Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Stroke saat Tidur: Tanda Bahaya dan Langkah Pertolongan Pertama
ilustrasi gejala stroke saat bangun tidur (IDN Times/Novaya Siantita)
  • Stroke yang terjadi saat seseorang tidur sering baru diketahui ketika ia terbangun. Tanda-tandanya dapat muncul mendadak, seperti wajah mencong, satu sisi tubuh lemah, atau bicara pelo.

  • Perhatikan juga gangguan keseimbangan dan penglihatan, kebingungan mendadak, atau sakit kepala hebat tanpa sebab yang jelas.

  • Segera hubungi layanan darurat medis. Catat kapan orang tersebut terakhir terlihat normal sebelum tidur dan kapan gejala diketahui.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pagi hari, seseorang terbangun dan mendapati satu lengannya sulit diangkat. Senyumnya tampak tidak seimbang atau kata-katanya terdengar pelo.

Karena baru bangun tidur, keluarga mungkin mengira ia masih mengantuk atau lengannya tertindih semalaman. Namun, kelemahan yang muncul mendadak, terutama jika disertai perubahan pada wajah atau bicara, perlu diperlakukan sebagai keadaan darurat.

Stroke yang gejalanya pertama kali diketahui saat seseorang bangun tidur sering disebut wake-up stroke. Waktu persis terjadinya stroke mungkin tidak diketahui; orang tersebut terakhir terlihat normal sebelum tidur. Karena itu, gejala yang muncul saat bangun perlu sesegera mungkin diperiksa.

Tanda-tanda yang perlu dikenali

Gejala stroke biasanya muncul tiba-tiba. Cara sederhana untuk mengingat beberapa tanda utamanya adalah B.E. F.A.S.T., yaitu:

  • B — Balance: keseimbangan mendadak terganggu, sulit berjalan, atau pusing.

  • E — Eyes: penglihatan tiba-tiba kabur, ganda, atau hilang pada satu atau kedua mata.

  • F — Face: salah satu sisi wajah tampak turun atau senyum tidak simetris.

  • A — Arms: satu lengan atau sisi tubuh terasa lemah atau kebas; ketika kedua lengan diangkat, salah satunya turun.

  • S — Speech: bicara pelo, sulit berbicara, atau sulit memahami ucapan.

  • T — Time: segera cari atau minta pertolongan darurat.

Tanda lain yang juga perlu diwaspadai ialah kebingungan mendadak dan sakit kepala hebat yang muncul tanpa sebab jelas.

Tidak semua tanda harus muncul bersamaan. Perubahan yang tampak ringan, misalnya bicara yang mendadak terdengar berbeda, tetap perlu dianggap serius jika muncul tiba-tiba.

Apa yang perlu dilakukan?

ilustrasi petugas ambulans membawa pasien stroke (pexels.com/RDNE Stock project)

Segera hubungi ambulans atau layanan kegawatdaruratan medis setempat.

Sampaikan gejala yang terlihat dan catat dua waktu, yaitu kapan orang tersebut terakhir terlihat normal sebelum tidur serta kapan gejala pertama kali diketahui. Informasi ini membantu tim medis menentukan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.

Jangan menunggu untuk melihat apakah gejalanya hilang, dan jangan meminta pasien menyetir sendiri ke rumah sakit.

Jangan memberikan aspirin atas inisiatif sendiri. Stroke dapat disebabkan oleh sumbatan atau pecahnya pembuluh darah, dan aspirin dapat memperburuk perdarahan.

Hindari juga memberi makanan atau minuman karena kemampuan menelan mungkin terganggu.

Gejala yang mereda pun tetap membutuhkan penilaian medis segera. Kondisi tersebut dapat berkaitan dengan serangan iskemik sementara (TIA atau mini stroke), yang tetap merupakan keadaan darurat dan bisa menjadi peringatan akan stroke.

Bangun dengan gejala stroke tidak selalu berarti terlambat

Penanganan stroke bergantung pada jenis stroke, waktu, kondisi pasien, dan hasil pemeriksaan pencitraan otak. Pedoman American Heart Association dan American Stroke Association 2026 menyebut sebagian pasien dengan stroke iskemik yang waktu mulainya tidak diketahui, termasuk orang yang terbangun dengan gejala, dapat dipertimbangkan untuk terapi tertentu jika pencitraan menunjukkan jaringan otak yang masih bisa diselamatkan. Keputusan ini hanya dapat dibuat oleh tim medis setelah pemeriksaan.

Uji klinis WAKE-UP yang diterbitkan dalam The New England Journal of Medicine juga meneliti terapi pada pasien dengan waktu awal stroke yang tidak diketahui. Pasien dipilih berdasarkan hasil MRI, bukan hanya perkiraan kapan gejala mulai. Temuan ini membantu mendasari pendekatan pencitraan untuk sebagian pasien, tetapi tidak berarti setiap orang yang bangun dengan gejala akan memenuhi syarat terapi tersebut.

Apabila seseorang bangun tidur dengan wajah tidak simetris, kelemahan satu sisi tubuh, bicara pelo, gangguan penglihatan atau keseimbangan yang muncul mendadak, anggap itu sebagai keadaan darurat. Catat waktu terakhir ia terlihat normal dan segera cari pertolongan medis.

Referensi

American Stroke Association, “Stroke Symptoms and Warning Signs,” diakses 13 Oktober 2026.

American Stroke Association, “Top 10 Things to Know from the 2026 American Heart Association/American Stroke Association Acute Ischemic Stroke Guideline,” diakses 13 Oktober 2026.

National Institutes of Health, “Stroke,” diakses 13 Oktober 2026.

American Stroke Association, “Aspirin and Stroke,” diakses 13 Oktober 2026.

St John Ambulance, “Stroke Symptoms and First Aid,” diakses 13 Oktober 2026.

Shyam Prabhakaran et al., “2026 Guideline for the Early Management of Patients With Acute Ischemic Stroke: A Guideline From the American Heart Association/American Stroke Association,” Stroke 57, no. 8 (2026): e316–e436, https://doi.org/10.1161/STR.0000000000000513.

Götz Thomalla et al., “MRI-Guided Thrombolysis for Stroke with Unknown Time of Onset,” The New England Journal of Medicine 379, no. 7 (2018): 611–22, https://doi.org/10.1056/NEJMoa1804355.

Curated For You

Editorial Team

Related Article