Potret Deddy Corbuzier dalam press conference Indonesian Podcast Festival yang digelar di Jakarta, Kamis (20/8/2026) (IDN Times/Juan Dwi)
Deddy Corbuzier mengingatkan para kreator agar tidak terlalu terpaku pada besaran angka penonton saat membuat podcast. Menurutnya, jumlah audiens yang belum terlalu besar bukan berarti konten tersebut tidak memiliki nilai. Bagi Deddy, angka sebesar 800-1.000 penonton sebenarnya sudah cukup besar jika dilihat dari perspektif yang berbeda.
"Sekarang banyak yang stres, 'Yang nonton saya cuma 800 orang.' Kalau 800 orang demo di Bundaran HI, rame lho itu. 800 orang dikumpulin, satu Senayan, lho itu. Nah, ya karena mereka cuma lihat number-nya. 800 orang, gimana caranya ngumpulin 800 orang?" kata Deddy dalam press conference di Jakarta Selatan, Kamis (20/8/2026).
Alih-alih terpaku pada jumlah audiens, Deddy lebih menyarankan kreator memanfaatkan podcast sebagai media untuk memperkenalkan pengetahuan dan keahlian yang mereka miliki. Ia bahkan mendorong orang-orang membuat konten sendiri berdasarkan knowledge yang belum tentu dimiliki orang lain.
"Make your own content. Make your own podcast one day, karena kamu punya knowledge yang orang lain belum tentu punya. Dari situ akan membuka peluang-peluang, pintu yang luar biasa yang mungkin tidak pernah berpikir bahwa itu bisa terjadi. The more people knowing you, with your knowledge, with your ability, with your skill, the more people will get attached to you, the more business you will have, the more money you will have," imbuhnya.