Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

10 Adegan dalam Film Marvel yang Mirip Versi Komiknya

10 Adegan dalam Film Marvel yang Mirip Versi Komiknya
Spider-Man melepaskan symbiote (dok. Marvel Studios/Spider-Man 3)
  • Film Marvel kerap mengadaptasi momen ikonis komik, meski alur, karakter, latar, dan motivasi tokohnya sering disesuaikan untuk kebutuhan layar lebar.
  • Beberapa adaptasi visual yang menonjol mencakup duel Iron Man-Captain America, Spider-Man bangkit dari reruntuhan, kematian Green Goblin, serta pelepasan symbiote di menara gereja.
  • Adegan Hulk melompat dari helikopter, T'Challa dijatuhkan Killmonger, Spider-Man melawan Thanos, dan pengorbanan Skurge menunjukkan penghormatan film terhadap panel komik klasik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jauh lebih banyak hal yang bisa diwujudkan dalam komik Marvel dibandingkan dengan filmnya. Cakupan cerita, jumlah karakter, dan kemegahan latar tempat dituangkan dari imajinasi para kreator komik. Alhasil, kita disuguhi dengan adegan aksi yang luar biasa tanpa terhambat oleh kendala efek khusus, penyesuaian kostum, batasan anggaran, ataupun berbagai masalah lain yang kerap menghantui produksi film.

Nah, dengan berbagai macam imajinasi yang ditampilkan tersebut, gak heran jika kisah dalam komik sering kali menjadi inspirasi bagi layar lebar. Memang benar, film-film Marvel Cinematic Universe (MCU) punya dunianya sendiri yang terpisah dari komik, baik karena alasan kreatif maupun praktis.

Lagipula, seandainya film Captain America: Civil War (2016) mengikuti alur komik Marvel yang berjudul Civil War (2006) secara persis, mungkin kita masih harus menunggu lama untuk menyaksikannya. Sebab, film tersebut harus memperkenalkan puluhan karakter yang bahkan belum pernah muncul di MCU.

Namun, sesekali—para pembuat film berhasil mengadaptasi adegan komik ke layar lebar. Apa saja, ya?

  1. 1. Adegan pertempuran Iron-Man dan Captain America dalam Captain America: Civil War meniru sampul komik Civil War

    Captain America vs. Iron-Man dalam Captain America: Civil War
    Captain America vs. Iron-Man dalam Captain America: Civil War (dok. Marvel Studios/Captain America: Civil War)

    Disutradarai oleh Russo Brothers, Captain America: Civil War (2016) berhasil menampilkan sebagian besar peristiwa penting dari komik Civil War (2006). Captain America (Chris Evans) dan Iron Man (Robert Downey Jr.) memimpin kubu yang berlawanan. Nah, pemicu konfliknya adalah tewasnya sejumlah warga sipil dalam sebuah pertempuran antarsuperhero.

    Namun, ada pula perbedaan-perbedaan besarnya. Karakter-karakter yang memegang peran penting dalam komik, seperti Punisher, Fantastic Four, X-Men, New Warriors, dan Namor, gak muncul dalam film ini. Konflik dalam komik sebatas di wilayah Amerika. Sedangkan dalam film, aturan hukum tersebut berasal dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dalam komik, Captain America tewas dibunuh dan pertarungan yang terjadi gak ada kaitannya dengan Bucky.

    Meski demikian, para pembuat film memastikan ada satu adegan dalam Captain America: Civil War yang sama persis dengan versi komiknya. Saat pertarungan antara Captain America dan Iron Man berlangsung, Steve Rogers menerjang maju dengan perisainya. Sementara itu, Tony Stark menembakkan repulsornya, yang memicu percikan api pada perisai Captain America. Momen tersebut sengaja dibuat agar menyerupai sampul komik Civil War #7 keluaran 2006. Tentu saja, latar tempat dalam film berbeda, gak ada tumpukan superhero yang tumbang di kaki mereka.

    Selain itu, kostum mereka gak terlihat rusak parah akibat pertempuran seperti yang tampak pada sampul komiknya. Walaupun begitu, jika kamu penggemar Marvel, pasti tahu banget adegan tersebut.

  2. 2. Adegan mengangkat palu Mjolnir dalam film Thor meniru komik Fantastic Four

    Mjolnir
    Mjolnir (dok. Marvel Studios/Thor)

    Komik Civil War membuat sesama superhero saling berseteru. Namun, ada satu fakta yang bikin kaget—baik di layar lebar maupun di halaman komik—yaitu absennya sosok Thor. Dalam filmnya, Thor sedang sibuk membenahi Sembilan Alam (Nine Realms). Sedangkan dalam komik, superhero yang terkenal dengan palu saktinya itu menghilang sejak peristiwa Avengers Disassembled (2004).

    Meski sosok Thor sendiri gak hadir, keberadaannya terasa di kisah komik Fantastic Four, tepat saat situasi mulai memanas menuju konflik Civil War. Dalam komik Fantastic Four #536 (2006), Mjolnir (palu Thor) jatuh ke Bumi dan menciptakan kawah di tengah wilayah Oklahoma, mirip dengan kejadian di New Mexico dalam film Thor (2011) yang pertama. Awalnya, Doctor Doom mencoba mengangkatnya. Namun, kemudian muncul banyak orang yang ingin meniru Thor. Mereka semua mendapat giliran untuk mencoba dan gagal saat mengangkat palu legendaris tersebut.

    Akhirnya, dalam Fantastic Four #538, alter ego lama Thor, Dr. Donald Blake, muncul di lokasi dan dengan mudah menyingkirkan para kandidat lain. Blake pun berhasil memegang Mjolnir dan menghilang dalam pilar cahaya. Walaupun versi film melewatkan semua kejadian itu, termasuk pertarungan antara Fantastic Four dan Doombots, kita masih disuguhi dengan adegan ketika banyak orang berharap bisa mengangkat palu tersebut, termasuk Stan Lee.

  3. 3. Adegan mencari pemburu dalam film The Wolverine meniru komik Wolverine

    Logan dalam The Wolverine
    Logan dalam The Wolverine (dok. Marvel Studios/The Wolverine)

    Logan sangat putus asa di akhir film X-Men: The Last Stand (2006). Ia terpaksa membunuh Jean Grey (Famke Janssen) demi menyelamatkan dunia dari angkara murkanya. Logan pun merasa sangat bersalah dan terpuruk. Jadi, saat kisahnya berlanjut di The Wolverine (2013), Logan (Hugh Jackman) memilih mengasingkan diri di hutan belantara Kanada. Penampilannya berantakan dengan rambut dan janggut yang gondrong.

    Namun, hidup di hutan gak segampang itu. Logan terpaksa membunuh seekor beruang yang terbius oleh panah berujung racun. Pasalnya, racun tersebut membuat beruang itu mengamuk hingga menewaskan 5 orang. Logan pun mencari tahu siapa pemburu yang bertanggung jawab atas kejadian itu.

    Ternyata, bagian cerita ini diadaptasi langsung dari komik Wolverine #1 terbitan 1982, yang diawali dengan aksi Logan mencari beruang pembunuh tersebut dan kemudian menemukan pemburu yang memicu amukan berdarah hewan itu. Memang, dalam versi komik, Logan gak sedang mengasingkan diri dan gak pula didera rasa bersalah yang berlebihan.

    Selain itu, kreator komik Frank Miller dan Chris Claremont membiarkan pembaca membayangkan sendiri sebagian besar momen menegangkan antara Logan dan sang pemburu. Namun, dalam filmnya, Logan menyiksa pemburu tersebut dengan memaku tangannya ke meja menggunakan panah berujung racun yang sebelumnya ia cabut dari bangkai beruang.

  4. 4. Adegan Spider-Man tertimpa reruntuhan dalam film Spider-Man: Homecoming mirip seperti di komik The Amazing Spider-Man #33

    Spider-Man: Homecoming
    Spider-Man: Homecoming (dok. Marvel Studios/Spider-Man: Homecoming)

    Salah satu adegan paling legendaris dalam sejarah aksi berayun jaring Spider-Man tersaji dalam komik The Amazing Spider-Man #33 yang terbit pada 1966. Kisah ini dibuka ketika Spider-Man terjepit di bawah reruntuhan baja seberat berton-ton usai bertarung melawan Doctor Octopus. Dalam rangkaian adegan sepanjang lima halaman, Spidey awalnya sempat pasrah dan gak berdaya. Namun, ia kemudian bangkit kembali dan berhasil menyingkirkan tumpukan puing yang menindih punggungnya.

    Adegan ini jelas menjadi inspirasi bagi sutradara Jon Watts dan tim kreatif di balik film Spider-Man: Homecoming (2017). Peter Parker (Tom Holland) terjebak di bawah reruntuhan beton seberat berton-ton. Namun, bukan Doctor Octopus, melainkan Vulture (Michael Keaton) yang membuat Spidey berada dalam situasi tersebut.

    Awalnya Peter merasa kalah dan berteriak meminta tolong tanpa ada yang membantunya. Meskipun begitu, kita gak disuguhi monolog dramatis seperti yang ditulis Stan Lee untuk The Amazing Spider-Man #33, ketika Spidey bersumpah untuk gak mengecewakan Bibi May. Namun, sama halnya dengan versi komik, Spider-Man versi film berhasil membebaskan diri berkat tekadnya dan gak pantang menyerah.

  5. 5. Adegan Hulk berada di helikopter dalam The Incredible Hulk mirip seperti komik Ultimates #12

    Hulk
    Hulk (dok. Marvel Studios/The Incredible Hulk)

    Pada awal 2000-an, Marvel meluncurkan lini komik Ultimate yang menampilkan karakter-karakter klasiknya dengan cerita yang lebih modern. Pembaruan tersebut menampilkan banyak adegan kekerasan yang eksplisit. Nah, Bruce Banner menjadi salah satunya.

    Hulk pertama kali mengamuk di semesta Ultimate dalam Ultimate Marvel Team-Up. Namun, ia baru menjadi sosok Hulk saat muncul dalam seri Ultimates. Setelah aksi mengamuk pertamanya di New York City, Bruce Banner ditahan di penjara yang sangat mirip dengan fasilitas yang dirancang untuknya dalam film Avengers (2012).

    Hulk kemudian absen dari sebagian besar cerita-cerita Ultimates. Namun, ia kembali di akhir Ultimates #12. Saat tim Ultimates bertempur melawan pasukan invasi Chitauri, Bruce Banner yang mengenakan baju pengekang (straitjacket) dibawa terbang melintasi lokasi pertempuran menggunakan helikopter. Di sana, seorang prajurit S.H.I.E.L.D. memukuli Banner lalu melemparnya keluar dari helikopter. Seperti yang sudah bisa ditebak, edisi berikutnya dibuka dengan adegan Hulk jatuh menghantam tanah dan menjadi titik balik dalam pertarungan tersebut.

    Dalam film The Incredible Hulk (2008), kita disuguhi versi yang jauh lebih romantis dari adegan ini. Setelah ditangkap oleh Jenderal Ross (William Hurt) dan mengetahui bahwa Emil Blonsky (Tim Roth) berubah menjadi Abomination, Bruce Banner (Edward Norton) berusaha mengubah dirinya menjadi Hulk untuk melawan monster yang mengamuk akibat efek obat peningkat kekuatan tersebut. Namun, alih-alih dipaksa keluar, Banner dengan sukarela menjatuhkan diri dari helikopter menuju kawasan Harlem yang sedang dikepung musuh, tepat setelah menerima ciuman dari Betty (Liv Tyler).

  6. 6. Adegan T'Challa dijatuhkan dari air terjun di Black Panther mirip seperti di komik Jungle Action #6

    T'Challa dan Killmonger
    T'Challa dan Killmonger (dok. Marvel Studios/Black Panther)

    Saat pertama kali diperkenalkan dalam komik Jungle Action #6 (1973), ambisi kekuasaan Erik Killmonger terkait perubahan politik global belum terlihat. Namun, ketika Michael B. Jordan memerankannya dalam film Black Panther (2018), villain ini justru bertekad memicu revolusi. Meski demikian, kemunculan perdana karakter ini berakhir dengan cara yang sama di film MCU maupun komiknya, yakni ketika Killmonger melemparkan T'Challa (Chadwick Boseman) dari puncak Warrior Falls.

    Selain perbedaan motivasi, hal yang paling membedakan adegan pertarungan di Warrior Falls antara versi komik dan film adalah cara Killmonger mengalahkan musuh kerajaannya itu. Dalam film, Killmonger menantang T'Challa untuk bertarung dalam duel ritual. Seperti halnya saat melawan M'Baku (Winston Duke), kekuatan Panther dicabut dari diri T'Challa, sehingga pertarungan yang terjadi berlangsung secara adil satu lawan satu. Namun, dalam komik Jungle Action #6, T'Challa kembali ke Wakanda dan melihat bagaimana negerinya terpecah-belah akibat ulah Killmonger.

    Sang Panther mencari keberadaan musuhnya. Namun, saat mereka akhirnya berhadapan, Killmonger memanggil bala bantuan, yaitu seekor macan tutul peliharaannya yang bernama Preyy. Walaupun T'Challa berhasil mengalahkan hewan buas tersebut, pertarungan itu membuatnya lemah dan terluka, sehingga Killmonger melemparkan Black Panther dari air terjun tersebut.

  7. 7. Adegan Green Goblin tewas dalam film Spider-Man mirip seperti di komik Amazing Spider-Man #121

    Green Goblin
    Green Goblin (dok. Marvel Studios/Spider-Man)

    Pada 1973, Amazing Spider-Man #121 berakhir dengan meninggalnya kekasih Peter Parker, Gwen Stacy, dalam sebuah pertarungan melawan Green Goblin. Adegan ini sering disebut sebagai salah satu titik balik paling krusial dalam sejarah buku komik, sekaligus momen transisi dari Silver Age (Zaman Perak) komik menuju Bronze Age (Zaman Perunggu) yang lebih dewasa. Setelah Stacy tiada, edisi berikutnya menampilkan aksi Spider-Man mengejar Green Goblin. Pertarungan mereka pun berakhir dengan tewasnya sang Goblin.

    Dalam film Spider-Man (2002), alih-alih menyandera Gwen Stacy, Green Goblin (diperankan Willem Dafoe) justru menyandera Mary Jane Watson (diperankan Kirsten Dunst). Namun, untungnya, MJ berhasil selamat dari villain tersebut. Meski demikian, sebagian besar pertarungan antara Spidey dan Goblin memiliki latar lokasi yang sama dengan Amazing Spider-Man #121, yaitu Jembatan Brooklyn.

    Kemudian, Green Goblin tewas dengan cara yang sama persis seperti versi komiknya. Dalam film tersebut, saat berusaha meyakinkan Peter Parker bahwa ia sudah berubah menjadi orang baik, Goblin justru mengarahkan glider-nya untuk menyerang sang pahlawan. Namun, insting Spidey kuat dan berhasil menghindar, sehingga Osborn-lah yang justru tertusuk senjatanya sendiri hingga menancap ke dinding bata.

    Ia mengucapkan kata-kata terakhirnya, "Peter, jangan beri tahu Harry," lalu menghembuskan napas terakhir. Dalam komik, kejadiannya berlangsung hampir sama persis. Namun, Green Goblin gak mengelabui Spidey dengan mengatakan bahwa ia sudah menjadi orang baik. Saat glider menancapkan tubuhnya, ia juga gak mengucapkan sepatah kata pun.

  8. 8. Adegan Spider-Man melepaskan diri dari symbiote di lonceng gereja dalam Spider-Man 3 mirip seperti di komik Web of Spider-Man #1

    Spider-Man melepaskan symbiote
    Spider-Man melepaskan symbiote (dok. Marvel Studios/Spider-Man 3)

    Dalam Spider-Man 3 garapan Sam Raimi, setelah Peter Parker ketempelan symbiote alien yang membuatnya jauh lebih agresif, serta aksi musikal yang memalukan, Peter akhirnya berhasil lepas dari kendali alien tersebut setelah ia melukai Mary Jane. Spidey kemudian membebaskan diri dari symbiote itu dengan pergi ke sebuah gereja. Di sana, dentang lonceng menjadi kelemahan fatal bagi sang alien. Saat lonceng berbunyi, suaranya melemahkan symbiote tersebut hingga Peter bisa melepaskan symbiote dari tubuhnya.

    Adegan di menara lonceng ini diambil langsung dari komik Web of Spider-Man #1 terbitan tahun 1985. Peter Parker pertama kali menyingkirkan symbiote tersebut dengan bantuan sosok jenius Reed Richards dalam Amazing Spider-Man #258 (1984).

    Namun, dalam Web of Spider-Man #1, alien itu melarikan diri dari laboratorium Richards dan mencari inang lamanya. Ia menemukan Peter Parker dan kembali menempel padanya. Spidey pun terpaksa melarikan diri dari alien itu sembari melawan Vulturions. Ia akhirnya sampai di menara gereja, tempat dentang lonceng berhasil mengalahkan parasit berbahaya tersebut.

  9. 9. Adegan Spider-Man menembakkan jaring ke wajah Thanos di film Avengers: Infinity War mirip seperti di komik Infinity Gauntlet #4

    Spider-Man dan Thanos
    Spider-Man dan Thanos (dok. Marvel Studios/Avengers: Infinity War)

    Dalam Avengers: Infinity War, Spider-Man unjuk gigi di Titan saat pertempuran melawan Thanos (Josh Brolin) dengan cara menutupi mata sang penjahat menggunakan jaring laba-labanya. Adegan jaring yang menutupi mata ini sangat mirip dengan adegan dalam komik Infinity Gauntlet #4 (1991), saat Spidey terjun ke dalam pertarungan dengan cara yang hampir sama. Setelah sang Mad Titan mengalahkan sebagian besar superhero Marvel, Spider-Man menembakkan jaring ke wajah Thanos, menendangnya dengan kedua kaki, lalu menyerahkan Thanos kepada Thor.

    Sayangnya, nasib Spider-Man versi film jauh lebih baik dibandingkan dengan versi komiknya. Drax (Dave Bautista) dan Doctor Strange (Benedict Cumberbatch) bergabung dalam pertarungan tepat setelah Spidey menjerat wajah Thanos dengan jaring. Nah, gak lama kemudian, Spider-Man serta Doctor Strange melancarkan serangan kombinasi sihir dan tendangan terhadap sang Mad Titan.

    Namun, di dalam komik, tepat setelah kakinya menghantam wajah Thanos, Spidey justru dihajar hingga tewas oleh Terraxia—seorang prajurit perempuan tangguh ciptaan Gauntlet yang setia kepada Thanos. Tentu saja, Peter Parker kembali hidup di akhir seri tersebut, sama seperti superhero lainnya.

  10. 10. Adegan perlawanan terakhir Skurge dalam Thor: Ragnarok mirip seperti di komik Thor #362

    Skurge
    Skurge (dok. Marvel Studios/Thor: Ragnarok)

    Thor: Ragnarok (2017) mengangkat salah satu adegan paling heroik dari sejarah panjang komik Marvel. Skurge (Karl Urban) memasang badan saat gerombolan mayat hidup Hela (Cate Blanchett) menyerbu kapal pengungsi Asgardian. Setelah menanggalkan penyamarannya dan mengeluarkan senapan M-16 miliknya, Skurge seorang diri menahan laju gerombolan zombi tersebut dengan rentetan tembakan hingga akhirnya Hela membunuhnya.

    Adegan ini diambil dari komik klasik tahun 1985, Thor #362, yang ditulis dan digambar oleh Walt Simonson. Aksi perlawanan terakhir Skurge dalam versi komik memiliki dampak emosional yang jauh lebih kuat. Skurge adalah bagian dari kelompok Asgardian yang melarikan diri dari Hel (alam orang mati). Ia mendengar rencana Thor untuk menahan pasukan iblis Hela agar sisa kaum Asgardian bisa meloloskan diri. Saat itulah Skurge melumpuhkan Thor dari belakang, sehingga Skurge yang bersenjatakan senapan mesin itu berdiri sendirian di Gjallerbru, jembatan yang membentang di antara Hel dan dunia orang hidup

    Ada dua halaman menarik dalam komik tersebut yang menampilkan aksi Skurge menembaki gerombolan musuh yang datang menyerbu, sembari menyadari bahwa waktunya tinggal sedikit. Akhirnya, Skurge berdiri di atas tumpukan mayat, mengayunkan senapan M-16, dan gugur sebagai seorang pejuang sejati. Walaupun Thor: Ragnarok adalah film yang luar biasa, versi komiknya berhasil menyajikan akhir hayat yang sangat layak dan heroik bagi Skurge.

    Komik Marvel terkenal sangat riuh dan penuh berbagai aksi. Jadi, memang tidak semua cerita bisa ditampilkan dalam film. Meskipun begitu, para sineas masih suka ngasih penghormatan dengan meniru adegan dari komiknya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More