Penelitian ini membandingkan lari pelan dengan duduk beristirahat, bukan dengan berjalan kaki atau jenis olahraga lainnya. Selain itu, pesertanya hanya 24 orang dewasa muda yang sehat dan efeknya diukur setelah satu kali sesi olahraga. Karena itu, hasilnya belum tentu berlaku untuk semua kelompok usia, orang dengan gangguan suasana hati atau penyakit otak, maupun untuk manfaat jangka panjang.
Pesan praktisnya, kamu tidak perlu mengejar pace tertentu untuk mulai aktif. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), aktivitas fisik apa pun lebih baik daripada tidak bergerak sama sekali.
Bagi yang masih kurang aktif, mulailah dari jumlah yang kecil dan tingkatkan secara bertahap. Untuk orang dewasa, rekomendasi umumnya adalah 150 hingga 300 menit aktivitas aerobik intensitas sedang per minggu, atau setara dengan aktivitas intensitas berat.
Lari pelan selama 10 menit memang belum memenuhi target tersebut, tetapi penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas ringan pun dapat memberi manfaat jangka pendek bagi suasana hati dan fungsi otak.
Referensi
Chorphaka Damrongthai et al., “Slow Running Benefits: Boosts in Mood and Facilitation of Prefrontal Cortex Function Even at Very Light Intensity,” Imaging Neuroscience 4 (2026): IMAG.a.1297, https://doi.org/10.1162/IMAG.a.1297.
University of Tsukuba, “Benefits of Slow Running: Just 10 Minutes of Very Slow Running Improves Mood and Executive Function While Activating the Prefrontal Cortex,” diakses September 2026.
World Health Organization, “Physical Activity,” diakses September 2026.