku atau produk lain yang menimbulkan reaksi alergi. Jika kamu terus mengalami gejala alergi setelah berhenti menggunakan produk tersebut, sebaiknya konsultasikan dengan dokter.

Jika disebabkan oleh jamur, dokter mungkin akan meresepkan obat antijamur oral atau topikal. Rata-rata waktu perawatannya yaitu 3 bulan dan penting untuk menjalani perawatan selama periode waktu yang ditentukan.

5. Pencegahan

Leukonychia: Penyebab, Gejala, Diagnosis, Pengobatanilustrasi penggunaan pelembap untuk tangan dan kuku (freepik.com/jcomp)

Ada sejumlah cara yang bisa kamu lakukan untuk mencegah bercak putih di kuku muncul kembali. Beberapa upaya pencegahan tersebut, seperti:

  • Melindungi kuku saat melakukan pekerjaan yang dapat menyebabkan kuku terbentur atau cedera kuku.
  • Menghindari kontak dengan zat iritan.
  • Menghindari penggunaan cat kuku yang berlebihan.
  • Memotong kuku dan menjaganya tetap pendek.
  • Menjaga kebersihan kuku.
  • Mencegah kuku menjadi kering dengan rajin menggunakan pelembap.
  • Mengonsumsi makanan yang kaya akan kandungan vitamin, mineral, dan nutrisi lainnya untuk kesehatan kuku.

Sebagian besar kasus leukonychia tidak menjadi masalah dan akan hilang dengan sendirinya. Namun, jika terdapat gejala lain atau bercak putih muncul berulang kali, sebaiknya periksakan ke dokter untuk mengetahui penyebabnya dan mendapat penanganan tepat.

Baca Juga: Sindrom Kuku Kuning: Gejala, Penyebab, Pengobatan

Rifa Photo Verified Writer Rifa

.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia

Berita Terkini Lainnya