Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Dian Sastro Kenang Casting Pasir Berbisik, Masih Pakai Seragam SMA

4 min read
Dian Sastro Kenang Casting Pasir Berbisik, Masih Pakai Seragam SMA
press conference film Yang Datang dan Yang Pergi di Bukanagara Coffee, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat (30/10/2026) (dok. IDN Time/Rani Asnurida)
  • Dian Sastro mengenang casting Pasir Berbisik saat masih berseragam SMA; peran itu ia nilai sangat menentukan awal perjalanan kariernya.
  • Setelah sekitar 25 tahun, Dian kembali bekerja dengan Nan Achnas di Yang Datang dan Yang Pergi, kini dengan diskusi langsung yang lebih mendalam.
  • Nan Achnas menyutradarai film tersebut bersama Nurman Hakim dengan pembagian tugas sejak praproduksi; film dijadwalkan tayang 3 Desember 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Sebelum dikenal sebagai aktris ternama Indonesia, Dian Sastro pernah bekerja sama dengan sutradara Nan Achnas lewat Pasir Berbisik (2001). Film tersebut menjadi salah satu pengalaman awal Dian di dunia perfilman.

Kini, setelah sekitar 25 tahun berlalu, keduanya kembali dipertemukan sebagai aktris dan sutradara lewat film Yang Datang dan Yang Pergi. Reuni ini pun membuat Dian mengenang kembali pengalaman pertamanya mengikuti casting Pasir Berbisik. Di hadapan awak media, Dian Sastro menceritakan bahwa saat itu, ia masih duduk di bangku SMA dan datang ke lokasi casting sepulang sekolah dengan masih mengenakan seragam putih abu-abu, lho.

  1. 1. Mata Dian Sastro berkaca-kaca saat mengenang momen casting Pasir Berbisik yang disutradarai oleh Nan Achnas

    Suasana konferensi pers film Yang Datang dan Yang Pergi di Bukanagara Coffee, Jakarta Selatan, Jumat 30 Oktober 2026.
    press conference film Yang Datang dan Yang Pergi di Bukanagara Coffee, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat (30/10/2026) (dok. IDN Time/Rani Asnurida)

    Dian Sastro mengaku masih mengingat jelas momen ketika ia mengikuti casting film Pasir Berbisik di awal kariernya. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengenang bagaimana dirinya datang ke lokasi casting sepulang sekolah dengan masih mengenakan seragam SMA. Saat itu, ia langsung mengikuti proses casting dan reading tanpa sempat berganti pakaian.

    “Dulu aku ingat banget, aku casting buat Pasir Berbisik tuh aku pulang sekolah, pakai seragam. Saat itu aku casting, aku coba reading,” kata Dian Sastro.

    Dian Sastro pun merasa sangat bersyukur karena berhasil mendapatkan peran tersebut. Menurutnya, jika saat itu ia tidak terpilih, mungkin perjalanan kariernya tidak akan seperti sekarang.

    “Ternyata aku yang dapat. Kalau gak, gak ada Dian Sastro sekarang kalau gak main Pasir Berbisik,” ungkap Dian juga di hadapan Nan Achnas.

  2. 2. Rasakan perbedaan interaksi dengan Nan Achnas

    Suasana konferensi pers film Yang Datang dan Yang Pergi di Bukanagara Coffee, Jakarta Selatan, Jumat 30 Oktober 2026.
    press conference film Yang Datang dan Yang Pergi di Bukanagara Coffee, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat (30/10/2026) (dok. IDN Time/Rani Asnurida)

    Setelah sekian lama, kini Dian Sastro kembali bekerja sama dengan Nan Achnas lewat film Yang Datang dan Yang Pergi. Ia mengaku merasakan perbedaan dalam interaksi mereka jika dibandingkan saat pertama kali bekerja sama.

    Saat film Pasir Berbisik, Dian menyebut bahwa ia yang masih menjadi aktor muda dan belum memiliki banyak pengalaman berakting, lebih banyak berinteraksi dengan asisten sutradara yang membantunya belajar akting. Sementara itu, kini Dian merasa senang bisa lebih banyak berdiskusi langsung dengan Nan karena pemahamannya sendiri tentang teori film sudah berkembang.

    “Aku senang sekarang Mbak Nan kalau ngobrol sama aku udah dengan kapasitas sebagai dosen. Kalau dulu kan aku pertama kali kerja sama dia kan sebagai aktor yang belum bisa acting. Jadi, banyak interaksi aku tuh lebih di astrada. Astradanya tuh guru teater yang ngajarin aku. Sama Mbak Nan gak terlalu banyak interaksi dulu. Tapi sekarang aku lebih banyak interaksi karena Mbak Nan tuh bisa ngejelasin dengan teori film yang aku sekarang lebih ngerti,” ungkap Dian Sastro.

  3. 3. Nan Achnas jadi duo sutradara Yang Datang dan Yang Pergi bersama Nurman Hakim

    Suasana konferensi pers film Yang Datang dan Yang Pergi di Bukanagara Coffee, Jakarta Selatan, Jumat 30 Oktober 2026.
    press conference film Yang Datang dan Yang Pergi di Bukanagara Coffee, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat (30/10/2026) (dok. IDN Time/Rani Asnurida)

    Film Yang Datang dan Yang Pergi tidak hanya menjadi ajang reuni bagi Dian Sastro dan Nan Achnas, tetapi juga menyatukan Nan Achnas dengan Nurman Hakim sebagai duo sutradara. Dalam press conference yang berlangsung di Bukanagara Coffee Gatsu, Jakarta, Selatan, Jumat (30/10/2026), keduanya mengaku sudah membagi tugas dan mendiskusikan berbagai kebutuhan produksi sejak tahap praproduksi.

    “Kita udah bagi tugas. Mas Hakim sendiri itu yang lebih ke day-to-day-nya. Kita udah merencanakan setiap shot, kita udah diskusi, udah berantem dan lain-lainnya berdua dengan shot itu sendiri,” kata Nan Achnas.

    Menurut Nurman Hakim, penting memiliki perencanaan yang matang sejak awal agar proses syuting bisa berjalan lancar. Dengan begitu, mereka tidak perlu menghabiskan lebih banyak waktu untuk memperdebatkan keputusan ketika sudah berada di lokasi.

    “Jadi, semua sudah dirancang, lalu kemudian ketika di lapangan, hanya diskusi. Dan itu yang meminimalisir perdebatan-perdebatan pada saat di lapangan. Jadi, di lapangan itu gak boleh berdebat saat penyutradaraan. Di lapangan hanya mendiskusikan konsep,” jelasnya.

    Film Yang Datang dan Yang Pergi dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 3 Desember 2026. Selain Dian Sastro, film ini juga dibintangi oleh Roy Sungkono, Dimas Aditya, dan David Ari Wibowo.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More