Ziva Magnolya di gala premiere "Ayah, Aku Mau Cerita" di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Jumat (14/8/26) (dok. IDN Times/Shandy Pradana)
Meski sempat merasa gugup, Ziva tidak ingin menjadikan statusnya sebagai pendatang baru sebagai alasan untuk tampil setengah-setengah. Ia justru berusaha mengulik lebih dalam mengenai teknik dan proses membangun karakter.
"Jadi itu yang bikin aku kayak justru lebih banyak mengulik juga untuk gimana sih sebetulnya berakting itu kayak gimana," ungkapnya.
Proses tersebut membuat Ziva menyadari bahwa akting tidak hanya bergantung pada kemampuan pemain untuk menghafalkan dialog. Ada banyak detail yang harus diperhatikan agar emosi karakter bisa terasa natural ketika ditampilkan di depan kamera.
Beruntung, Ziva merasa mendapatkan dukungan penuh dari para pemain dan kru selama menjalani proses syuting. Dukungan tersebut terutama terasa ketika ia harus menghadapi adegan yang cukup intens.
"Itu butuh support juga dari semuanya ya, enggak cuma pemain juga, kru-kru juga. Jadi itu memang cukup intens," tuturnya.
Ziva mengaku sering berdiskusi dan bertanya ketika menemukan bagian yang belum dipahaminya. Alih-alih membuatnya semakin gugup, komunikasi dengan tim justru membuat proses syuting terasa lebih mengalir.
"Dan aku merasa kalau misalkan aku lagi ngebayangin gitu ya, kalau aku enggak sering-sering nanya ini gimana caranya, terus aku bakalan 'Ih gimana ya', tapi ternyata semuanya ngalir," lanjut Ziva.