Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Rutin Membaca Dikaitkan dengan Otak yang Lebih Sehat

4 min read
Rutin Membaca Dikaitkan dengan Otak yang Lebih Sehat
ilustrasi membaca buku (pexels.com/cottonbro studio)
  • Membaca untuk kesenangan dikaitkan dengan kemampuan kognitif dan kesehatan mental yang lebih baik.

  • Kebiasaan membaca sejak kecil berhubungan dengan memori, perhatian, prestasi akademik, dan struktur otak yang lebih baik saat remaja.

  • Pada orang lanjut usia, rutin membaca dikaitkan dengan risiko penurunan fungsi kognitif yang lebih rendah, meski belum bisa dianggap sebagai obat atau jaminan bebas demensia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Membaca beberapa halaman saat jeda istirahat atau sebelum tidur mungkin terlihat sederhana. Namun, saat kamu membaca, otak tidak hanya memproses huruf, tetapi juga mengenali simbol, menghubungkan kata, memahami makna, mengingat informasi, serta membangun gambaran tentang isi bacaan.

Dalam penelitian, aktivitas ini disebut reading for pleasure atau membaca untuk kesenangan. Bentuknya tidak terbatas pada buku cetak. E-book, majalah, komik, dan novel grafis juga termasuk selama aktivitas tersebut dilakukan secara sukarela, bukan karena kewajiban.

  1. Membaca membuat sejumlah fungsi otak bekerja

    Membaca melibatkan jaringan otak yang berhubungan dengan pengenalan kata, bahasa, perhatian, memori, dan pengendalian diri. Ketika membaca fiksi, terutama cerita yang menggambarkan kehidupan dan perasaan tokoh, otak juga memproses informasi sosial.

    Proses tersebut membantu pembaca memahami sudut pandang, emosi, dan kemungkinan tindakan orang lain. Karena itu, membaca dikaitkan dengan kemampuan kognitif dan fungsi sosial yang lebih baik. Namun, setiap orang yang membaca tidak selalu memiliki kemampuan kognitif lebih tinggi. Banyak penelitian masih bersifat observasional sehingga belum belum membuktikan hubungan sebab akibat.

  2. Kebiasaan sejak kecil berhubungan dengan perkembangan otak

    Ilustrasi kegiatan membaca buku yang menggambarkan seseorang menikmati waktu membaca dalam suasana tenang.
    ilustrasi membaca buku untuk (unsplash.com/Lilly Rum)

    Salah satu studi yang dirangkum dalam penelitian terlampir menggunakan data lebih dari 10 ribu anak dan remaja dari kelompok Adolescent Brain Cognitive Development di Amerika Serikat.

    Peneliti menemukan bahwa anak yang mulai membaca untuk kesenangan sejak usia dini cenderung memiliki kemampuan kognitif yang lebih baik saat memasuki masa remaja. Mereka juga menunjukkan perhatian, memori, dan kemampuan belajar yang lebih baik, serta lebih sedikit masalah perilaku dan kesehatan mental.

    Kelompok yang mulai membaca lebih awal juga memiliki perbedaan pada luas dan volume sejumlah bagian otak yang berkaitan dengan bahasa, perhatian, pengendalian emosi, dan kemampuan berpikir. Hubungan tersebut tetap terlihat setelah peneliti memperhitungkan beberapa faktor, termasuk status sosial ekonomi keluarga.

    Studi tersebut menemukan sekitar 12 jam membaca untuk kesenangan per minggu sebagai durasi yang secara statistik paling terkait dengan hasil kognitif yang baik.

  3. Membaca juga berhubungan dengan kesehatan otak saat menua

    Manfaat membaca tidak berhenti setelah seseorang menyelesaikan pendidikan. Studi longitudinal terhadap 1.962 orang dewasa berusia 64 tahun ke atas di Taiwan mengikuti peserta selama 14 tahun.

    Hasilnya, orang yang lebih sering membaca memiliki risiko penurunan fungsi kognitif yang lebih rendah dibandingkan mereka yang jarang membaca. Hubungan ini terlihat pada peserta dengan tingkat pendidikan yang berbeda.

    Penelitian lain terhadap 459 orang dewasa yang secara kognitif masih sehat menemukan bahwa peserta yang rutin membaca memperoleh hasil lebih baik dalam berbagai tes kognitif. Hubungan tersebut juga tampak pada kelompok dengan tingkat pendidikan lebih rendah. Namun, penelitian ini tidak menemukan perbedaan pada hasil pemindaian MRI otak antara kelompok pembaca dan nonpembaca.

    Temuan ini penting karena manfaat membaca tidak hanya bisa dilihat dari perubahan struktur otak. Kemampuan mengingat, memahami, dan memproses informasi juga menjadi bagian dari kesehatan kognitif.

  4. Membaca dapat membantu kesejahteraan mental

    Selain fungsi kognitif, membaca untuk kesenangan dikaitkan dengan stres yang lebih rendah, empati yang lebih baik, dan rasa kesepian yang berkurang. Membaca bersama anak atau mengikuti klub buku juga dapat menambah interaksi sosial.

    Meski demikian, bukti mengenai manfaat emosional tersebut sebagian berasal dari survei berdasarkan pengalaman pribadi. Hasilnya dapat dipengaruhi oleh kebiasaan, minat, dan kondisi sosial orang yang mengikuti survei. Karena itu, membaca tidak dapat dianggap sebagai pengganti psikoterapi atau pengobatan untuk depresi dan gangguan mental lainnya.

    Membaca juga bukan cara tunggal untuk menjaga kesehatan otak. Tidur cukup, aktivitas fisik rutin, hubungan sosial, pengelolaan tekanan darah dan diabetes, serta pemeriksaan kesehatan tetap berperan penting.

    Kesimpulannya, penelitian menunjukkan bahwa membaca untuk kesenangan memiliki hubungan yang konsisten dengan kemampuan kognitif, kesejahteraan mental, dan penurunan fungsi otak yang lebih lambat. Kebiasaan ini dapat dimulai dari bacaan yang disukai.

    Referensi

    Barbara J. Sahakian, Vicki Perrin, and Christelle Langley, “Reading and Associations with Brain Health, Cognition, Well-Being, and Mental Health,” Psychological Medicine 56 (2026): e262, 1–5, https://doi.org/10.1017/S0033291726105625.

    Yun-Jun Sun et al., “Early-Initiated Childhood Reading for Pleasure: Associations with Better Cognitive Performance, Mental Well-Being and Brain Structure in Young Adolescence,” Psychological Medicine 54, no. 2 (2024): 359–373, https://doi.org/10.1017/S0033291723001381.

    Yu-Hung Chang, I-Chien Wu, and Chao A. Hsiung, “Reading Activity Prevents Long-Term Decline in Cognitive Function in Older People: Evidence from a 14-Year Longitudinal Study,” International Psychogeriatrics 33, no. 1 (2021): 63–74, https://doi.org/10.1017/S1041610220000812.

    Y. Wang et al., “Reading Activities Compensate for Low Education-Related Cognitive Deficits,” Alzheimer’s Research & Therapy 14, no. 1 (2022): 156, https://doi.org/10.1186/s13195-022-01098-1.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More