Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
6 Anime Klasik Adaptasi Novel Barat yang Jarang Dibahas, Seru!
adegan dalam serial Flone of the Mysterious Island (dok. Nippon Animation/Flone of the Mysterious Island)
  • Enam anime klasik Jepang mengadaptasi novel Barat, dari karya Phyllis Piddington, Alexandre Dumas, Johann David Wyss, Lisa Tetzner, Jean Webster, hingga Mark Twain.
  • Kisahnya mencakup perjuangan keluarga Popple di Australia, petualangan d'Artagnan, survival keluarga Robinson, serta Romeo yang bekerja sebagai penyapu cerobong di Milan.
  • Judy Abbott menjalani pendidikan berkat dermawan misterius, sementara Tom Sawyer menghadapi petualangan, persahabatan, dan keberanian setelah menyaksikan pembunuhan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat mendengar kata anime adaptasi, pikiran kita biasanya langsung tertuju pada manga populer atau light novel asal Jepang. Padahal, industri animasi Jepang sudah sejak lama gemar mengadaptasi karya sastra klasik dari berbagai belahan dunia, termasuk novel-novel Barat.

Sayangnya, beberapa judul anime klasik ini mulai kalah pamor dan jarang dibahas oleh penggemar zaman sekarang. Buat kamu yang ingin menemukan tontonan unik sekaligus bernuansa nostalgia, yuk, intip enam anime adaptasi novel Barat yang seru berikut ini!

1. Lucy-May of the Southern Rainbow (1982)

adegan dalam serial Lucy-May of the Southern Rainbow (dok. Nippon Animation/Lucy-May of the Southern Rainbow)

Diangkat dari novel Southern Rainbow karya Phyllis Piddington, anime ini mengikuti Lucy-May Popple, gadis cilik yang pindah bersama keluarganya dari Inggris ke Australia. Keluarga Popple berharap bisa memulai kehidupan baru dengan memiliki ladang sendiri. Namun, kehidupan di Australia ternyata gak semudah yang mereka bayangkan karena mereka harus menghadapi masalah keuangan dan kesulitan lainnya.

Meski begitu, Lucy-May tetap menemukan banyak hal menarik di lingkungan barunya. Bersama saudara-saudaranya, ia menjelajahi alam Australia, berteman dengan orang-orang Aborigin, dan berinteraksi dengan berbagai hewan.

2. The Three Musketeers (1987)

adegan dalam serial The Three Musketeers (dok. Studio Gallop/The Three Musketeers)

Buat kamu yang suka petualangan, The Three Musketeers bisa jadi tontonan yang menarik. Anime adaptasi novel legendaris karya Alexandre Dumas ini mengisahkan d'Artagnan yang pergi ke Paris pada abad ke-17 untuk bergabung dengan pasukan musketeer.

Sesampainya di Paris, d'Artagnan bertemu Athos, Porthos, dan Aramis. Mereka kemudian terlibat dalam berbagai petualangan untuk menghadapi intrik politik Kardinal Richelieu dan mata-mata berbahaya bernama Milady de Winter. Menariknya, anime ini juga memberi perubahan besar pada karakter Aramis yang ternyata menyimpan identitas rahasia.

3. Flone of the Mysterious Island (1981)

adegan dalam serial Flone of the Mysterious Island (dok. Nippon Animation/Flone of the Mysterious Island)

Anime ini merupakan adaptasi bebas dari novel klasik The Swiss Family Robinson karya Johann David Wyss. Ceritanya berpusat pada keluarga Robinson yang berniat pindah dari Swiss ke Australia lewat kapal, tapi mengalami kecelakaan dalam perjalanan.

Keluarga tersebut akhirnya terdampar di sebuah pulau terpencil. Mereka harus memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia untuk membangun rumah, mencari makan, dan bertahan hidup sambil berharap bisa kembali ke peradaban. Kalau kamu suka cerita survival yang lebih santai, anime ini layak dicoba.

4. Romeo and the Black Brothers (1995)

adegan dalam serial Romeo and the Black Brothers (dok. Fuji Television/Romeo and the Black Brothers)

Romeo and the Black Brothers mengambil latar Eropa pada akhir abad ke-19. Tokoh utamanya adalah Romeo, anak laki-laki dari Swiss yang pergi ke Milan untuk bekerja sebagai penyapu cerobong demi membantu keluarganya.

Di Milan, Romeo bertemu Alfredo dan anak-anak lain yang bekerja. Mereka kemudian membentuk kelompok bernama Black Brothers untuk saling melindungi dari berbagai masalah. Secara tema, anime ini memang terasa lebih serius karena novel karya Lisa Tetzner yang jadi dasar adaptasinya terinspirasi dari kisah nyata anak-anak Swiss yang terpaksa bekerja sebagai penyapu cerobong di Italia pada masa tersebut.

5. My Daddy Long Legs (1990)

adegan dalam serial My Daddy Long Legs (dok. Fuji Television/My Daddy Long Legs)

Anime ini menampilkan Judy Abbott, gadis yatim piatu yang mendapat kesempatan bersekolah berkat bantuan seorang dermawan misterius. Ia hanya mengetahui sosok tersebut dari bayangan tubuhnya yang tinggi sehingga Judy menjulukinya Daddy Long Legs.

Sebagai gantinya, Judy diminta menulis surat tiap bulan untuk menceritakan kehidupan dan pendidikannya. Cerita kemudian mengikuti kehidupan Judy selama bersekolah, mulai dari membangun pertemanan hingga menemukan bakat menulis dan mencari tahu identitas sang dermawan. Anime adaptasi novel karya Jean Webster ini cocok buat kamu yang suka cerita coming-of-age.

6. The Adventures of Tom Sawyer (1980)

adegan dalam serial The Adventures of Tom Sawyer (dok. Nippon Animation/The Adventures of Tom Sawyer)

Kalau anime satu ini, ceritanya diadaptasi dari novel klasik karya Mark Twain yang terbit pada 1876. Berlatar di kota kecil St. Petersburg, Missouri, pada 1840-an, The Adventures of Tom Sawyer berfokus pda bocah nakal bernama Tom Sawyer yang gemar mencari petualangan bersama sahabatnya, Huckleberry Finn.

Tom dan Huck terlibat dalam berbagai kejadian, mulai dari kenakalan khas anak-anak hingga menyaksikan sebuah pembunuhan di pemakaman. Tom bahkan harus memberanikan diri bersaksi untuk menyelamatkan orang yang gak bersalah. Gak cuma soal petualangan, anime ini juga mengangkat tema persahabatan, keberanian, dan proses Tom menghadapi dunia orang dewasa.

Deretan anime di atas membuktikan kalau adaptasi novel Barat bisa dikemas dengan apik lewat anime. Gak cuma menghibur, tapi juga menyimpan banyak pesan moral yang masih relevan hingga sekarang. Jadi, tertarik bernostalgia sama judul yang mana dulu, nih?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article