Comscore Tracker

Berat Badan Naik saat Menstruasi? Ini Alasannya, Jangan Khawatir!

Seringnya sih cuma 'rasanya'...

Bagi sebagian wanita menstruasi adalah masa-masa yang melegakan sekaligus kerap menyebalkan. Pasalnya, masa menstruasi ini juga sering menimbulkan berbagai keluhan lain. Seakan rasa nyeri akibat kram perut tak cukup, berat badan juga ikut naik saat menstruasi. Duh!

Kalau sudah begini, kamu pun mungkin akan merasa uring-uringan. Di satu sisi, kamu merasa sebal jika ngidam makanan tertentu tidak dituruti. Di sisi lain, kamu juga jadi lebih sebal saat menyadari bahwa angka di timbangan terus melejit naik. Ugh!

1. Ada sekitar 150 gejala

Berat Badan Naik saat Menstruasi? Ini Alasannya, Jangan Khawatir!drlauryn.com

Sebuah penelitian medis mengidentifikasi sekitar 150 gejala yang dialami oleh wanita di masa menjelang menstruasi. Beberapa di antaranya adalah mengidam makanan tertentu, retensi air, dan tubuh yang terasa 'bengkak'.

Tentunya, gejala tersebut pun membuat kamu pun merasa berat badan menjadi naik. By the way, 150 gejala itu banyak banget loh!

2. Perubahan nafsu makan di fase luteal

Berat Badan Naik saat Menstruasi? Ini Alasannya, Jangan Khawatir!runtastic.com

Kamu mungkin sudah menyadari betul adanya perubahan nafsu makan saat menstruasi. Kamu jadi lebih sering ngidam, lebih banyak makan, dan berujung pada berat badan yang bertambah.

Beberapa studi menunjukkan bahwa perempuan cenderung mengonsumsi kalori lebih banyak saat dalam fase luteal. Ini terjadi setelah ovulasi dan berlangsung hingga hari pertama menstruasi dengan dominasi hormon progesteron. Nah, hormon ini memicu nafsu makan.

Selain itu, sebuah studi di tahun 2016 juga memperlihatkan bahwa perempuan cenderung mengonsumsi lebih banyak protein pada fase luteal. Perempuan yang sedang menstruasi juga mengeluhkan beberapa hal seperti mengidam makanan terutama untuk jenis makanan, baik yang manis maupun asin.

3. Retensi air dan tubuh terasa bengkak

Berat Badan Naik saat Menstruasi? Ini Alasannya, Jangan Khawatir!everydaywellness.org

Retensi air adalah kondisi saat cairan tubuh yang berlebihan menumpuk di dalam tubuh, baik di sistem peredaran darah maupun di dalam jaringan dan rongga tubuh. Kalau sudah begini, kembung dan bengkak terutama di area perut, lengan, dan kaki pun jadi tak terhindarkan.

Terjadinya retensi air dan garam pada periode menstruasi tak lain disebabkan oleh progesteron. Hormon ini mengaktifkan hormon aldosteron yang membuat ginjal menahan air dan garam. Namun berita baiknya, retensi ini tidak berarti adanya peningkatan berat badan yang signifikan.

Baca Juga: Periode Menstruasi Jadi Lebih Panjang? 7 Hal Ini Bisa Jadi Penyebabnya

4. Angka rerata untuk kenaikan berat badan

Berat Badan Naik saat Menstruasi? Ini Alasannya, Jangan Khawatir!ontrackdiabetes.com

Meski secara umum tak ada kenaikan signifikan, bukan berarti kamu sama sekali tak mungkin mengalami penambahan berat badan saat menstruasi. Hanya saja, tak ada angka pasti berapa standar kenaikan yang terjadi.

Beberapa orang mungkin tak akan merasakannya, tetapi beberapa lainnya mungkin juga sampai mencapai kenaikan hingga 2 kg. Lagi-lagi, berita baiknya, kenaikan berat badan semacam ini pun biasanya terjadi secara temporer saat berada dalem fase luteal. Umumnya begitu memasuki masa menstruasi, berat badan pun akan kembali seperti semula.

5. Gejala PMS lainnya yang wajar

Berat Badan Naik saat Menstruasi? Ini Alasannya, Jangan Khawatir!thehealthy.com

Selain yang sudah disebutkan sebelumnya, menstruasi juga memiliki beberapa gejala lain baik secara fisik maupun psikis seperti berikut.

  • Sulit berkonsentrasi
  • Menarik diri dari lingkungan sosial
  • Rasa sakit dan nyeri
  • Sakit kepala
  • Mudah marah dan kesal
  • Pencernaan bermasalah
  • Insomnia
  • Tidur jadi lebih banyak
  • Nyeri perut
  • Gangguan kecemasan
  • Depresi

6. Menghindari kenaikan berat badan dengan diet

Berat Badan Naik saat Menstruasi? Ini Alasannya, Jangan Khawatir!cheatsheet.com

Kalau kamu merasa khawatir berat badan jadi tak terkendali saat menstruasi, maka harus ada kiat khusus yang dilakukan. The American College of Obstericians and Gynecologists merekomendasikan untuk mengurangi efek PMS tersebut dengan beberapa cara sebagai berikut.

  • Makan karbohidrat kompleks untuk mengurangi mood swings dan ngidam
  • Makan makanan yang kaya kandungan kalsium seperti yogurt dan sayuran hijau
  • Mengurangi konsumsi lemak, garam, dan gula
  • Menghindari atau membatasi minuman berkafein atau beralkohol
  • Makan dengan jumlah lebih sedikit tetapi frekuensi lebih banyak untuk menjaga kestabilan kadar gula darah

7. Mengonsumsi suplemen dan obat-obatan jika diperlukan

Berat Badan Naik saat Menstruasi? Ini Alasannya, Jangan Khawatir!stormontvail.org

Dalam beberapa kasus, dokter mungkin juga akan merekomendasikan penggunaan suplemen magnesium. Bahan ini digunakan untuk mengatasi kembung, nyeri pada payudara, dan mood yang kurang stabil.

Terkadang, dokter juga akan meresepkan diuretik untuk perempuan yang mengalami retensi saat menstruasi sehingga kelebihan air dalam tubuh pun dapat dikeluarkan. Dalam beberapa kasus, dokter juga akan mengombinasikan obat kontrasepsi oral untuk mengatasi PMS.

Umumnya, kenaikan berat badan saat menstruasi hanya berupa 'sensasi'. Namun bijaknya, tetaplah melakukan diet, aktif bergerak, dan pola hidup sehat bahkan saat berada dalam masa PMS dengan segudang godaannya untuk tetap membuatmu sehat, bersemangat, dan percaya diri.

Baca Juga: Pemicu Munculnya Gumpalan Darah saat Menstruasi dan Cara Mengatasinya

Topic:

  • Shelly Salfatira
  • Bayu D. Wicaksono

Berita Terkini Lainnya