Comscore Tracker

Hubungan Seks setelah Vasektomi, Apa yang Harus Dicermati? 

Bersabar sebentar ya, Guys...

Menjalani prosedur vasektomi untuk mencegah kehamilan memiliki konsekuensi tertentu yang harus dihadapi. Meski hanya pembedahan kecil, vasektomi tetaplah operasi yang mempunyai prosedur pemulihan. 

Untuk pasangan yang ingin kembali melakukan hubungan seks setelah vasektomi, inilah beberapa hal yang harus diperhatikan.

1. Seberapa cepat untuk bisa berhubungan seks setelah vasektomi?

Setelah menjalani vasektomi, seorang pria akan memiliki dua sayatan yang perlu disembuhkan atau skrotum yang dijahit sesuai jenis vasektomi yang dipilih.

Secara umum, laki-laki harus menunggu sampai tidak merasakan sakit atau bengkak di sekitar area operasi sebelum kembali berhubungan seks. Kira-kira ini butuh waktu seminggu atau lebih.

Berhubungan seks segera setelah operasi dapat membuka kembali jahitan dan memungkinkan bakteri masuk ke dalam luka. Dilansir Healthline, hal itu dapat berpotensi menyebabkan infeksi. Oleh karenanya, penting untuk menunggu sampai luka sembuh untuk berhubungan seks setelah menjalani vasektomi. 

2. Gejala yang mungkin dirasakan

Hubungan Seks setelah Vasektomi, Apa yang Harus Dicermati? ilustrasi air mani bercampur darah (pexels.com/Karolina Grabowska)

Pascaoperasi vasektomi mungkin akan meninggalkan gejala seperti: 

  • Rasa sakit ringan.
  • Sakit dan memar di sekitar skrotum. 
  • Adanya darah dalam air mani. 
  • Pembengkakan di skrotum dan area genital. 
  • Gumpalan darah di skrotum. 

Berhubungan seks melibatkan banyak gerakan dan berpotensi memperparah gejala bila belum sembuh benar. Potensi gejala yang dirasakan bisa berlangsung beberapa hari hingga beberapa minggu. Setelah gejala mereda dan jahitan sembuh, kamu bisa kembali melakukan aktivitas seksual.

3. Masa sterilisasi vasektomi

Mengutip Medical News Today, diperlukan waktu hingga tiga bulan bagi pria untuk benar-benar steril setelah menjalani vasektomi. Steril adalah ketika jumlah sperma yang dimiliki turun ke nol. Masih mungkin untuk ejakulasi seperti biasa, tetapi air mani tidak akan mengandung sperma yang menyebabkan kehamilan. 

Selama periode tiga bulan awal setelah prosedur ini, jumlah sperma mungkin masih cukup tinggi, bahkan setelah luka sembuh pria tetap perlu menggunakan kondom saat berhubungan seks. Ini dapat mencegah sperma yang tersisa menyebabkan kehamilan.

Seorang pria harus ejakulasi 20 kali atau lebih sebelum air maninya bebas dari sperma. Dokter akan menganalisis air mani tersebut sampai 12 minggu setelah vasektomi. Jika air mani sudah tidak lagi mengandung sperma, ini akan dikonfirmasi dokter lewat pemeriksaan. Jadi, hingga dipastikan steril, pasangan harus menggunakan kontrasepsi tambahan untuk mencegah kehamilan yang tidak direncanakan.

Baca Juga: 5 Fakta Kontrasepsi Vasektomi, Bisa Turunkan Kenikmatan Bercinta?

4. Pengaruh vasektomi terhadap gairah seks

Hubungan Seks setelah Vasektomi, Apa yang Harus Dicermati? ilustrsi pria dengan gairah seksual (unsplash.com/We-Vibe Toys)

Jumlah sperma dalam air mani tidak memiliki keterkaitan dengan dorongan seks yang dimiliki. Akan tetapi, kekhawatiran akan kehamilan yang masih mungkin terjadi, pengeluaran dana untuk membeli kontrasepsi tambahan, mengambil tanggung jawab jika terjadi kehamilan yang tidak direncanakan, semuanya itu dapat berdampak pada kondisi mental.

Setelah vasektomi, mungkin seseorang atau pasangan lebih memiliki kepercayaan diri untuk terlibat dalam aktivitas seksual tanpa mengkhawatirkan pikiran-pikiran tersebut. Karena itu, penelitian berjudul "Impact of Vasectomy on the Sexual Satisfaction of Couples: Experience from A Specialized Clinic" dalam Central European Journal of Urology tahun 2017 melaporkan adanya peningkatan gairah seks setelah menjalani vasektomi.

5. Lalu, bagaimana dengan fungsi seksual lainnya?

Perlu dicatat juga bahwa vasektomi tidak memengaruhi hormon, cara kerja tubuh, atau bahkan struktur penis yang dapat memengaruhi kemampuan untuk ereksi. Jika seorang pria tidak mengalami kesulitan ereksi sebelum vasektomi, maka seharusnya tidak akan memiliki masalah disfungsi ereksi setelahnya.

Pun pada kualitas, jumlah dan tekstur air mani juga tidak akan berubah secara kasatmata setelah vasektomi. Sensasi ejakulasi saat orgasme seharusnya tidak berbeda sama sekali. Beberapa ejakulasi pertama setelah pemulihan mungkin tidak nyaman, tetapi ini akan berkurang seiring waktu.

6. Komplikasi yang mungkin terjadi

Hubungan Seks setelah Vasektomi, Apa yang Harus Dicermati? ilustrasi nyeri penis akibat vasektomi (pexels.com/Jean Cont)

Dalam kasus yang jarang, beberapa pria mengalami sindrom nyeri pasca-vasektomi. Kondisi ini menyebabkan nyeri kronis akibat kerusakan saraf atau penumpukan sperma yang terjadi setelah vasektomi. 

Namun, vasektomi tidak mungkin menyebabkan komplikasi yang bertahan lama. Terlepas dari kekhawatiran tersebut, tinjauan komprehensif dalam JAMA Internal Medicine tahun 2017 menemukan bahwa vasektomi tidak meningkatkan risiko kanker prostat.

Menunggu untuk bisa melakukan hubungan seks setelah vasektomi mungkin membuat frustrasi, tetapi pahamilah bahwa itu adalah hal penting untuk pemulihan dan pencegahan kehamilan.

Vasektomi merupakan pencegah kehamilan yang efektif, tetapi tidak memberikan perlindungan terhadap penyakit menular seksual. Jadi, pasangan sebaiknya tetap menggunakan kondom untuk metode proteksi.

Penulis: Dian Rahma Fika Alnina

Baca Juga: Vasektomi: Prosedur, Keunggulan, Kekurangan, dan Pemulihan

Topic:

  • Bunga Semesta Int
  • Nurulia
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya