Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Daftar Film Joko Anwar yang Suarakan Kritik Sosial, Terbaru Ghost In The Cell
Ghost in the Cell Joko Anwar. (Dok. Come and See Pictures/Ghost in the Cell)

Film-film Joko Anwar dikenal gak cuma seru, tapi juga berani menyentil realita. Lewat ceritanya, ia kerap menyisipkan kritik sosial hingga isu pemerintahan yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Gak heran kalau film-filmnya sering bikin penonton ikut berpikir. Selain menghibur, ada pesan yang terasa ‘menancap’ dan ikut mikirin nasib jadi WNI. Alhasil film-filmnya terus jadi perbincangan, berikut adalah daftarnya!

1. Gundala

Gundala, film Joko Anwar yang mengkritik pemerintah (dok. Screenplay Films / Gundala)

Kisah dalam film Gundala menampilkan potret nyata kesenjangan sosial yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Joko Anwar mengangkat perjuangan buruh pabrik yang menuntut keadilan, mulai dari upah yang layak hingga kehidupan yang lebih manusiawi. Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan para elite pemerintah yang hidup dalam kemewahan.

Melalui alur yang emosional, film yang tayang pada 2019 ini juga menyentil kondisi sosial dan politik di Indonesia. Memiliki cerita kuat dan relevan, Gundala sukses meraih 1.691.699 penonton di bioskop dan menjadi pembuka Jagat Sinema Bumilangit, yang menghadirkan kisah para patriot lokal.

2. Pengepungan di Bukit Duri

Pengepungan di Bukit Duri (dok. Come and See Pictures/Pengepungan di Bukit Duri)

Film Pengepungan di Bukit Duri menghadirkan potret kerusuhan sebagai siklus yang terus berulang, sekaligus menyentil adanya pembiaran struktural. Lewat akun X, Joko Anwar menunjukkan bagaimana negara sebagai aktor besar kerap meninggalkan ruang-ruang penting yang akhirnya dipenuhi oleh kekacauan.

“Film ini nunjukin anak-anak yang brutal, tapi perilaku mereka bukan lahir begitu saja. Perilaku itu lahir dari masyarakat yang sudah terbiasa menyakiti. Dan masyarakat itu dibentuk oleh arah kebijakan, nilai-nilai negara, dan cara bangsa ini menyikapi luka,” tulis Joko Anwar di akun X, pada 21 April 2025 lalu.

Melalui narasi yang kuat, film Pengepungan di Bukit Duri juga menyoroti bahwa setiap celah yang dibiarkan, baik dalam pendidikan, keadilan, maupun keamanan, akan membawa dampak yang lebih luas. Berani mengangkat kritik tajam soal keadilan hingga kekacauan dalam struktur pemerintahan, film ini berhasil meraih 1.890.814 penonton di bioskop.

3. Ghost in the Cell

Ghost in the Cell (dok. Come and See Pictures/Ghost in the Cell)

Film Ghost in the Cell menjadi salah satu karya Joko Anwar yang paling terasa dekat dengan keresahan masyarakat. Mulai dari isu korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, ketimpangan hukum hingga deforestasi. Lewat latar penjara, ia menghadirkan gambaran tentang sistem yang terasa mengekang, seolah menjadi cerminan kondisi sosial di Indonesia yang penuh tekanan dan ketidakpastian.

Dalam ceritanya, penjara tersebut digambarkan sebagai metafora negara, sementara para narapidana merepresentasikan warga yang terjebak di dalamnya. Lewat pendekatan yang emosional, film Ghost in the Cell gak cuma menyajikan cerita, tapi juga menyuarakan kegelisahan sebagai WNI.

Sampai saat ini, Ghost in the Cell berhasil menembus 1 juta penonton di hari keenam penayangan. Angka tersebut masih terus bertambah karena filmnya masih tayang di bioskop dan ramai jadi perbincangan publik di media sosial.

Berangkat dari isu terdekat, film-film Joko Anwar ini mengangkat cerita yang penuh emosional dan kritik. Mana yang paling ngena menurut kamu, nih?

Editorial Team