Potret Bernadya bersama Hindia sampai Rendy Pandugo dalam press conference di Jakarta Selatan, Jumat (26/6/2026) (IDN Times/Juan Dwi)
Bernadya diketahui turut menggandeng beberapa musisi populer di blantika musik Indonesia dalam proses pembuatan lirik dan penggarapan album keseluruhan. Mereka di antaranya adalah Baskara Putra, Rendy Pandugo, Vega Antares, sampai ajak Perunggu untuk kolab.
"2000-an tuh luas banget, ya ternyata. Jadi, makanya aku mengajak banyak produser untuk mengumpulkan 2000-an berdasarkan perspektif produser masing-masing. Ternyata, hasilnya warna-warni," ucapnya.
Warna 2000-an bahkan tidak hanya bisa dirasakan melalui lagunya saja, tapi juga dari artwork album yang menampilkan potret Bernadya di sebuah pantai. Usut punya usut, pemotretan untuk cover albumnya dilakukan di Pantai Kamakura, Jepang.
Walau begitu, cewek berzodiak Pisces ini menegaskan bahwa sebenarnya hal tersebut dilakukan bukan untuk menonjolkan suasana Jepang, tapi justru ingin menampilkan warna-warna khas era 2000-an yang menurutnya lebih banyak ditemukan di sana.
"Kita tuh plan-nya gak mau ngejar Jepang-nya banget. Ada beberapa warna yang cuma ada di Jepang, kayak hijaunya beda, birunya beda. Cuma, kita gak mau sebenarnya orang ngerasa itu Jepang. Aim-nya adalah 2000-an gitu, lho. Entah kenapa warna-warna itu bisa didapatkannya di situ," tandasnya.