Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Film Barat dengan Vibes Anime Iyashikei, Bikin Hati Adem!
adegan dalam film The Straight Story (dok. StudioCanal/The Straight Story)
  • Lima film Barat direkomendasikan sebagai tontonan bernuansa iyashikei: ringan, hangat, minim konflik, serta menonjolkan rutinitas dan interaksi sehari-hari.
  • Paterson, The Straight Story, dan Columbus menghadirkan perjalanan personal melalui puisi, pertemuan dengan orang asing, serta percakapan reflektif tanpa konflik besar.
  • Showing Up menyoroti proses kreatif seorang pemahat keramik, sementara The Holdovers mengikuti tiga orang yang membangun kedekatan selama liburan Natal di sekolah asrama.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lagi merasa burnout sama rutinitas harian? Kadang, yang kamu butuhkan bukan film aksi berdurasi panjang atau drama dengan konflik berat, melainkan tontonan ringan yang bisa bikin hati dan pikiran terasa lebih adem.

Buat penggemar anime, genre iyashikei atau “penyembuh jiwa”, seperti Yuru Camp, Non Non Biyori, hingga Barakamon, pasti sudah jadi andalan saat butuh comfort show. Menariknya, suasana cozy, hangat, dan minim konflik seperti ini ternyata juga bisa kamu temukan dalam beberapa film Barat, lho!

Kalau kamu sedang mencari tontonan dengan nuansa serupa, lima film Barat berikut layak masuk ke watchlist untuk menemani waktu santai di akhir pekan. Gak banyak drama, gak buru-buru, tapi justru di situlah letak daya tariknya!

1. Paterson (2016)

adegan dalam film Paterson (dok. Le Pacte/Paterson)

Membuka daftar ini, ada Paterson karya Jim Jarmusch. Film drama ini mengikuti kehidupan Paterson (Adam Driver), seorang sopir bus di kota Paterson, New Jersey, yang juga gemar menulis puisi. Cerita berlangsung selama satu minggu dalam kehidupan Paterson yang menjalani hari dengan pola hampir sama.

Buat pencinta anime iyashikei, Paterson terasa serupa karena film ini menemukan keindahan dalam hal-hal sederhana. Fokusnya ada pada rutinitas, percakapan sehari-hari, lingkungan sekitar, dan hubungan antarkarakter. Hebatnya, Jarmusch berhasil membuat semua hal yang dianggap monoton itu tetap terasa punya cerita.

2. The Straight Story (1999)

adegan dalam film The Straight Story (dok. StudioCanal/The Straight Story)

Siapa sangka kalau sineas spesialis film-film surealis, David Lynch, pernah membuat satu film yang lekat dengan konsep iyashikei? Dalam The Straight Story, Lynch meninggalkan sejenak gaya khasnya untuk menghadirkan drama perjalanan yang sederhana. Film ini diangkat dari kisah nyata seorang veteran Perang Dunia II bernama Alvin Straight.

Kisah dimulai ketika Alvin (Richard Farnsworth) mendengar saudaranya terkena strok. Bertekad menemui sang kakak, Alvin, yang penglihatannya mulai memburuk dan gak memiliki SIM, ia memilih menempuh perjalanan ratusan mil menggunakan mesin pemotong rumput. Pertemuannya dengan berbagai orang asing di sepanjang jalan dan cerita yang mereka bagikan menjadi bagian penting dari perjalanan Alvin.

3. Columbus (2017)

adegan dalam film Columbus (dok. Superlative Films/Columbus)

Bicara soal film Barat dengan vibes anime iyashikei, Kogonada lewat debut penyutradaraannya ini juga layak disebut. Columbus mengikuti Jin (John Cho), penerjemah asal Korea yang datang ke Columbus, Indiana, setelah sang ayah tiba-tiba jatuh koma. Di sana, Jin bertemu Casey (Haley Lu Richardson), pekerja perpustakaan yang punya ketertarikan besar pada arsitektur.

Pertemuan keduanya kemudian berlanjut lewat jalan-jalan keliling kota. Sambil melihat bangunan, mereka membicarakan banyak hal, dari arsitektur sampai kekhawatiran tentang masa depan. Gak ada konflik besar, Columbus lebih banyak memberi ruang bagi Jin dan Casey untuk memahami keadaan masing-masing.

4. Showing Up (2022)

adegan dalam film Showing Up (dok. A24/Showing Up)

Kalau kamu suka anime iyashikei yang berfokus pada proses kreatif macam Barakamon atau Do It Yourself!!, Showing Up wajib masuk watchlist. Jika keduanya memberikan ketenangan lewat proses membuat kaligrafi dan kerajinan kayu, film karya Kelly Reichardt ini melakukan hal yang sama lewat dunia keramik. Bedanya, Showing Up punya nuansa yang lebih getir, tapi tetap menyisakan rasa hangat setelah ditonton.

Tokoh utamanya adalah Lizzy (Michelle Williams), pemahat keramik yang sedang mempersiapkan pameran tunggalnya. Alih-alih bisa fokus berkarya, harinya justru dipenuhi kendala kecil. Mulai dari pemanas air rusak, adik bermasalah, hingga merawat burung merpati liar, tiap permasalahan tersebut mampu dibungkus Reichardt tanpa drama yang meledak-ledak.

5. The Holdovers (2023)

adegan dalam film The Holdovers (dok. Miramax/The Holdovers)

The Holdovers menutup daftar ini dengan kisah found family berlatar musim dingin tahun 1970 di sebuah sekolah asrama khusus laki-laki. Ceritanya berfokus pada guru sejarah yang kaku, seorang murid pemberontak, dan kepala juru masak sekolah yang sedang berduka. Ketiganya terpaksa menghabiskan liburan Natal bersama di lingkungan sekolah asrama yang kosong.

Sama seperti anime iyashikei, film besutan Alexander Payne ini menyajikan nuansa slice of life yang mengalir secara alami. Kamu akan ikut merasa hangat melihat bagaimana ketiganya perlahan saling membantu menyembuhkan luka emosional masing-masing. Cocok ditonton selepas capek beraktivitas!

Kalau selama ini anime iyashikei jadi sweet escape-mu, kelima film Barat di atas bisa jadi alternatif. Film-film tersebut menawarkan nuansa serupa lewat rutinitas, percakapan sederhana, hingga hubungan antarkarakter. Jadi, sudah menemukan film yang paling cocok dengan selera iyashikei-mu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article