Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Gal Gadot Butuh 6 Bulan Negosiasi Terkait AI di Film Bitcoin, Kenapa?

Gal Gadot Butuh 6 Bulan Negosiasi Terkait AI di Film Bitcoin, Kenapa?
potret Gal Gadot (Instagram.com/gal_gadot)
  • Gal Gadot akan tampil dalam film thriller biografi Bitcoin, yang memakai AI untuk set dan pencahayaan, sementara kisahnya berfokus pada Craig Wright yang mengaku sebagai Satoshi Nakamoto.
  • Gadot menjalani negosiasi kontrak selama sekitar enam bulan untuk memastikan AI tidak memengaruhi penampilannya; seluruh performanya dalam film disebut sepenuhnya dilakukan olehnya.
  • Meski mengaku takut pada AI, Gadot memilih mempelajari dan beradaptasi dengan teknologi tersebut agar tetap bekerja di industri film, sambil menetapkan batas perlindungan atas performanya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Di balik proses produksi film Bitcoin yang menuai sorotan karena penggunaan kecerdasan buatan (AI), Gal Gadot membutuhkan waktu sekitar enam bulan untuk bernegosiasi, lho. Dalam wawancaranya di podcast “Happy Sad Confused” untuk mempromosikan film The Runner, aktris asal Israel tersebut bahkan mengungkapkan bahwa proses tersebut menjadi yang terlama yang pernah ia jalani.

Bukan tanpa alasan, ternyata proses panjang itu dilakukan demi memastikan agar teknologi AI tidak memengaruhi penampilannya sebagai seorang aktris. Dalam kesempatannya, Gal Gadot tak menampik bahwa ia pun takut pada AI. Meski begitu, ia memilih untuk mempelajari dan beradaptasi dengan teknologi tersebut agar tidak tersingkir dari industri perfilman.

  1. 1. Gal Gadot bakal comeback lewat film Bitcoin yang tuai sorotan karena penggunaan AI

    Potret Gal Gadot dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, dengan wajah menghadap ke arah kamera.
    potret Gak Gadot (Instagram.com/gal_gadot)

    Gal Gadot bakal comeback lewat film thriller biografi berjudul Bitcoin. Disutradarai oleh Doug Liman dengan skenario yang ditulis oleh Ian Mackenzie Jeffers, Kate Maberly, dan Nick Schenk, film ini mengikuti kisah Craig Wright, yang mengklaim dirinya sebagai Satoshi Nakamoto, nama samaran yang digunakan oleh pencipta Bitcoin. Klaim tersebut kemudian membawanya ke dalam situasi berbahaya dan memicu persaingan dengan sejumlah tokoh besar dunia teknologi serta politik.

    Sejak proses produksinya, film yang awalnya berjudul Bitcoin: Killing Satoshi ini sudah menarik perhatian karena menggunakan teknologi AI. Dalam proses syutingnya, para aktor tidak tampil di set lengkap seperti produksi film pada umumnya. Mereka justru menjalani syuting di ruang yang minim dekorasi dan pencahayaan, sementara elemen visual seperti set dan pencahayaan ditambahkan menggunakan teknologi AI.

    Melansir Variety, produser Ryan Kavanaugh mengklaim bahwa penggunaan AI membantu menghemat biaya produksi film Bitcoin hingga lebih dari US$200 juta atau sekitar Rp3,5 triliun. Kendati demikian, walaupun mengandalkan AI untuk membuat set dan pencahayaan, sutradara tetap melibatkan banyak kru selama proses syuting.

    Dalam Bitcoin, Gal Gadot hadir sebagai pemeran karakter Charlotte “Lotte” Miller. Film ini pun turut diperkuat oleh jajaran aktor ternama lainnya, seperti Casey Affleck, Isla Fisher, dan Pete Davidson.

  2. 2. Ungkap butuh 6 bulan negosiasi demi lindungi penampilannya dari AI

    Potret Gal Gadot yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya, @gal_gadot, dalam sebuah foto close-up.
    potret Gal Gadot (Instagram.com/gal_gadot)

    Di balik penggunaan AI dalam film Bitcoin, Gal Gadot ternyata memberikan perhatian khusus terhadap kontraknya. Sang aktris mengungkapkan bahwa pengacaranya sampai membutuhkan waktu sekitar enam bulan untuk membahas berbagai kemungkinan terkait penggunaan AI dalam film tersebut.

    “Ini adalah kontrak terlama yang pernah saya kerjakan,” kata Gadot. Ia kemudian menjelaskan bahwa selama enam bulan, tim hukumnya membahas setiap skenario yang mungkin terjadi terkait komponen AI dalam film karena tidak ingin teknologi tersebut memengaruhi penampilannya sebagai aktris. Oleh karena itu, Gal Gadot memastikan bahwa penampilannya di Bitcoin sepenuhnya adalah dirinya.

    “Saya benar-benar tidak ingin AI memiliki andil apa pun dalam penampilan saya. Kami harus melindungi hal tersebut sedemikian rupa hingga SAG menghubungi pengacara saya untuk meminta masukan terkait pembaruan kontrak SAG demi memberikan perlindungan kepada aktor lain. Untuk penampilan saya, semuanya adalah saya,” tegas Gal Gadot.

  3. 3. Akui takut AI, tapi tetap berusaha beradaptasi

    Potret Gal Gadot dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, @gal_gadot.
    potret Gal Gadot (Instagram.com/gal_gadot)

    Di tengah kontroversi penggunaan AI di industri perfilman, Gal Gadot mengaku tidak sepenuhnya merasa nyaman dengan perkembangan teknologi tersebut. Ia bahkan secara terbuka mengaku bahwa dirinya takut terhadap AI.

    Meski begitu, rasa takut tersebut tidak membuat Gal Gadot memilih untuk menghindari teknologi tersebut. Ia justru berusaha mempelajari dan memahami AI agar dapat beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di industri film.

    “Saya takut pada AI, tetapi apakah saya akan takut lalu mengabaikannya? Tidak. Saya takut, tetapi saya menggunakannya, mempelajarinya, dan berusaha mendidik diri sendiri,” ungkap Gal Gadot.

    Menurutnya, perkembangan AI sudah menjadi sesuatu yang sulit dihindari. Oleh karena itu, ia memilih untuk mempelajari dan beradaptasi dengan teknologi tersebut agar tetap dapat bekerja di industri, sembari menetapkan batasan terhadap penggunaan AI, terutama terkait penampilan dan performanya sebagai aktris.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More