Comscore Tracker

12 Cara Mencegah Kehamilan secara Alami Tanpa Alat Kontrasepsi

Agar optimal, kamu dan pasangan harus sama-sama berkomitmen

Banyak pasangan yang baru menikah tidak ingin memiliki anak terlebih dahulu. Alasannya beragam. Ingin fokus pada karier, pendidikan, belum siap, atau ingin menikmati masa berdua dengan pasangan. 

Untuk itulah alat kontrasepsi diciptakan. Pasangan yang ingin menunda punya anak bisa menggunakannya. Namun, efek samping dari kontrasepsi sering kali membuat orang ragu untuk memakainya.

Apakah kamu lebih ingin menggunakan pencegah atau pengendali kehamilan yang lebih alami? Apa saja pilihannya? Apa saja yang harus dilakukan? Apa saja kekurangannya?

Mengenai cara-cara mencegah kehamilan alami tanpa kontrasepsi, kamu dan pasangan harus sama-sama berkomitmen. Jika tidak, maka peluang terjadinya kehamilan meningkat. 

Di bawah ini akan dipaparkan cara mencegah kehamilan secara alami tanpa kontrasepsi yang bisa kamu pilih, meskipun tetap masih memiliki tingkat kehamilan yang relatif tinggi.

1. Metode fertility awareness

Metode fertility awareness atau kesadaran akan kesuburan didasarkan pada tubuh sendiri, tanpa menggunakan alat maupun obat-obatan. Metode ini gratis atau berbiaya rendah, aman, dan efektif jika kamu dan pasangan menggunakannya secara benar. Namun, di sisi lain ini juga bisa sulit untuk dilakukan.

Gagasan dasarnya untuk memprediksi hari mana dalam satu bulan kemungkinan besar akan hamil. Nah, kamu dan pasangan tidak berhubungan seks pada hari-hari tersebut.

Kedengarannya simpel, tetapi tidak selalu mudah untuk menentukan hari-hari masa subur. Dan, apabila menstruasi tidak teratur, sebaiknya coba strategi yang berbeda.

Kemungkinan hamil bisa mencapai 24 persen kecuali kamu menggunakan metode fertility awareness dengan sempurna setiap saat. Sebagai perbandingan, peluang yang sama adalah:

  • 18 persen jika hanya menggunakan kondom pria.
  • 12 persen dengan kontrasepsi diafragma.
  • 9 persen jika kamu minum pil KB atau menggunakan alat kontrasepsi atau cincin vagina.
  • Kurang dari 1 persen jika memasang implan atau KB IUD.

Contohnya termasuk metode ritme, metode hari-hari standar, memeriksa lendir serviks, dan mengecek suhu tubuh basal. Kenali masing-masing di bawah ini.

2. Metode ritme kalender

12 Cara Mencegah Kehamilan secara Alami Tanpa Alat Kontrasepsiilustrasi aplikasi kalender kesuburan (pexels.com/cottonbro)

Dilansir WebMD, strategi ini bisa merepotkan dan tidak mudah. Karena bisa membingungkan, mencegah kehamilan tidak bisa dijamin.

Pertama, kamu harus melacak periode siklus menstruasi selama 6-12 bulan sebelum dimulai. Kemudian, informasi tersebut menjadi dasar untuk penghitungan, untuk mengetahui kapan hari-hari masa subur.

Kamu dapat menggunakan rumus ini:

  • Kurangi 18 dari jumlah hari dalam siklus menstruasi terpendek.
  • Hitung berapa hari setelah mulai menstruasi, itulah hari subur pertama.
  • Kurangi 11 dari jumlah hari dalam siklus menstruasi terpanjang.
  • Hitung berapa hari dari awal menstruasi, itulah hari subur terakhir.
  • Jangan berhubungan seks pada atau di antara hari-hari subur pertama dan terakhir.

Kabar baiknya, sudah ada banyak aplikasi untuk membantu kamu melakukan metode ritme kalender. Akan tetapi, agar metode ini membuahkan hasil maksimal, kamu haru sangat pandai melacak. Ini bisa sulit karena biasanya siklus menstruasi sedikit berbeda.

Kondisi medis seperti penyakit tiroid, gangguan makan, penurunan atau penambahan berat badan yang berlebihan, olahraga berat, dan penggunaan obat-obatan terlarang dapat menyebabkan siklus menstruasi menjadi tidak teratur.

3. Metode hari-hari standar

Metode hari-hari standar atau standard days method mirip metode ritme kalender, tetapi bedanya lebih simpel. Metode ini menetapkan hari yang sama (hari ke-8 sampai hari ke-19) sebagai waktu subur untuk semua orang. Ini membuatnya lebih mudah digunakan.

Kamu dapat menggunakan aplikasi atau kalender untuk melacak posisi kamu dalam siklus menstruasi. Ini bekerja paling baik jika siklus menstruasi kamu lebih dari 26 hari atau kurang dari 32 hari.

Baca Juga: Lupa Minum Pil KB? Ikuti Petunjuk ini untuk Mencegah Kehamilan! 

4. Agar lebih akurat, gunakan alat tes ovulasi

12 Cara Mencegah Kehamilan secara Alami Tanpa Alat Kontrasepsiilustrasi alat tes ovulasi (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Perempuan dapat menggunakan alat tes ovulasi untuk menentukan waktu ovulasi. Alat ini khusus mengukur jumlah hormon luteinizing (LH) dalam urine.

Karena LH mendorong pematangan sel telur di ovarium, jumlahnya biasanya meningkat sebanyak 20 hingga 48 jam sebelum ovulasi. Peningkatan ini disebut lonjakan LH, yang kemudian dapat dideteksi dalam urine perempuan 8 hingga 12 jam kemudian.

Sejumlah alat tes ovulasi tersedia di apotek, mulai dari yang sederhana hingga yang kompleks. Cara pakainya secara sederhana adalah perempuan buang air kecil di atas stick dan jumlah LH akan terlihat dengan perubahan warna.

Intensitas warnanya sebanding dengan jumlah LH dalam urine. Perempuan dapat menggunakan alat ini 2 sampai 3 hari sebelum prediksi waktu ovulasi berdasarkan siklus bulanan sebelumnya.

Hari-hari optimal untuk pembuahan adalah dua hari sebelum ovulasi, hari ovulasi, dan hari setelah ovulasi. Peluang terbesar untuk hamil adalah jika hubungan seksual terjadi dalam waktu 24 jam setelah lonjakan LH.

Alat tes ovulasi digunakan terutama untuk meningkatkan kemungkinan seorang perempuan, tetapi juga dapat menunjukkan kepada perempuan akan berovulasi dan harus mengambil tindakan pencegahan kontrasepsi yang tepat.

5. Metode penarikan penis sebelum ejakulasi

Cara lain untuk mencegah kehamilan adalah dengan menghindari ejakulasi di dalam rahim. Ini bisa mencegah sperma bertemu dengan sel telur. Metode ini biasa disebut penarikan atau withdrawal.

Dengan cara ini, laki-laki menarik penisnya dari vagina sebelum ejakulasi, sehingga sperma yang dikeluarkan dari penis tidak masuk ke dalam vagina. Metode penarikan ini juga dikenal sebagai coitus interuptus.

Meski demikian, ini bukan cara efektif untuk mencegah kehamilan dibanding penggunaan alat kontrasepsi.

Pertama, pria tetap dapat melepaskan sejumlah kecil sperma sebelum ejakulasi yang sebenarnya. Kedua, pria membutuhkan kontrol diri dan ketepatan waktu yang tepat untuk dapat menarik penisnya dari vagina sebelum dia ejakulasi. Karena ini bisa sulit bagi pria untuk melakukannya dengan tepat, metode ini hanya sekitar 75 persen hingga 80 persen efektif dalam mencegah kehamilan.

6. Menyusui

12 Cara Mencegah Kehamilan secara Alami Tanpa Alat Kontrasepsiilustrasi ibu menyusui (unsplash.com/kevin liang)

Pendekatan ini hanya bekerja selama 6 bulan pertama setelah melahirkan, dan hanya jika kamu belum mendapatkan kembali menstruasi dan menyusui bayi secara eksklusif; tidak ada susu formula dan tidak memberikan ASI lewat botol dot.

Mengutip WebMD, kamu harus menyusui setidaknya setiap 4 jam pada siang hari dan setiap 6 jam pada malam hari. (Pompa ASI tidak termasuk) ini membuat tubuh tidak melepaskan telur.

Infertilitas laktasi didasarkan pada gagasan bahwa perempuan tidak dapat hamil selama menyusui bayinya. Memang benar bahwa perempuan mungkin tidak berovulasi segera setelah melahirkan seperti jika dia tidak menyusui. Perempuan yang sedang menyusui biasanya mulai berovulasi lagi antara 10-12 minggu setelah melahirkan.

Namun, metode tersebut tidak dianggap tepat sebagai satu-satunya tindakan kontrasepsi. Seorang ibu menyusui mungkin mulai berovulasi lagi dan tidak menyadari bahwa dia subur, karena ovulasi dapat terjadi sebelum kembalinya periode menstruasinya. Jika hal ini terjadi dan ibu melakukan hubungan seksual tanpa pengaman, ia dapat hamil sekaligus masih menyusui bayinya.

7. Cek suhu tubuh basal (basal body temperature)

Metode suhu tubuh basal didasarkan pada fakta bahwa suhu tubuh perempuan turun 12 hingga 24 jam sebelum sel telur dilepaskan dari ovarium, dan kemudian meningkat lagi setelah sel telur dilepaskan. Sayangnya, perbedaan suhu ini tidak terlalu besar. Ini kurang dari setengah derajat Celcius saat tubuh beristirahat.

Metode suhu tubuh basal mengharuskan seorang perempuan mengukur suhu tubuhnya setiap pagi sebelum bangun dari tempat tidur. Termometer khusus yang lebih akurat dan sensitif daripada termometer oral biasa harus digunakan, dan variasi suhu harian dicatat dengan cermat. Ini harus dilakukan setiap bulan. Kalkulator online tersedia untuk membantu memetakan suhu tubuh basal perempuan.

Untuk menggunakan suhu tubuh basal sebagai metode kontrasepsi alami, perempuan harus menahan diri dari hubungan seksual sejak suhunya turun hingga setidaknya 48 hingga 72 jam setelah suhunya meningkat lagi.

8. Metode lendir serviks

12 Cara Mencegah Kehamilan secara Alami Tanpa Alat Kontrasepsiilustrasi mengecek lendir serviks yang ada di celana dalam (pexels.com/cottonbro)

Seperti dijelaskan dalam laman WebMD, cara ini melibatkan pemeriksaan lendir dari serviks pada titik-titik tertentu dalam siklus menstruasi.

Tepat setelah menstruasi, jumlahnya sangat sedikit. Saat ovulasi, bisa jadi ada banyak. Kamu juga dapat melihat perubahan tekstur atau warnanya sepanjang siklus. Semua petunjuk ini dapat membantu mengetahui mengetahui kapan berovulasi.

Lendir serviks pada masa subur bisa terlihat bening, licin, dan melar, seperti putih telur. Gunakan tisu atau jari untuk memeriksanya beberapa kali sehari. Yang terbaik adalah membuat grafik sehingga kamu dapat melihat pola lendir serviks dari satu siklus ke siklus lainnya, dan kemudian kamu akan tahu kapan harus melewatkan seks.

Sebagai panduan, dilansir Greatist, inilah jenis lendir serviks dan kemungkinan artinya:

  • Berdarah atau cokelat: Tidak subur. Kamu sedang menstruasi, atau pada awal atau akhir siklus.
  • Kering: Tidak subur. Biasanya setelah menstruasi, kamu tidak mengeluarkan cairan dan kemungkinan besar tidak subur.
  • Putih/keruh dan lengket: Tidak subur. Tubuh belum cukup siap untuk ovulasi. Keputihan terasa lengket dan sedikit elastis, sering kali membentuk gumpalan kecil keputihan.
  • Putih/keruh dan berwarna putih kekuningan: Setengah subur. Tubuh mulai mempersiapkan ovulasi sehingga kamu semi-fertile. Terasa dan terlihat seperti krim dan kental (tetapi tidak kental beragi).
  • Bening dan elastis: Subur. Keputihan terasa licin dan terlihat jernih dan melar seperti putih telur.
  • Kering atau keruh: Tidak subur. Ovulasi telah terjadi dan progesteron mengeringkan lendir.

Baca Juga: 8 Cara Mencegah Kehamilan Paling Aneh dan Mengejutkan di Zaman Kuno

9. Metode symptothermal

Mengutip MedicineNet, metode symptothermal menggabungkan aspek-aspek tertentu dari kalender, suhu tubuh basal, dan metode pemeriksaan lendir. Tidak hanya semua faktor ini yang dipertimbangkan, tetapi juga gejala lain seperti kram ringan dan nyeri payudara. Beberapa perempuan mengalami ketidaknyamanan perut bagian bawah (di daerah ovarium) selama pelepasan sel telur (ovulasi).

Metode symptothermal akan lebih akurat memprediksikan hari aman pada perempuan daripada menggunakan salah satu metode saja. Ketika menggunakan metode ini bersama-sama, maka tanda-tanda dari satu dengan yang lainnya akan saling melengkapi.

10. Abstinence

12 Cara Mencegah Kehamilan secara Alami Tanpa Alat Kontrasepsiilustrasi pasangan (pexels.com/Andres Ayrton)

Pantang (abstinence) dari aktivitas seksual berarti tidak melakukan hubungan seksual sama sekali. Tidak berhubungan seks dengan lawan jenis berarti tidak ada kemungkinan sperma membuahi sel telur.

Perempuan maupun laki-laki bisa berlatih abstinence dari aktivitas seksual untuk jangka waktu tertentu, atau terus-menerus sepanjang hidup. Abstinence pada dasarnya 100 persen efektif dalam mencegah kehamilan. Manfaat lain yang signifikan adalah mencegah kemungkinan tertular penyakit menular seksual.

Dalam konteks ini, abstinence berarti menahan diri dari aktivitas seksual vaginal, anal, dan oral karena infeksi menular seksual dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain dengan semua cara ini. Perlu dicatat bahwa aktivitas seksual seperti masturbasi bersama dan menyentuh alat kelamin pasangan dapat, dalam beberapa kasus, mentransfer sperma selama foreplay yang mungkin mengarah pada kehamilan.

11. Outercourse

Outercourse melibatkan aktivitas seksual apa pun yang tidak termasuk seks vaginal atau membiarkan air mani masuk ke dalam vagina.

Mengutip Medical News Today, inilah beberapa contoh outercourse:

  • Berciuman.
  • Masturbasi bersama.
  • Menggunakan mainan seks
  • Dry humping atau grinding

Walaupun demikian, metode ini tidak melindungi terhadap semua penyakit menular seksual. Setiap kontak kulit-ke-kulit dapat menularkan penyakit menular seksual ke orang lain.

12. Bisakah menggunakan bahan herbal sebagai kontrasepsi alami?

12 Cara Mencegah Kehamilan secara Alami Tanpa Alat Kontrasepsiilustrasi bahan-bahan herbal (unsplash.com/Conscious Design)

Beberapa herbal disebut-sebut dapat membantu mencegah kehamilan. Akan tetapi, hanya ada sedikit penelitian yang mendukung klaim tersebut.

Beberapa herbal yang diklaim dapat mencegah kehamilan di antaranya:

  • Pepaya.
  • Nanas.
  • Jahe.
  • Neem.
  • Castor bean.
  • Peterseli.
  • Gossypol (untuk laki-laki).
  • Thunder god vine (untuk laki-laki).
  • Evodia.
  • Biji wild carrot.
  • Akar stoneseed.
  • Thistle.

Bahan-bahan herbal tersebut dikatakan baik untuk mencegah tubuh melepaskan sel telur, mencegah sperma membuahi telur, hingga menghalangi sel telur yang telah dibuahi agar tidak tertanam di dalam rahim. Akan tetapi, perlu dipahami bahwa hanya ada sedikit penelitian untuk mendukung klaim tersebut atau tentang seberapa baik mereka bekerja.

Faktanya, beberapa metode mencegah kehamilan herbal bisa beracun. Jadi, kamu harus berbicara dengan dokter terlebih dulu untuk mengetahui keamanannya.

Kelebihan dan kekurangan

Metode mencegah kehamilan alami biasanya sangat murah dibanding metode pengendalian kelahiran lainnya, kecuali jika kamu memilih untuk membeli alat tes ovulasi.

Kelebihan dari pengendalian kelahiran alami:

  • Perempuan tidak perlu minum obat atau menggunakan manipulasi hormonal.
  • Tidak ada prosedur atau perlengkapan yang diperlukan oleh dokter.

Kerugian dari pengendalian kelahiran alami meliputi:

  • Mungkin sulit untuk memperkirakan atau mengetahui dengan tepat kapan hari-hari subur perempuan, yang mana ini memungkinkan peningkatan peluang untuk pembuahan yang tidak direncanakan.
  • Metode alami tidak seefektif beberapa bentuk kontrasepsi.
  • Alat tes ovulasi digunakan oleh beberapa pasangan yang menggunakan metode kontrasepsi alami, dan biaya alat ini merupakan kerugian potensial lainnya.
  • Tidak dapat melakukan hubungan intim pada waktu-waktu tertentu dalam sebulan adalah kerugian bagi beberapa perempuan.

Itulah beberapa cara mencegah kehamilan secara alami tanpa menggunakan alat kontrasepsi. Ada beberapa hal yang harus kamu ingat saat menggunakannya, yaitu:

  • Untuk cara yang paling efektif untuk menghindari kehamilan dan sedang mempertimbangkan salah satu metode di atas untuk jangka panjang, konsultasikan dengan dokter kandungan.
  • Banyak herbal tidak 100 persen efektif atau 100 persen bebas dari efek samping. Beberapa membawa risiko yang mungkin terbukti berbahaya dalam jangka panjang.
  • Apabila penggunaan herbal tertentu menyebabkan efek samping, hentikan pemakaiannya.
  • Pastikan kamu makan dengan sehat saat mengambil tindakan pengendalian kelahiran.

Harus diingat bahwa pencegah kehamilan alami tidak seefektif kondom, pil KB, atau alat kontrasepsi medis lainnya. Mempraktikkan seks aman selalu merupakan pilihan terbaik. Diskusikan kontrasepsi terbaik dengan dokter, dan sampaikan kecemasan atau kekhawatiran yang kamu miliki. Bagaimanapun, selalu lebih baik aman daripada menyesal.

Baca Juga: Bolehkah Kita Gonta-ganti Alat Kontrasepsi? Ini Penjelasannya!

Topic:

  • Izza Namira
  • Bayu D. Wicaksono
  • Wendy Novianto
  • Bayu Aditya Suryanto
  • Jumawan Syahrudin
  • Nurulia

Berita Terkini Lainnya