Irfan Hakim (instagram.com/irfanhakim75)
Irfan Hakim memilih cara lain untuk menyuarakan kepedulian terhadap karhutla. Ia menjual kaus bertema lingkungan menampilkan gambar satwa dan pesan yang mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga kehidupan di hutan. Melalui unggahannya di media sosial pada Oktober 2026, Irfan menyampaikan bahwa seluruh keuntungan dari penjualan kaus tersebut akan didonasikan. Dana yang terkumpul direncanakan untuk mendukung upaya konservasi di Kalimantan, termasuk penyelamatan satwa endemik seperti orang utan, bekantan, dan rangkong.
Namun, penjualan kaus itu sempat menuai kritik. Sejumlah warganet mempertanyakan keputusan menjual produk di tengah situasi karhutla dan menyoroti kemungkinan adanya keuntungan pribadi dari aksi tersebut. Lewat kolom komenbtar, Irfan kemudian memberikan klarifikasi bahwa tujuan utamanya bukan mencari keuntungan, melainkan menyebarkan pesan kepedulian terhadap lingkungan. Ia juga menegaskan bahwa seluruh keuntungannya akan didonasikan.
“Bukan keuntungan penjualan yang menjadi tujuan. Tapi tujuan utamanya adalah menyebar pesan kebaikan melalui kaos ini. Istilahnya, saya sedang merekrut duta-duta alam yang menyampaikan tentang kerusakan. Dengan menggunakan kaos ini, mudah-mudahan banyak orang yang melihat dan tersadarkan untuk menyelamatkan orang utan,” jelas Irfan pada Kamis (15/10/2026).