Comscore Tracker

14 Penyebab Keputihan Berbau Tak Sedap, Ada yang Butuh Pengobatan

Bisa jadi tanda penyakit menular seksual

Pada kebanyakan kasus, keputihan adalah hal normal, yang mana merupakan cara alami tubuh dalam menjaga kebersihan dan kelembapan organ reproduksi perempuan. Keputihan juga dapat melindungi vagina dari risiko infeksi.

Meski demikian, kadang keputihan juga bisa disebabkan oleh infeksi atau penyakit tertentu. Nah, salah satu gejala yang perlu diwaspadai adalah keputihan yang berbau.

Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), bau pada keputihan sebenarnya normal, terutama setelah menstruasi atau beraktivitas berat yang membuat area selangkangan berkeringat. Namun, bila keputihan menunjukkan gejala-gejala berikut, kamu perlu waspada:

  • Peningkatan jumlah cairan keputihan
  • Berwarna hijau atau kuning
  • Cairan keputihan berair atau berbusa
  • Berwarna putih susu dan memiliki tekstur lembek encer;
  • Berbau amis dan busuk, dan
  • Keputihan disertai nyeri, gatal, lecet, luka, atau pendarahan

Bila mengalami gejala-gejala di atas, sebaiknya segera temui dokter. 

Ketika mengalami keputihan yang berbau, tentu reaksi pertamamu adalah bingung atau khawatir. Karena itu, yuk, kenali apa saja penyebab keputihan berbau!

Warna-warni keputihan

14 Penyebab Keputihan Berbau Tak Sedap, Ada yang Butuh Pengobatanilustrasi keputihan berbau tidak sedap (freepik.com/diana.grytsku)

Sebelum membahas penyebab keputihan berbau, mari kenali dulu warna-warna keputihan. Dilansir Healthline, keputihan adalah hal normal dan bisa dikategorikan berdasarkan warna dan konsistensinya.

  • Bening dan berair: Normal, bisa terjadi setiap bulan, terutama jika kamu habis berolahraga berat.
  • Bening dan lengket: Normal dan menunjukkan fase ovulasi.
  • Putih: Normal pada awal atau akhir siklus menstruasi. Namun, jika cairan putih disertai sensasi gatal dan terasa benyek di jari, segera konsultasi karena bisa menjadi indikasi infeksi jamur.
  • Cokelat dan terdapat bercak darah:
    - Normal bila terjadi selama atau di akhir siklus menstruasi, meskipun ada sedikit bercak darah.
    - Jika bercak terlihat waktu menstruasi sementara kamu baru berhubungan seks, ini bisa jadi tanda kehamilan. Namun, bila bercak terjadi pada fase awal kehamilan, ini bisa jadi tanda keguguran. Segera konsultasi dengan dokter.
    - Jarang terjadi, tetapi cairan berwarna cokelat atau ada darah bisa menjadi tanda kanker endometrium atau kanker serviks, fibroid rahim, dan kondisi abnormal lainnya.
  • Kuning atau hijau: Jika terasa kental dan tebal di jari dan disertai bau yang tidak sedap, ini tanda adanya masalah. Jenis keputihan ini mungkin merupakan tanda infeksi trikomoniasis atau penyakit menular seksual lainnya

Oleh karena itu, penting untuk memeriksakan panggul dan melakukan tes Pap smear, terutama jika keputihan menunjukkan gejala-gejala tak biasa. Bila memang ada kelainan atau penyakit, kamu bisa segera mendapat penanganan dan terhindar dari komplikasi.

Kamu juga bisa mencegah gangguan pada keputihan dengan mengetahui penyebabnya. Ladies, waspadalah, inilah 14 penyebab keputihan berbau tak sedap hingga berubah warna.

1. Lupa ada tampon di vagina saat menstruasi

14 Penyebab Keputihan Berbau Tak Sedap, Ada yang Butuh Pengobatanilustrasi tampon dan siklus menstruasi (freepik.com/freepik)

Dilansir Self, keputihan yang berbau bisa diakibatkan oleh tampon yang terlupakan di vagina. Bahkan, ada yang berhubungan seks dan lupa ada tampon di dalam vaginanya.

Lauren Streicher, M. D., profesor bidang kebidanan klinis dan ginekologi di Fakultas Kedokteran Northwestern University Feinberg, Amerika Serikat (AS), mengatakan bahwa ini sering terjadi dan bahkan kebanyakan perempuan tidak menyadarinya.

“Setiap dokter kandungan pasti punya pengalaman kedatangan seorang pasien perempuan dengan keluhan keputihannya bau. Saat diperiksa, ternyata, penyebabnya adalah tampon yang terlupakan,” katanya.

2. Makanan yang dikonsumsi

14 Penyebab Keputihan Berbau Tak Sedap, Ada yang Butuh Pengobatanilustrasi minum smoothie (pexels.com/Charlotte May)

Mungkin kamu pernah dengan bahwa buah nanas dan jeruk bikin vagina harum. Benarkah demikian?

Prof. Streicher menekankan bahwa sebenarnya tidak ada bukti bahwa makanan memengaruhi keputihan. Meski begitu, anggapan tersebut keburu beredar luas, dan bahkan beberapa ahli mengklaim pernah mengklaim fenomena ini.

Jadi, bila kamu mencium bau tak sedap pada keputihan dan menyadari belakangan ini ada yang tak beres pada pola makanmu, daripada menebak-nebak, sebaiknya konsultasi ke dokter.

3. Darah pada menstruasi

14 Penyebab Keputihan Berbau Tak Sedap, Ada yang Butuh Pengobatanilustrasi haid atau menstruasi (unsplash.com/Erol Ahmed)

Keputihan berubah warna dan berbau lebih menyengat dari biasanya saat kamu menstruasi? Jangan takut! Menurut mantan direktur Minimally Invasive Gynecology di Fakultas Kedokteran University of Illinois at Chicago, AS, Jessica Shepherd MD, MBA, FACOG, hal tersebut normal.

Darah memiliki kadar pH yang lebih tinggi atau basa. Hal tersebut mengganggu kinerja bakteri pada vagina selama menstruasi. Namun, tidak perlu khawatir, hal ini normal dan akan sirna seiring menstruasi datang dan pergi.

Baca Juga: Kenali Ciri-ciri Keputihan yang Normal, Nggak Perlu Khawatir!

4. Berhubungan seksual tanpa pengaman

14 Penyebab Keputihan Berbau Tak Sedap, Ada yang Butuh Pengobatanilustrasi kondom (pexels.com/Nataliya Vaitkevich)

Beberapa perempuan mengeluhkan bau keputihan yang tak biasa setelah berhubungan seks. Lagi-lagi, ini sebetulnya masuk akal, terutama bila melakukan seks tanpa pengaman atau kondom.

Cairan vagina mungkin bercampur dengan air mani atau sperma pasangan. Seperti darah pada menstruasi, sperma memiliki pH tinggi, memengaruhi vagina, sehingga menimbulkan bau keputihan yang lebih kuat.

Seharusnya, bau ini akan hilang setelah kamu mandi sehabis berhubungan seksual atau dalam 1-2 hari. Namun, bila bau keputihan membandel atau memburuk, bergegaslah ke dokter.

5. Berolahraga berat

14 Penyebab Keputihan Berbau Tak Sedap, Ada yang Butuh Pengobatanilustrasi bersepeda (pexels.com/The Lazy Artist Gallery)

Kenapa setelah berolahraga intens keputihan jadi berbau menyengat? Ginekolog di Westchester County, AS, Alyssa Dweck MS, MD, FACOG, mengatakan bahwa hal tersebut disebabkan karena keringat yang terperangkap di daerah selangkangan.

Bahan celana olahraga yang harusnya menghilangkan keringat malah menjebak keringat dan menimbulkan bau tidak sedap pada keputihan. Tak perlu panik, karena setelah mandi keluhan ini akan hilang dengan sendirinya.

6. Salah pakai celana dalam

14 Penyebab Keputihan Berbau Tak Sedap, Ada yang Butuh Pengobatanilustrasi celana dalam (whenwomeninspire.com)

Girls, kamu pasti tahu kalau jenis celana dalam yang dipilih itu penting! Beberapa celana dalam dirajut dengan bahan tertentu yang memerangkap panas dan kelembapan. Hal ini ternyata memengaruhi keseimbangan pH pada vagina yang memengaruhi bakteri dan, tentu saja, keputihan!

Dilansir Healthline, kamu disarankan untuk mengenakan celana dalam berbahan katun. Jangan lupa untuk mencucinya dengan detergen hipoalergenik dan menggantinya secara rutin setidaknya dua kali sehari.

Namun, bila kamu melakukan seks berisiko, seperti gonta-ganti pasangan, atau berhubungan seksual yang tidak higienis, maka besar kemungkinannya keputihan akan berubah warna dan berbau tak sedap.

Hal ini menjadi indikasi adanya penyakit menular seksual. Beberapa jenisnya yang bisa menyebabkan keputihan berbau tak sedap adalah vaginosis bakterialis, trikomoniasis, infeksi jamur, gonore, klamidia, radang panggul, dan herpes.

Selain itu, keputihan abnormal juga bisa menjadi indikasi kanker serviks.

7. Vaginosis bakterialis

14 Penyebab Keputihan Berbau Tak Sedap, Ada yang Butuh Pengobatanilustrasi keputihan (pexels.com/Nataliya Voitkevich)

Seperti namanya, vaginosis bakterialis adalah infeksi vagina akibat pertumbuhan bakteri anaerob. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), penyakit ini rentan terjadi pada perempuan usia 15-44 tahun dan ibu hamil.

Pertumbuhan bakteri pada vaginosis bakterialis menyebabkan kenaikan pH pada vagina. Hal ini mengakibatkan keputihan berbau menyengat hingga amis! Perempuan yang memiliki banyak pasangan seks dan/atau seks oral berada pada risiko tertinggi mengalaminya.

8. Trikomoniasis

14 Penyebab Keputihan Berbau Tak Sedap, Ada yang Butuh Pengobatanilustrasi parasit Trichomonas vaginalis penyebab trikomoniasis (avert.org)

Dilansir Medial News Today, trikomoniasis adalah infeksi pada vagina akibat parasit mikroorganisme bersel tunggal, Trichomonas vaginalis. Selain aktivitas seksual, T. vaginalis juga menyebar melalui penggunaan handuk dan pakaian renang bergilir.

Pada keputihan, trikomoniasis membuatnya berubah warna menjadi hijau dan kuning dengan bau yang tidak sedap. Sebanyak 70 persen pasien trikomoniasis tidak menunjukkan gejala. Meskipun asimtomatik, beberapa pasien mengeluhkan gejala:

  • Sensasi gatal, terbakar, atau nyeri pada alat kelamin.
  • Kulit di sekitar vagina berubah kemerahan.
  • Rasa tidak nyaman saat buang air kecil.

Segera berobat jika mengalami gejala-gejala di atas. Jika trikomoniasis tidak segera ditangani, maka dapat menyebabkan radang panggul hingga kemandulan.

9. Infeksi jamur

14 Penyebab Keputihan Berbau Tak Sedap, Ada yang Butuh PengobatanIlustrasi: Vagina yang terkena infeksi jamur. self.com

Infeksi jamur pada vagina juga dapat menyebabkan perubahan dan bau tidak sedap pada keputihan. Kondisi ini disebabkan oleh pertumbuhan jamur Candida di vagina yang tidak terkontrol. Oleh sebab itu, gangguan ini juga disebut kandidiasis.

Mengutip Mayo Clinic, infeksi jamur pada vagina diperkirakan terjadi pada 3-4 perempuan selama hidup, bahkan bisa hingga dua kali! Sebenarnya, infeksi jamur bukan termasuk penyakit menular seksual. Namun, risiko infeksi jamur lebih besar dengan aktivitas seksual yang tidak aman, terutama seks oral. Risiko terkena infeksi jamur juga lebih besar karena:

  • Stres
  • Diabetes
  • Penggunaan pil KB
  • Kehamilan
  • Konsumsi antibiotik

Infeksi jamur pada vagina menyebabkan keputihan berubah warna jadi putih keabu-abuan dengan tekstur benyek serta bau yang tidak sedap. Selain perubahan pada keputihan, gejala infeksi jamur pada vagina lainnya adalah:

  • Gatal dan bengkak di sekitar vagina
  • Sensasi terbakar saat buang air kecil atau berhubungan seks
  • Nyeri saat berhubungan seks
  • Rasa sakit di vagina
  • Kulit di sekitar vagina berubah kemerahan dan terdapat ruam

10. Gonore

14 Penyebab Keputihan Berbau Tak Sedap, Ada yang Butuh Pengobatanilustrasi bakteri Neisseria gonorrhoeae penyebab gonore (hygiene-in-practice.com)

Kemudian, gonore atau kencing nanah pada perempuan juga dapat menyebabkan gangguan pada keputihan. Gonore disebabkan karena infeksi bakteri Neisseria gonorrhoeae yang menyebar melalui hubungan seksual yang tidak higienis, baik melalui seks oral atau anal.

Perempuan di bawah 25 tahun yang aktif secara seksual dan gonta-ganti pasangan memiliki risiko lebih besar. Gonore membuat keputihan berbau tidak sedap dan berubah warna menjadi pucat, hijau, atau kuning. Selain keputihan yang tidak beres, gonore menyebabkan gejala:

  • Kuantitas keputihan bertambah.
  • Sensasi nyeri atau terbakar saat buang air kecil.
  • Pendarahan pada vagina.
  • Nyeri perut dan vagina.

Segera konsultasi ke dokter jika mengidap gonore. Jika tidak mendapat penanganan, gonore dapat menyebabkan kemandulan, meningkatkan risiko terkena HIV/AIDS, hingga kecacatan pada bayi.

Baca Juga: Keputihan dengan Cairan Berwarna Hijau? Ini Penjelasan Medisnya!

11. Klamidia

14 Penyebab Keputihan Berbau Tak Sedap, Ada yang Butuh Pengobatanilustrasi Chlamydia trachomatis, bakteri penyebab klamidia (news-medical.net)

Klamidia menyasar tenggorokan, dubur, hingga serviks perempuan. Kondisi ini disebabkan oleh infeksi bakteri Chlamydia trachomatis. Aktivitas seksual tanpa pengaman dan tidak higienis memperbesar risiko penularan klamidia.

Setiap tahunnya, CDC dapat melaporkan hingga 3 juta kasus klamidia, terutama pada perempuan 15-24 tahun.

Klamidia menyebabkan keputihan berbau amat tidak sedap dan berubah warna menjadi hijau, kuning, hingga pucat. Selain itu, klamidia menyebabkan gejala-gejala ini:

  • Rasa tidak nyaman saat buang air kecil atau berhubungan seks
  • Gatal atau iritasi pada vagina
  • Pendarahan pada vagina
  • Sakit perut

Jika tidak ditangani, klamidia dapat menyebabkan radang panggul hingga kemandulan!. Selain itu, klamidia juga dapat menyebabkan infeksi mata dan pneumonia pada bayi baru lahir.

12. Herpes genital

14 Penyebab Keputihan Berbau Tak Sedap, Ada yang Butuh Pengobatanilustrasi herpes genital pada perempuan (gesund.bund.de)

Herpes genital dapat menyebabkan gangguan pada keputihan. Disebabkan oleh virus herpes simplex (HSV), herpes pada vagina dapat terjadi karena aktivitas seksual yang tidak bersih dan gonta-ganti pasangan. HSV bisa saja tidak aktif dan kambuh selama waktu-waktu tertentu.

Selain perubahan warna, herpes juga menyebabkan bau taksedap pada keputihan. Amat menular, herpes genital tidak menunjukkan gejala-gejala penularan yang signifikan. Setelah sekitar 12 hari terkena HSV, berikut adalah gejala-gejalanya:

  • Lepuhan di sekitar vagina, serviks, dubur, atau mulut yang bisa pecah dan menjadi luka yang menyakitkan.
  • Sensasi terbakar yang menyakitkan saat buang air kecil.
  • Pendarahan pada vagina.
  • Demam.
  • Sakit kepala.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di selangkangan.

Herpes belum ada obatnya, tetapi pengobatan diperlukan untuk meringankan gejala. Jika tidak ditangani, herpes kelamin bisa menjadi "gerbang" untuk penyakit menular seksual lain hingga dapat menginfeksi janin.

13. Radang panggul

14 Penyebab Keputihan Berbau Tak Sedap, Ada yang Butuh Pengobatanilustrasi radang panggul (semanticscholar.org/J. Ross)

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, trikomoniasis, gonore, dan klamidia yang tidak ditangani bisa menyebabkan radang panggul atau pelvic inflammatory disease (PID) pada perempuan. Sering terjadi akibat aktivitas seksual yang tidak bersih, radang panggul juga terjadi akibat kebersihan vagina yang kurang terjaga.

Radang panggul menyebabkan jumlah keputihan bertambah dan baunya pun tidak sedap. Selain itu, gejala-gejala radang panggul juga meliputi:

  • Nyeri di perut bagian bawah (gejala yang paling umum) dan atas.
  • Mual dan muntah.
  • Demam.
  • Sensasi tak nyaman saat berhubungan seks.
  • Buang air kecil yang menyakitkan.
  • Pendarahan.
  • Kelelahan.

Segera konsultasi dengan dokter bila mengalami gejala di atas. Jika tidak ditangani, radang panggul menyebabkan rasa sakit kronis di bagian perut akibat jaringan parut pada tuba falopi dan organ panggul lain, hingga kemandulan.

14. Human papillomavirus (HPV)

14 Penyebab Keputihan Berbau Tak Sedap, Ada yang Butuh Pengobatanilustrasi human papillomavirus (HPV) (health.clevelandclinic.org)

Kanker serviks disebabkan oleh infeksi human papillomavirus (HPV) yang ditularkan melalui aktivitas seksual dengan pembawa HPV, gonta-ganti pasangan, atau dari kulit ke kulit. Selain itu, riwayat terkena penyakit menular seksual juga memperbesar kemungkinan tertular HPV.

Menurut CDC, kanker serviks akibat HPV paling sering terlihat pada perempuan. Sementara, menurut Kementerian Kesehatan AS, 80 persen persen akan mendapatkan HPV selama hidupnya.

Sementara HPV tidak menyebabkan gejala-gejala signifikan, infeksi HPV dapat menyebabkan perubahan warna pada keputihan menjadi cokelat bertekstur cair dengan bau yang busuk.

Konsultasi ke dokter untuk skrining rutin sebagai langkah pencegahan HPV. Bila tidak ditangani, HPV bisa menyebabkan kanker serviks. Selain itu, HPV juga dapat memunculkan kutil di vagina yang menghalangi persalinan.

Itulah 14 penyebab keputihan berbau tidak sedap dan kemungkinan-kemungkinan terburuknya.

Keputihan sebenarnya adalah hal yang normal dan merupakan mekanisme perlindungan diri vagina. Namun, bila keputihan berbau tak sedap dan berubah warna, jangan tinggal diam, segera periksakan ke dokter. Setelah diketahui penyebabnya, kamu akan mendapat penanganan yang tepat dan mencegah komplikasi yang lebih serius.

Baca Juga: 7 Penyebab dan Cara Mengatasi Keputihan Berwarna Cokelat

Topic:

  • Nurulia R F
  • Jumawan Syahrudin
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya