Ciccio Manassero saat konferensi pers film "Siti Si Vampir" di XXI Epicentrum, Jakarta, Jumat (16/10/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)
Dalam Siti Si Vampir, Nakkula digambarkan sebagai vampir elite dengan pembawaan tenang dan berwibawa. Karakter tersebut menuntut Ciccio untuk mengandalkan ekspresi sekaligus menjaga gestur agar sosok Nakkula tetap terlihat dingin. Ia tidak sekadar kembali menghidupkan peran vampir, tetapi juga harus membangun gaya akting yang benar-benar baru.
"Jaraknya sudah 10 tahun dari peran vampir saya yang dulu. Gaya bicara, mannerism, dan konsep ceritanya 100 persen berbeda," kata Ciccio sambil menoleh ke sutradara Rahabi Mandra, saat konferensi pers di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Jumat (16/10/2026).
Tentu, hal itu menuntut tantangan. Salah satunya adalah mengendalikan gerakan tangan ketika berbicara dengan lawan main yang kontras dengan karakternya. Kebiasaan yang biasa dilakukan Ciccio dalam keseharian justru harus ditekan agar pembawaan Nakkula tetap konsisten sepanjang film.
"Sulit sekali untuk nahan ketawanya itu, tapi juga sulitnya adalah karena jujur kan kita harus kayak fire and ice, ya. Harus sangat berbeda. Aku tuh jujur awalnya takut sekali ketika mereka sudah sangat ekspresif, lucu, Nakkulanya malah bukan dingin tapi jadi terlihat sedikit kaku. Itu challenge-nya tuh. Leeway aku untuk berekspresi sangat dikit," jelas Ciccio.
Kebiasaan tersebut, menurutnya, berkaitan dengan latar belakang orang-orang Italia yang dikenal cukup ekspresif ketika berbicara. Demi memerankan Nakkula yang dingin, hampir seluruh gerakan tersebut harus ditahan Ciccio.
"Karena ya as you can see, kalau Ciccio sehari-hari darah Itali-nya tidak bohong. Kadang-kadang kalau ngomong tangan aja susah (diam). Harus ada sedikit-sedikit. Ketika jadi Nakkula tuh bener-bener harus diem. Sangat menyiksa sih," ujarnya.