potret Prilly Latuconsina di kantor IDN, Jakarta, Jumat (4/9/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)
Dalam media visit yang berlangsung di kantor IDN, Jumat (4/9/2026) Prilly menjelaskan, pemilihan Duta FFI tidak dilakukan secara sepihak. Nama yang dipertimbangkan harus dibahas terlebih dahulu bersama komite dengan melihat rekam jejak serta kontribusinya di industri film.
Morgan pun dinilai memiliki perjalanan karier yang cukup lengkap. Sebelum bermain film, ia sudah lebih dulu menjajal sinetron dan FTV. Pengalamannya di layar lebar pun mencakup berbagai genre dan karakter.
“Memang untuk mencari Duta FFI itu, kita ada kriterianya. Kriterianya kontribusinya apa di industri film? Nah, kita melihat Morgan berbagai genre udah dicoba, bahkan sebelum film udah nyobain sinetron. Banyak kan aktor yang bahkan gak nyobain proses dari sinetron. Tapi kalau Morgan, sinetron, FTV, film udah semua,” ungkap Prilly dalam wawancara yang berlangsung sekitar 30 menit.
Tak hanya kemampuan akting, pengalaman Morgan di industri musik juga menjadi nilai tambah tersendiri. Menurut Prilly, Duta FFI tidak hanya bertugas membacakan narasi ketika tampil di sebuah acara.
“Kalau kita bikin acara, dutanya bukan cuma sekadar baca narasi. Kayak tahun lalu, Ringgo sama Sheila musikal di opening. Soalnya PR dari Kak Rangga, Ketua Bidang Acara FFI bilang sama aku cari duta yang multitalenta biar kita bisa menggunakan semua yang dia punya di acara,” lanjut Prilly.
Selain kemampuan, Prilly juga melihat Morgan sebagai sosok yang bisa merepresentasikan FFI di hadapan penonton dari berbagai generasi. Pasalnya, perjalanan karier Morgan di televisi hingga film membuat wajahnya sudah cukup familier bagi masyarakat.
“Kita tuh udah biasa melihat Morgan dari kita kecil. Jadi benar-benar mewakili banyak generasi. Jadi benar-benar membuat visinya FFI yang pengin dekat sama penonton tercapai.”