Benidictus "Benny" Siregar saat konferensi pers film "Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati" di XXI Plaza Senayan, Jakarta, Senin (12/10/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)
Di balik karakter Ale yang sedang mencari alasan untuk terus hidup, Benny seolah menemukan bagian dirinya sendiri. Ia mengaku pernah merasakan apa yang dirasakan oleh Ale. Perasaan kesepian, khususnya, membuat Benny terhubung dengan karakter yang diperankannya.
"Sebenarnya ini enggak jauh dari yang aku rasain, ya, karena aku juga pernah mengalami apa yang dialami Ale. Kesepian, enggak punya temen, mungkin yang diceritakan oleh Chicco (Kurniawan) juga, seluruh dunia kayak memusuhi, gitu," ujarnya.
Namun, Benny memiliki cara sendiri untuk keluar dari perasaan tersebut. Alih-alih mie ayam, Benny justru menemukan alasan untuk bertahan melalui obrolan sederhana.
"Cuma kayaknya yang membuatku kembali atau bertahan atau masih percaya pada hidup itu bukan hal yang besar. Ternyata hal-hal yang kecil, paling tidak menurut orang-orang. Kalau di sini disimbolkan sama mie ayam, kalau aku disimbolkan sama orang-orang di sekelilingku," tuturnya.
Benny mengakui dirinya memang senang berbicara dengan orang lain. Bahkan, percakapan dengan orang-orang di sekitarnya menjadi salah satu hal yang membuat energinya kembali. Ia pun berharap orang-orang bisa menemukan "mie ayam" versinya sendiri untuk melanjutkan hidup.
"Enggak harus (orang) yang aku kenal, yang aku baru ketemu aja itu udah bikin energiku kayak kembali lagi. Karena hal itu enggak akan bisa digantikan dengan apa pun. Dan mudah-mudahan temen-temen di luar sana dan juga mungkin Ale menemukan alasannya untuk bertahan. Mungkin bukan sesuatu yang besar, mungkin sesuatu yang sederhana tapi lumayan ampuh untuk membuat bertahan," tutupnya.