Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Cerita Francis Karel Bikin Lagu Buat Jin BTS dan SHINee, Gimana Awalnya?

3 min read
Cerita Francis Karel Bikin Lagu Buat Jin BTS dan SHINee, Gimana Awalnya?
Francis Karel pada Rabu (20/10/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita)
  • Francis Karel ikut menulis “Background” untuk album ECHO Jin BTS dan “Sweet Misery” di album HARD SHINee, setelah karya yang telah dibuatnya lolos proses song pitching label.

  • Label mengirim kebutuhan lagu tiap tiga bulan, lalu penulis mengajukan karya yang sesuai. Setelah terpilih, demo dapat diubah pada nada, produksi, dan lirik demi karakter artis.

  • Francis masih menulis lagu untuk artis KPop dan musisi internasional, tanpa mengungkap proyek mendatang. Ia juga merilis “Purple Skies” serta memproduksi lagu Maura dan Michelle.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Musisi Indonesia Francis Karel membagikan ceritanya bisa terlibat dalam penulisan lagu untuk sejumlah artis KPop. Gak main-main, lagunya digunakan oleh Jin BTS dan SHINee. lho. Ia ikut menulis lagu “Background” yang masuk ke dalam album solo Jin bertajuk ECHO, serta “Sweet Misery” di album SHINee, HARD.

Saat diwawancarai IDN Times pada Rabu (21/10/2026), Francis juga menceritakan bagaimana proses menggarap lagu untuk orang lain dan rencana ke depannya. Penasaran, kan?

  1. 1. Lagu Francis Karel terpilih lewat proses song pitching

    Francis Karel pada Rabu (20/10/2026)
    Francis Karel pada Rabu (20/10/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita)

    Perihal dua lagunya yang dipakai oleh musisi KPop, Francis menjelaskan, lagu yang akhirnya dibawakan oleh Jin BTS maupun SHINee sebenarnya sudah dibuat sebelumnya. Jadi, lagu-lagu tersebut sebenarnya tidak dibuat khusus untuk para idol tersebut. Namun, karyanya terpilih, karena sesuai dengan kebutuhan yang disampaikan pihak label melalui proses song pitching.

    Biasanya, label akan menginformasikan kebutuhan lagu untuk artis mereka setiap tiga bulan. Para penulis lagu kemudian bisa mengirimkan karya yang dirasa cocok dengan karakter maupun kebutuhan musik sang artis.

    “Jadi biasanya itu company-company, mau itu di label Korea atau di label US pun, mereka bakal ngirim tiap quarter. Tiap 3 bulan, mereka bilang, 'Artis-artis kita lagi butuh lagu begini, karena kita gak sempet bikin.' Dan kalo misalnya di contohnya lagu ini dua itu (untuk Jin BTS dan SHINee), kayak kepikiran lagu yang disebut yang mereka butuh itu kayaknya cocok sama lagu yang aku udah punya di sini. Ya udah kita coba kirim,” ujar Francis kepada IDN Times pada Rabu (21/10/2026).

    Salah satu karya Francis yang berhasil melewati proses tersebut adalah “Background” milik Jin BTS. Lagu itu masuk ke album ECHO yang dirilis pada 16 Mei 2025. Francis juga tercatat sebagai salah satu penulis “Sweet Misery”, lagu dari album kedelapan SHINee, HARD, yang dirilis pada 2023.

  2. 2. Versi yang dirilis bisa berbeda dari versi demonya

    Francis Karel pada Rabu (20/10/2026)
    Francis Karel pada Rabu (20/10/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita)

    Setelah lagu terpilih, proses pengerjaan belum selesai. Francis mengatakan, versi demo yang dibuat penulis lagu bisa mengalami banyak perubahan sebelum akhirnya direkam dan dirilis oleh artis. Penyesuaian tersebut bisa mencakup nada, produksi musik, hingga lirik agar lebih sesuai dengan karakter penyanyi.

    “Cukup jauh sih, contohnya di demo penyanyinya itu salah satu penulisnya. Nah, vokal penulisnya sama vokal artis yang mau lagunya itu kan beda. Misalnya kuncinya lebih kerendahan buat artisnya, jadi ditinggiin kayak gitu. Atau produksinya butuh lebih organik daripada terlalu elektronik, itu juga misalnya diulik lagi," ujarnya.

    Menurut Francis, perubahan tersebut merupakan bagian wajar dari proses produksi. Demo berfungsi sebagai gambaran awal sebuah lagu, sedangkan versi final harus menyesuaikan kebutuhan artis yang akan membawakannya. Karena itu, penulis lagu perlu terbuka terhadap revisi, baik dari segi musikal maupun lirik.

    Ia menuturkan, "Secara lirik biar bisa lebih personal buat artisnya, boleh ganti bagian ini sama itu. Kayak gitu-gitu biasanya sih part of the process. Jadi emang kita sebagai penulis lagunya itu kayak udah paham ya kalau lagu beda jauh gitu."

  3. 3. Francis Karel masih menulis lagu untuk artis KPop dan musisi luar negeri

    Francis Karel pada Rabu (20/10/2026)
    Francis Karel pada Rabu (20/10/2026) (IDN Times/Elizabeth Chiquita)

    Hingga kini, Francis masih aktif menulis lagu untuk artis luar negeri. Pengalamannya bekerja membuka peluang baginya untuk terus mengirimkan karya kepada label dan terlibat dalam proyek musik internasional. Namun, Francis belum ingin mengungkap nama artis yang sedang ia garap lagunya. Ia memilih menunggu sampai proyek-proyek tersebut benar-benar dirilis.

    “Mungkin aku gak mau sebut dulu spesifik siapa aja. Kejadian dulu deh release-nya,” ujarnya sambil tertawa.

    Selain menjadi penulis lagu, Francis Karel juga baru-baru ini meluncurkan single terbaru berjudul "Purple Skies" pada 30 September 2026. Francis juga berada di balik produksi karya-karya adiknya, yaitu “Read The Sign” milik Maura dan “Digital Pillow Talk” milik Michelle yang dirilis di hari yang sama.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More