Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Alasan Prilly Latuconsina Pilih Morgan Oey Jadi Duta FFI: Multitalenta
potret Morgan Oey dan Prilly Latuconsina di kantor IDN, Jakarta, Jumat (4/9/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)
  • Morgan Oey ditunjuk sebagai Duta FFI 2026 setelah dibahas komite, berkat rekam jejak di sinetron, FTV, film lintas genre, serta pengalaman musiknya.
  • Prilly Latuconsina menilai Morgan multitalenta dan familier bagi lintas generasi, sehingga dapat terlibat dalam berbagai rangkaian acara bersama Nirina Zubir.
  • Morgan kini memandang FFI lebih inklusif, dengan program yang melibatkan masyarakat di luar Malam Anugerah; puncak acara dijadwalkan 20 November 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Morgan Oey dipercaya menjadi Duta Festival Film Indonesia (FFI) 2026. Di balik terpilihnya aktor Pengepungan di Bukit Duri tersebut, ternyata ada proses dan sejumlah kriteria yang harus dipenuhi. Prilly Latuconsina selaku Ketua Pelaksana sekaligus Ketua Bidang Program FFI untuk periode 2024-2026 menjelaskan, Morgan dipilih bukan cuma karena kemampuan aktingnya. Rekam jejak dan kontribusinya di industri film hingga kemampuan lain yang dimilikinya juga menjadi pertimbangan.

Menurut Prilly, FFI memang mencari sosok yang gak hanya bisa tampil sebagai duta, tetapi juga memiliki kemampuan untuk terlibat dalam berbagai rangkaian acara. Tahun ini, Morgan pun dinilai punya paket lengkap untuk mengisi peran tersebut bersama Nirina Zubir.

1. Prilly Latuconsina ungkap Morgan Oey dipilih menjadi Duta FFI 2026 karena multitalenta

potret Prilly Latuconsina di kantor IDN, Jakarta, Jumat (4/9/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Dalam media visit yang berlangsung di kantor IDN, Jumat (4/9/2026) Prilly menjelaskan, pemilihan Duta FFI tidak dilakukan secara sepihak. Nama yang dipertimbangkan harus dibahas terlebih dahulu bersama komite dengan melihat rekam jejak serta kontribusinya di industri film.

Morgan pun dinilai memiliki perjalanan karier yang cukup lengkap. Sebelum bermain film, ia sudah lebih dulu menjajal sinetron dan FTV. Pengalamannya di layar lebar pun mencakup berbagai genre dan karakter.

“Memang untuk mencari Duta FFI itu, kita ada kriterianya. Kriterianya kontribusinya apa di industri film? Nah, kita melihat Morgan berbagai genre udah dicoba, bahkan sebelum film udah nyobain sinetron. Banyak kan aktor yang bahkan gak nyobain proses dari sinetron. Tapi kalau Morgan, sinetron, FTV, film udah semua,” ungkap Prilly dalam wawancara yang berlangsung sekitar 30 menit.

Tak hanya kemampuan akting, pengalaman Morgan di industri musik juga menjadi nilai tambah tersendiri. Menurut Prilly, Duta FFI tidak hanya bertugas membacakan narasi ketika tampil di sebuah acara.

“Kalau kita bikin acara, dutanya bukan cuma sekadar baca narasi. Kayak tahun lalu, Ringgo sama Sheila musikal di opening. Soalnya PR dari Kak Rangga, Ketua Bidang Acara FFI bilang sama aku cari duta yang multitalenta biar kita bisa menggunakan semua yang dia punya di acara,” lanjut Prilly.

Selain kemampuan, Prilly juga melihat Morgan sebagai sosok yang bisa merepresentasikan FFI di hadapan penonton dari berbagai generasi. Pasalnya, perjalanan karier Morgan di televisi hingga film membuat wajahnya sudah cukup familier bagi masyarakat.

“Kita tuh udah biasa melihat Morgan dari kita kecil. Jadi benar-benar mewakili banyak generasi. Jadi benar-benar membuat visinya FFI yang pengin dekat sama penonton tercapai.”

2. Dulu mengira FFI eksklusif, Morgan kini melihat sisi yang lebih inklusif

potret Morgan Oey di kantor IDN, Jakarta, Jumat (4/9/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Menjadi Duta FFI 2026 ternyata juga membuat Morgan melihat festival film tersebut dari perspektif yang berbeda. Sebelum terlibat langsung, ia mengaku sempat menganggap FFI sebagai perhelatan yang cukup eksklusif dan berjarak, terutama bagi aktor yang baru memulai karier.

“FFI dulu mungkin kayaknya terkesan eksklusif. Terkesan kayak, ‘Oh, ini kayaknya cuman perhelatan buat para sineas aja.' Apalagi dulu sebagai aktor baru atau sebelum jadi aktor tuh kayaknya sangat berjarak. Tapi ternyata pada saat masuk sini, dapet kesempatan dari Prilly sama Mas Ariyo Bayu untuk tahu FFI seperti apa. Apalagi tahun lalu dapat kesempatan ikut bagian masuk nominasi juga, jadi tahu kalau ternyata FFI tuh visi-visinya sangat inklusif gitu.”

Setelah menjadi Duta FFI 2026, Morgan mengaku akhirnya ia menjadi tahu kalau FFI gak cuma soal Malam Anugerah dan Piala Citra. Ada banyak program lain yang dibuat untuk membawa film Indonesia lebih dekat dengan masyarakat sekaligus membuka ruang kolaborasi yang melibatkan lebih banyak pihak.

“Setelah saya masuk ke dalam, saya jadi tahu kalau misalnya visi-visinya memang sangat inklusif, sangat ingin melibatkan orang-orang di luar profesi sebagai sineas, melibatkan masyarakat,” lanjutnya.

3. Apakah Morgan Oey bakal nyanyi di Malam Anugerah FFI 2026?

potret Morgan Oey dan Prilly Latuconsina di kantor IDN, Jakarta, Jumat (4/9/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)

Dengan pengalaman Morgan di industri musik, kemungkinan dirinya tampil bernyanyi di Malam Anugerah FFI 2026 pun menarik untuk dinantikan. Namun, Prilly belum mau membocorkan apakah nantinya Morgan benar-benar akan bernyanyi atau tidak.

“Kita lihat aja nanti di Malam Anugerah ada ide apa dari Kak Rangga. Karena Kak Rangga tuh luar biasa banget, Ketua Bidang Acara yang selalu punya ide-ide luar biasa,” ungkap Prilly dengan nada antusias.

Malam Anugerah FFI 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 20 November 2026. Sementara itu, jelang momen tersebut, pada Minggu (6/9/2026), FFI mengumumkan daftar 25 film cerita panjang yang lolos seleksi tahap 1 FFI 2026.

Editorial Team

Related Article