Saat abu masih beterbangan, batasi aktivitas outdoor dan pilih ruangan yang tidak berabu. Tutup pintu serta jendela, tetapi pastikan ruangan tidak menjadi terlalu panas. Hindari asap rokok dan kegiatan yang menghasilkan banyak asap di dalam rumah.
Sebaiknya minta bantuan orang lain untuk membersihkan endapan abu agar ibu tidak ikut terpapar selama pembersihan. Abu perlu dibersihkan secara hati-hati dengan metode lembap supaya tidak kembali beterbangan.
Jika harus keluar, gunakan respirator N95 atau setara yang menutup hidung dan mulut dengan rapat.
Apabila ibu hamil memiliki penyakit paru atau jantung, konsultasikan kesesuaian respirator dengan tenaga kesehatan.
Segera cari pertolongan medis jika ibu hamil mengalami kesulitan bernapas, nyeri dada, atau pingsan. Gerakan janin yang berkurang dari biasanya, perdarahan dari vagina, atau cairan yang merembes dari vagina juga perlu segera diperiksa. Ini adalah tanda bahaya kehamilan.
Kalau harus mengungsi, bawa obat, catatan pemeriksaan kehamilan, dan informasi fasilitas persalinan tujuan. Pastikan petugas mengetahui bahwa kamu sedang hamil agar pemeriksaan serta kebutuhan persalinan tetap terencana.
Referensi
International Volcanic Health Hazard Network, “Health Impacts of Volcanic Ash: A Guide for the Public,” diakses 7 September 2026.
Ana Ines Balsa, Marcelo Caffera, dan Juanita Bloomfield, “Exposures to Particulate Matter from the Eruptions of the Puyehue Volcano and Birth Outcomes in Montevideo, Uruguay,” Environmental Health Perspectives 124, no. 11 (2016): 1816–22, https://doi.org/10.1289/EHP235.
International Volcanic Health Hazard Network, “Protection from Breathing Ash,” diakses 7 September 2026.
Centers for Disease Control and Prevention, “Wildfire Smoke and Pregnancy,” diakses 7 September 2026.
Centers for Disease Control and Prevention, “Recognizing Urgent Pregnancy-Related Warning Signs,” diakses 7 September 2026.