World Health Organization, “Cholera Annual Report, 2025,” Weekly Epidemiological Record 101, no. 38 (September 25, 2026): 223–234, https://www.who.int/publications/journals/weekly-epidemiological-record/wer101-38
World Health Organization, “WHO Reports Latest Global Trends in Cholera, Meningitis and Plague,” diakses Oktober 2026.
WHO Catat Kematian Kolera Tertinggi Sejak 1999

WHO menerima laporan 7.870 kematian kolera pada 2025, naik 30,6 persen dari tahun sebelumnya.
Jumlah kasus yang dilaporkan turun 19,5 persen menjadi 451.499.
Rasio kematian semua lokasi berbeda dari angka kematian di fasilitas kesehatan; keduanya tidak bisa disamakan.
1. Kematian naik, sementara kasus yang dilaporkan turun
Pada 2024, WHO menerima laporan 6.028 kematian dan 560.823 kasus. Pada 2025, kematian bertambah 1.842 atau 30,6 persen, sementara kasus turun 109.324 atau 19,5 persen, menjadi 451.499.
Peningkatan kematian terbesar di Republik Demokratik Kongo (RDK), Sudan Selatan, Angola, dan Sudan. Keempat negara tersebut bersama-sama melaporkan 4.143 kematian lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya.
2. Rasio kematian di fasilitas kesehatan tercatat 0,9 persen

Bakteri penyebab Kolera (commons.wikimedia.org/Wayback Machine) Rasio kematian dengan menghitung seluruh kematian yang dilaporkan terhadap seluruh kasus tercatat naik dari 1,1 persen pada 2024 menjadi 1,7 persen pada 2025. Sementara itu, rasio kematian di fasilitas kesehatan tercatat 0,9 persen. Angka terakhir ini hanya dapat dihitung untuk 37 negara yang datanya mencakup 77,8 persen kasus yang dilaporkan.
Angka 0,9 persen tidak mencakup semua kematian. Dari negara-negara yang melaporkan lokasi kematian, sebagian kematian terjadi di luar fasilitas kesehatan; sebagian lainnya tidak mencantumkan lokasi. Karena itu, kedua rasio tersebut menggambarkan hal yang berbeda.
3. Angka laporan belum menggambarkan seluruh beban kolera
Data berasal dari laporan surveilans negara. Pada 2025, 47 negara melaporkan kasus, 81 negara mengirim laporan nol kasus, sedangkan data dari 77 negara tidak diterima. WHO menyebut masih banyak kasus kolera yang tidak tercatat.
Referensi
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)

















![[QUIZ] Dari Caramu Mendinginkan Diri saat Terik, Kami Tahu Masalah Kesehatan yang Mengintaimu!](https://image.idntimes.com/post/20231128/pexels-mauricio-mascaro-907865-2c8f1bbcaa89d9b6228fec9cc7e8026d-e1ab1b5bc3187ee440e7ad7b1a8c77aa.jpg)




