Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Apa Itu Infinity Vision? Format 'IMAX' untuk Avengers: Doomsday

Apa Itu Infinity Vision? Format 'IMAX' untuk Avengers: Doomsday
Avengers: Doomsday bakal pakai Infinity Vision (dok. Marvel Studios/Avengers: Doomsday)
Intinya Sih
  • Marvel Studios merilis trailer Avengers: Doomsday yang menampilkan Robert Downey Jr. sebagai Doctor Doom dan memperkenalkan format baru bernama Infinity Vision jelang rilis 18 Desember 2026.
  • Infinity Vision muncul karena Avengers: Doomsday tidak mendapat jatah layar IMAX akibat bentrok jadwal dengan Dune: Part Three, sehingga Disney menciptakan alternatif pengalaman menonton premium.
  • Infinity Vision adalah sertifikasi kualitas bioskop milik Disney, mirip konsep THX dari Lucasfilm, bukan teknologi layar baru, dan akan diuji coba lewat perilisan ulang Avengers: Endgame pada September 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Marvel Studios resmi merilis trailer perdana Avengers: Doomsday, yang memperlihatkan penampilan perdana Robert Downey Jr. sebagai Doctor Doom menjelang penayangannya pada 18 Desember 2026. Namun, kejutan terbesar bukan hanya kemunculan Doctor Doom.

Di akhir trailer, Disney memperkenalkan format baru bertajuk Infinity Vision. Banyak penggemar mengira Infinity Vision adalah teknologi bioskop baru yang akan menjadi pesaing IMAX. Padahal kenyataannya, Infinity Vision bukanlah hal baru, melainkan sertifikasi standar kualitas milik The Walt Disney Company. Berikut penjelasannya!

1. Avengers: Doomsday tidak dapat jatah IMAX, kalah dengan Dune: Part Three

Timothée Chalamet Sebut Paul akan Jadi Dark Emperor di Dune Part 3.jpg
Paul "Muad'Dib" Atreides (dok. Warner Bros. Pictures/Dune: Part Three)

Alasan utama munculnya Infinity Vision berkaitan dengan persaingan jadwal rilis yang sangat ketat. Avengers: Doomsday dan Dune: Part Three dijadwalkan tayang pada hari yang sama, yaitu 18 Desember 2026. Bentrokan dua film blockbuster ini bahkan dijuluki penggemar sebagai "Dunesday."

Masalahnya, Dune: Part Three memiliki keuntungan besar karena sutradara Denis Villeneuve merekam film tersebut menggunakan kamera IMAX. Akibatnya, jaringan IMAX memberikan hak eksklusif kepada Dune: Part Three di sekitar 400 layar IMAX di Amerika Utara selama tiga minggu penuh.

Hal ini tentu menjadi kerugian bagi Marvel, karena layar premium seperti IMAX dan PLF (Premium Large Format) menyumbang porsi pendapatan box office yang sangat besar. Pada 2024, layar PLF menyumbang sekitar 9,1% atau 600 juta dolar AS dari total box office domestik Amerika Serikat.

Tanpa akses ke layar IMAX, Avengers: Doomsday berpotensi kehilangan jutaan dolar pendapatan. Karena itulah Disney mencari cara alternatif untuk tetap menghadirkan pengalaman menonton premium bagi para penggemar. Itu adalah Infinity Vision.

2. Apa itu Infinity Vision?

Besar kemungkinan Loki akan reuni dengan Thor di Doomsday.jpg
Thor dan Steve Rogers (dok. Marvel Studios/Avengers: Doomsday)

Jadi, apa sebenarnya Infinity Vision? Perlu dipahami kalau Infinity Vision bukanlah layar atau proyektor baru. Disney mendeskripsikannya sebagai “stempel kelayakan” yang diberikan kepada bioskop-bioskop Premium Large Format (PLF) yang sudah ada, seperti Dolby Cinema, Cinemark XD, atau Regal RPX.

Agar mendapatkan sertifikasi Infinity Vision, sebuah bioskop harus memenuhi standar teknis minimum berikut:

  • Lebar layar: minimal 50 kaki atau sekitar 15 meter.
  • Proyeksi: menggunakan proyektor laser untuk ketajaman warna dan tingkat kecerahan tinggi.
  • Audio: memiliki sistem suara surround Dolby 7.1-channel atau lebih tinggi.

Saat ini, Infinity Vision baru tersedia di sekitar 75 lokasi di Amerika Serikat dan sebagian kecil di luar negeri. Hingga artikel ini dirilis, Disney belum mengumumkan daftar negara global yang akan mendapatkan format ini pada tahap awal.

Namun, jika format seperti Dolby Cinema dapat dilabeli sebagai "Infinity Vision," maka bukan tidak mungkin beberapa bioskop premium di Indonesia, khususnya di Jakarta, memiliki standar yang cukup untuk menampung format tersebut.

3. Infinity Vision bukan hal baru di dunia perfilman

Luke Skywalker dan lightsabernya (dok. 20th Century Fox/Return of the Jedi)
Luke Skywalker dan lightsabernya (dok. 20th Century Fox/Return of the Jedi)

Meski terdengar futuristis, langkah Disney ini sebenarnya bukan hal baru dalam industri perfilman. Pada 1983, Lucasfilm melakukan strategi serupa dengan meluncurkan sertifikasi THX menjelang rilis Return of the Jedi. Tujuannya adalah memastikan kualitas audio dan visual bioskop memenuhi standar minimal yang diinginkan studio.

Karena itu, banyak pihak melihat Infinity Vision sebagai strategi branding atau gimmick Disney untuk menyaingi dominasi IMAX, bukan sebagai inovasi yang benar-benar baru. Sertifikasi Infinity Vision akan diuji coba pertama kali pada perilisan ulang Avengers: Endgame (2019) pada September 2026, sebelum diterapkan sepenuhnya saat Avengers: Doomsday tayang di bioskop pada Desember mendatang.

Jadi, Infinity Vision bukanlah pesaing langsung IMAX dalam bentuk layar atau proyektor baru. Ia adalah cara Disney memastikan Avengers: Doomsday tetap bisa menawarkan pengalaman menonton premium, meski tidak mendapatkan jatah layar IMAX eksklusif.

Menurutmu, apakah Infinity Vision bisa menjadi alternatif yang sepadan dengan IMAX? Tulis pendapatmu di kolom komentar, ya!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More