Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

3 Makna Lirik Lagu ‘Anxiety’ eaJ, Sulitnya Berdamai dengan Pikiran

3 min read
3 Makna Lirik Lagu ‘Anxiety’ eaJ, Sulitnya Berdamai dengan Pikiran
poster single "merry go round" dari eaJ (instagram.com/eajpark)
  • Lagu “Anxiety” karya eaJ, dirilis 23 Oktober 2026 dalam EP the responsibility of being in love, menggambarkan pergulatan personal menghadapi kecemasan dan pikiran yang terus menghantui.

  • Liriknya menyoroti sulitnya melarikan diri dari pikiran sendiri, termasuk saat mencoba menenangkan napas atau menjauh dari situasi tertekan, karena sumber rasa takut tetap berada di dalam diri.

  • eaJ juga menggambarkan ketakutan terhadap masa depan, hidup dalam mode bertahan, serta kelelahan mempertanyakan berapa lama dan seberapa kuat dirinya harus terus bertahan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

eaJ (Jae Park) kembali menghadirkan lagu yang terasa personal lewat karya terbarunya, "Anxiety". Lagu tersebut rilis pada 23 Oktober 2026 sebagai bagian dari EP terbarunya, the responsibility of being in love. Dari judulnya saja, lagu ini sudah memberikan gambaran tentang tema yang diangkat. Namun, liriknya membawa pendengar lebih dalam pada pergulatan seseorang yang berusaha melarikan diri dari rasa takut, pikiran yang tak kunjung berhenti, hingga tekanan untuk terus menjadi lebih kuat.

Alih-alih menggambarkan kecemasan secara sederhana, eaJ menggambarkannya seperti sesuatu yang terus mengikuti ke mana pun seseorang pergi. Ada keinginan untuk melarikan diri, tetapi sekaligus kesadaran bahwa sumber dari rasa takut tersebut berada di dalam pikiran sendiri. Berikut tiga makna yang dapat ditemukan dari lirik lagu "Anxiety". Yuk, simak!

  1. 1. Sulit melarikan diri dari pikiran sendiri

    eaJ Park tampil di atas panggung Prambanan Jazz Festival 2025 dalam penampilan musik di hadapan penonton.
    eaJ Park di Prambanan Jazz Festival 2025 (instagram.com/prambananjazz)

    Sejak bagian awal, eaJ menggambarkan dirinya yang berusaha melepaskan diri dari berbagai hal yang menghantuinya. Ia bahkan mencoba menenangkan diri dengan mengatur napas, tetapi tetap merasa kesulitan untuk bernapas. Gambaran tersebut kemudian semakin jelas melalui pengulangan kalimat I just can't outrun my brain.

    Ia ingin berlari dan pergi dari keadaan yang membuatnya tertekan, tetapi tidak bisa benar-benar melarikan diri karena sumber pergulatannya ada di dalam pikirannya sendiri. Lirik tersebut dapat dimaknai sebagai gambaran ketika seseorang ingin mengambil jarak dari berbagai pikiran negatif, tetapi pikirannya terus mengikutinya. Pergi ke tempat lain tidak serta-merta membuat kecemasan menghilang.

  2. 2. Terjebak dalam rasa takut terhadap masa depan

    Potret eaJ Park dalam unggahan visual yang dikreditkan kepada akun Instagram miliknya, @eajpark.
    eaJ Park (instagram.com/eajpark)

    Kecemasan dalam lagu ini juga berkaitan dengan ketidakpastian tentang apa yang akan terjadi selanjutnya. Hal tersebut tergambar dalam lirik Fear of tomorrow, ketika eaJ mengungkapkan ketakutannya terhadap hari esok. Menariknya, di tengah rasa takut tersebut, ia juga menginginkan a brand new state of mind. Ada keinginan untuk mengubah cara pandang dan belajar menikmati apa yang sedang terjadi saat ini.

    Namun, kebiasaan untuk terus bergerak dan bertahan seolah sudah melekat dalam dirinya. Ia menggambarkan seluruh hidupnya dengan kondisi fight or flight, running out of time, dan do or die. Bagian ini menunjukkan bagaimana seseorang bisa terlalu lama hidup dalam mode bertahan sampai sulit menikmati keadaan yang sedang dijalani. Bahkan ketika tidak sedang menghadapi bahaya, pikirannya tetap bersiap menghadapi sesuatu yang buruk.

  3. 3. Mempertanyakan seberapa kuat dirinya harus bertahan

    EaJ Park tampil di atas panggung Prambanan Jazz Festival 2025 dengan sorotan lampu konser berwarna-warni.
    eaJ Park di Prambanan Jazz Festival 2025 (instagram.com/prambananjazz)

    Menjelang akhir lagu, eaJ mengulang lirik How much longer dan How much stronger do I have to be?. Pertanyaan dalam lirik tersebut menjadi salah satu bagian paling emosional karena memperlihatkan kelelahan setelah terlalu lama berusaha menjadi kuat. Ia tidak hanya mempertanyakan berapa lama lagi harus bertahan, tetapi juga mempertanyakan identitas seperti apa yang harus dimiliki agar bisa terus melewati semuanya. Who do I have to be menunjukkan adanya tekanan untuk menjadi versi tertentu dari diri sendiri. Seolah-olah bertahan hidup membutuhkan seseorang untuk terus menjadi lebih kuat, lebih mampu, atau lebih baik.

    Lagu "Anxiety" bukan hanya tentang rasa takut. Lagu ini juga berbicara tentang kelelahan karena terus berusaha melawan pikiran sendiri. Keinginan untuk melarikan diri mungkin tidak selalu berarti ingin meninggalkan kehidupan, tetapi bisa menjadi ungkapan seseorang yang sangat membutuhkan jeda dari pikirannya sendiri. Melalui lagu ini, eaJ seakan menggambarkan satu kondisi yang mungkin familiar bagi banyak orang, yakni tubuh yang berada di satu tempat, tetapi pikiran terus berlari ke berbagai kemungkinan buruk yang belum tentu terjadi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More