Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kepala BNPB Targetkan Karhutla Tuntas Secepatnya

3 min read
Kepala BNPB Targetkan Karhutla Tuntas Secepatnya
Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Mayjen TNI Kristomei Sianturi (Dok. Mabes TNI)
  • Kepala BNPB Kristomei Sianturi menargetkan kebakaran hutan dan lahan segera teratasi agar masyarakat tidak terus terdampak, disertai evaluasi penanganan untuk meningkatkan efektivitas.

  • BNPB menggelar operasi modifikasi cuaca selama 15–16 Oktober 2026 di Palembang, menyemai total 2,4 ton dry ice dalam tiga sorti untuk menangani asap yang mengganggu penerbangan.

  • Setelah operasi, jarak pandang di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II meningkat hingga 3.000 meter dan stabil, tetapi BNPB menilai efektivitas dry ice masih perlu penelitian lanjutan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kristomei Sianturi, menargetkan karhutla segera teratasi agar tidak ada lagi rakyat yang menjadi korban.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan evaluasi penanganan ke depan agar menjadi efektif lagi.

“Targetnya as soon as possible, secepat mungkin. Jangan sampai rakyat terus terdampak,” kata Kristomei di Istana Negara, dikutip dari siaran pers BNPB, Sabtu (17/10/2026).

Salah satu upaya yang dilakukan BNPB adalah dengan melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Sumatra Selatan dengan menyemai 2,4 ton bahan dry ice.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan, menyatakan, operasi ini merupakan upaya menindaklanjuti penanganan asap karhutla yang mengakibatkan terganggunya aktivitas penerbangan di bandara tersebut.

"Asap akibat kebakaran hutan dan lahan masih mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Sumatra Selatan (Sumsel), beberapa hari terakhir," ujar dia.

  1. 1. Jarak pandang di bandara meningkat hingga 3 kilometer

    Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II atau SMB II di Palembang, dengan kompleks bangunan bandara.
    Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II (SMB II) Palembang. (Instagram/@palembang.sumsel.ssci)

    Berton mengatakan, OMC penyemaian dry ice itu dilakukan selama dua hari berturut-turut, 15 – 16 Oktober 2026. Hasilnya, jarak pandang mengalami peningkatan hingga 3 kilometer (km).

    OMC tersebut dilakukan tiga sorti dengan total jam terbang selama 7 jam 3 menit. Berdasarkan hasil pantauan setelah penyemaian, data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada pukul 13.00 WIB mencatat jarak pandang berada pada 1.000 meter. Kemudian, pada pukul 14.30 WIB, jarak pandang meningkat di bandara tersebut dari 1.500 meter sampai dengan 2.000 meter.

    "Setelah sorti kedua, jarak pandang cenderung stabil di 2.800 meter dan mengalami peningkatan 2 jam setelahnya menjadi 3.000 meter dan cenderung stabil hingga pukul 20.30 WIB," kata Berton.

  2. 2. Cara kerja OMC dengan penyemaian dry ice pada struktur lapisan atmosfer bumi

    Kegiatan Operasi Modifikasi Cuaca BNPB di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.
    Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan strategi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) selama dua hari berturut-turut, 15 – 16 Oktober 2026 di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Sumatera Selatan. (Dok. BNPB)

    Berton mengatakan, penyemaian dilakukan dalam tiga sorti. Sorti pertama, pesawat BNPB menyemai bahan dry ice di sekitar Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang. Total bahan semai yang dilakukan pada pagi hingga siang hari itu sebanyak 800 kg.

    "Secara teori, penyemaian dry ice pada lapisan atmosfer mengalami inversi atau kondisi di mana lapisan udara di atas lebih hangat daripada lapisan udara di bawahnya. Ini akan berpotensi mempengaruhi struktur lapisan tersebut sehingga mendorong terjadinya pelemahan lapisan udara," ujar dia.

    Dia mengatakan, dengan terbukanya atau melemahnya lapisan udara di atmosfer tersebut diharapkan tidak hanya dapat membantu mengurangi kepekatan kabut asap di lapisan permukaan sehingga berpeluang meningkatkan jarak pandang di bandara internasional tersebut.

  3. 3. Penggunaan dry ice harus diteliti lebih lanjut

    Plt Kepala Pusdatin dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan berbicara dalam tangkapan layar YouTube.
    Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan. (Tangkapan layar YouTube BNPB)

    Kendati demikian, Berton menilai, penggunaan OMC dengan bahan dry ice ini perlu penelitian lebih lanjut mengenai efektivitasnya.

    "Langkah OMC dengan bahan dry ice ini perlu penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas penggunaannya atau ada faktor lain yang menyebabkan jarak pandang yang semakin baik," kata dia.

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More