Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ciccio Manassero Jadi Vampir Lagi setelah 10 Tahun, Tahan Gestur Italia
Ciccio Manassero saat konferensi pers film "Siti Si Vampir" di XXI Epicentrum, Jakarta, Jumat (16/10/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)
  • Ciccio Manassero kembali memerankan vampir sebagai Nakkula di film Siti Si Vampir (2026), 10 tahun setelah menjadi Wingky dalam sinetron Ganteng-Ganteng Serigala.
  • Untuk membangun Nakkula yang dingin dan berwibawa, Ciccio harus membatasi gestur khasnya, mengandalkan mikroekspresi, serta menjaga kontras dengan karakter Siti dan Dudi yang ekspresif.
  • Selama syuting, Ciccio mempertahankan aura Nakkula lewat kostum, riasan, dan sikap pendiam hingga kru sempat mengira ia tidak suka bercanda atau enggan diajak berbicara.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Setelah 10 tahun berlalu, Ciccio Manassero akhirnya kembali berperan sebagai vampir di film Siti Si Vampir (2026). Kali ini, ia hadir sebagai Nakkula, karakter yang berbeda dari peran sebelumnya di sinetron Ganteng-Ganteng Serigala (GGS).

Lewat sinetron yang populer pada 2014 tersebut, Ciccio memerankan Wingky, vampir yang terlibat dalam kisah percintaan dan konflik antara vampir dan manusia. Kini, ia kembali memasuki dunia vampir melalui Siti Si Vampir, tetapi dengan gaya akting yang jauh lebih "dingin" dan terkendali.

1. Ciccio Manassero harus tahan "gestur" Italia saat jadi Nakkula

Ciccio Manassero saat konferensi pers film "Siti Si Vampir" di XXI Epicentrum, Jakarta, Jumat (16/10/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

Dalam Siti Si Vampir, Nakkula digambarkan sebagai vampir elite dengan pembawaan tenang dan berwibawa. Karakter tersebut menuntut Ciccio untuk mengandalkan ekspresi sekaligus menjaga gestur agar sosok Nakkula tetap terlihat dingin. Ia tidak sekadar kembali menghidupkan peran vampir, tetapi juga harus membangun gaya akting yang benar-benar baru.

"Jaraknya sudah 10 tahun dari peran vampir saya yang dulu. Gaya bicara, mannerism, dan konsep ceritanya 100 persen berbeda," kata Ciccio sambil menoleh ke sutradara Rahabi Mandra, saat konferensi pers di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Jumat (16/10/2026).

Tentu, hal itu menuntut tantangan. Salah satunya adalah mengendalikan gerakan tangan ketika berbicara dengan lawan main yang kontras dengan karakternya. Kebiasaan yang biasa dilakukan Ciccio dalam keseharian justru harus ditekan agar pembawaan Nakkula tetap konsisten sepanjang film.

"Sulit sekali untuk nahan ketawanya itu, tapi juga sulitnya adalah karena jujur kan kita harus kayak fire and ice, ya. Harus sangat berbeda. Aku tuh jujur awalnya takut sekali ketika mereka sudah sangat ekspresif, lucu, Nakkulanya malah bukan dingin tapi jadi terlihat sedikit kaku. Itu challenge-nya tuh. Leeway aku untuk berekspresi sangat dikit," jelas Ciccio.

Kebiasaan tersebut, menurutnya, berkaitan dengan latar belakang orang-orang Italia yang dikenal cukup ekspresif ketika berbicara. Demi memerankan Nakkula yang dingin, hampir seluruh gerakan tersebut harus ditahan Ciccio.

"Karena ya as you can see, kalau Ciccio sehari-hari darah Itali-nya tidak bohong. Kadang-kadang kalau ngomong tangan aja susah (diam). Harus ada sedikit-sedikit. Ketika jadi Nakkula tuh bener-bener harus diem. Sangat menyiksa sih," ujarnya.

2. Ciccio sulit menahan tawa saat beradu akting dengan Ajil Ditto

Ciccio Manassero saat konferensi pers film "Siti Si Vampir" di XXI Epicentrum, Jakarta, Jumat (16/10/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

Tantangan berikutnya datang ketika Ciccio harus beradu akting dengan Satine Zaneta dan Ajil Ditto. Keduanya memerankan karakter dari kalangan grassroot, yakni Siti dan Dudi yang tinggal di rumah susun. Perbedaan karakter tersebut membuat gaya interaksi Ciccio dengan kedua pemain harus benar-benar dijaga. Terlebih, Nakkula dituntut tetap tenang ketika berhadapan dengan karakter yang jauh lebih ekspresif.

Sebagai lawan mainnya, Ajil sampai mengetahui bagaimana Ciccio berusaha menahan ekspresinya selama berada di depan kamera.

"Karena emang di sini yang tadi dia bilang kan, emosinya enggak boleh kelihatan. Apa-apa harus micro expression. Apapun bentuk emosinya, gitu kan. Jadi ya dia sering banget ngerasin bibirnya dan gue tahu itu," ucap Ajil.

Ciccio pun membenarkan bahwa kehadiran Ajil menjadi salah satu tantangan tersendiri selama proses syuting. Pasalnya, Ajil kerap memberikan guyonan berbeda, sehingga Ciccio harus kembali menahan reaksinya agar tidak keluar dari karakter Nakkula.

"Dia (Ajil), setiap kali take, ganti shot, atau apa, bercandanya beda. Jadi gue enggak siap kan. Gue udah siap, 'Oh ini bercandanya gini nih. Oh yaudah,' lo ngomong yang lain. Gue nengok ke sana. 'Eh, pucet. Bule,' gitu. Gimana caranya nahan?" balas Ciccio disambut tawa media.

3. Ciccio sampai tak diajak ngobrol kru karena aura vampirnya

Ciccio Manassero saat konferensi pers film "Siti Si Vampir" di XXI Epicentrum, Jakarta, Jumat (16/10/2026) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)

Menjaga karakter Nakkula ternyata tidak berhenti saat kamera mulai merekam. Ciccio mengaku berusaha mempertahankan suasana karakter bahkan ketika sudah berada di set. Dengan kostum, riasan pucat, dan penampilan nonchalant khas Nakkula, ia sengaja mengurangi candaannya. Kebiasaan tersebut sampai membuat salah satu kru terkejut ketika mengetahui Ciccio sebenarnya bisa bercanda.

"Gue tuh hari terakhir live scene, gue tuh pake bajunya gue bercanda-bercandain gitu lho. 'Wih, enggak masuk nih,' gitu. Soundman kita atau skripkon kita kaget, 'Lah, lo bisa bercanda?' Gue tuh sampe kayak, 'Emang gue aslinya bercanda terus, Om'," jelasnya.

Namun, efek dari penampilan Nakkula ternyata tidak hanya dirasakan Ciccio. Ia merasa ada perubahan kecil dalam cara kru berinteraksi dengannya selama berada di lokasi syuting. Ciccio bahkan sempat merasa aneh ketika berjalan bersama Satine. Kru justru lebih sering mengajak Satine berbicara, sementara dirinya seperti dibiarkan sendirian.

Ajil kemudian bergurau bahwa aura vampir Ciccio dan Kimberly Ryder yang memerankan ibunda Nakkula terlalu kuat hingga seolah sedang melakukan aura farming. Pengalaman tersebut akhirnya menjadi salah satu cerita lucu Ciccio selama menjalani syuting Siti Si Vampir.

"Bahkan gue sempet satu kali curhat sama Satine, 'Kayaknya di sini tuh orang-orangnya enggak suka sama gue.' 'Lo, kenapa?' (balas Satine). Iya, kalo masuk set tuh orang-orang pada ngajak ngobrol Satine, tapi ngajak ngobrol gue enggak ada. Takut kayaknya," pungkasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article