Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dikritik Tokoh Aslinya, Film Robert Pattinson Dapat Standing Ovation
Primetime (dok. A24/Primetime)
  • Chris Hansen mengkritik penggambaran Robert Pattinson dalam Primetime sebagai terlalu dramatis, meski belum menonton film karena menolak menandatangani NDA untuk pemutaran pratinjau.
  • Pattinson berharap Hansen menyukai film ini, yang mengeksplorasi batas jurnalisme, kepolisian, dan hiburan melalui karakter pembawa acara terinspirasi Hansen.
  • Primetime mendapat standing ovation sekitar tujuh menit saat pemutaran perdana kompetisi Festival Film Venesia 2026, bersaing untuk Golden Lion dan menandai debut naratif panjang Lance Oppenheim.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Setelah mendulang pujian lewat peran Antinous di film Christopher Nolan, The Odyssey (2026), Robert Pattinson kembali mencuri perhatian lewat proyek terbarunya, Primetime (2026). Film thriller kriminal psikologis produksi A24 tersebut mengangkat kisah di balik program televisi "To Catch a Predator" dan menampilkan Pattinson sebagai karakter yang terinspirasi dari pembawa acara aslinya, Chris Hansen.

Menariknya, Hansen justru memberikan kritik terhadap penggambaran dirinya dalam film tersebut. Namun, penilaian sang tokoh asli tidak menghalangi Primetime mendapat sambutan hangat ketika melakukan pemutaran perdana di Festival Film Venesia 2026 pada Sabtu (5/9/2026) waktu setempat.

1. Primetime dapat kritikan keras dari Chris Hansen

Primetime (dok. A24/Primetime)

Chris Hansen sendiri cukup vokal menyampaikan keraguannya terhadap Primetime. Ia bahkan belum menonton film tersebut, karena menolak menandatangani perjanjian kerahasiaan (NDA) yang menjadi syarat untuk menghadiri pemutaran pratinjau film. Hansen memberikan penilaian berdasarkan trailer Primetime. Menurutnya, penggambaran Pattinson sebagai karakter yang terinspirasi darinya terasa "terlalu dramatis."

"Maksud saya, jelas dia (Pattinson) sudah latihan untuk meniru saya, dan meski saya pikir penampilannya terlalu dramatis, menurut saya ada akting yang cukup bagus dalam trailer itu," kata Hansen kepada Entertainment Tonight (29/8/2026).

Hansen juga mempertanyakan alasan Hollywood mengangkat dan mendramatisasi kembali kisah To Catch a Predator, program Dateline NBC yang pernah menjadi perbincangan luas karena metode investigasinya terhadap para pedofil. Meski begitu, Hansen mengakui bahwa keluarganya memiliki pandangan yang lebih positif terhadap akting Pattinson sebagai dirinya.

"Bukan pendapat saya saja, tetapi ada juga pendapat orang lain. Dan sekadar memberi tahu, kalau istri saya dan keluarga saya menganggapnya sebagai akting yang cukup bagus," lanjutnya.

2. Robert Pattinson berharap Chris Hansen menyukai versinya di film Primetime

Primetime (dok. A24/Primetime)

Robert Pattinson sendiri berharap Chris Hansen pada akhirnya bisa menikmati Primetime. Dalam konferensi pers di Venice pada Sabtu (5/9/2026), aktor 40 tahun tersebut menyampaikan, ia memiliki ketertarikan tersendiri terhadap sosok Hansen.

"Tentu saja, saya berharap dia menyukai filmnya. Ada satu hal yang sangat memikat tentang dirinya. Saya berharap karakternya yang menginspirasi banyak orang selama bertahun-tahun merupakan suatu pujian (untuk Hansen)," kata Pattinson.

Pattinson mengaku pernah menonton To Catch a Predator ketika masih muda. Menurutnya, ada daya tarik tertentu dari cara Hansen membawakan program tersebut yang membuat sosoknya tetap diingat hingga bertahun-tahun kemudian.

"Dulu ketika masih muda saya sempat menonton acaranya, tapi ya sekadar nonton aja. Tapi memang ada sihir tersendiri tentang cara dia membawakan acaranya yang menjadi alasan utama kenapa orang-orang masih membahas acara itu meski sudah 20 tahun berlalu," ujar Pattinson.

Primetime sendiri mengangkat pertanyaan mengenai batas antara jurnalisme, kepolisian, dan hiburan. To Catch a Predator sendiri akhirnya dihentikan pada 2008 setelah mendapat kritik terkait metode yang digunakan dalam menghadapi para predator seksual.

3. Film Primetime mendapat standing ovation 7 menit di Venice

Primetime (dok. A24/Primetime)

Meski mendapat kritik langsung dari tokoh yang menjadi inspirasinya, Primetime justru mendapat sambutan hangat di Festival Film Venesia 2026. Film ini melakukan pemutaran perdana dalam kompetisi resmi Venice Film Festival dan bersaing memperebutkan Golden Lion, penghargaan utama festival tersebut.

Primetime mendapat standing ovation selama sekitar tujuh menit setelah pemutaran berakhir. Tepuk tangan penonton bahkan terus berlanjut ketika kredit film mulai bergulir. Menurut laporan Variety (5/9/2026), Suki Waterhouse, pasangan Pattinson, menjadi salah satu orang yang paling bersemangat memberikan dukungan. Ia bahkan langsung mencium Pattinson ketika penonton memberikan tepuk tangan meriah untuk sang aktor.

Ketika tepuk tangan memasuki menit keenam, penonton mulai meneriakkan nama sutradara Lance Oppenheim dan Phoebe Bridgers yang debut akting di film ini. Suasana juga tetap meriah di luar ruang pemutaran ketika penggemar meneriakkan nama Robert Pattinson. Pattinson bersama para pemain lainnya kemudian menyempatkan diri menyapa para penggemar yang berkumpul di venue festival.

Primetime merupakan film thriller kriminal psikologis sekaligus debut film naratif panjang Lance Oppenheim setelah sebelumnya menggarap sejumlah film pendek dan dokumenter. Film ini diangkat secara bebas dari artikel "Tonight on Dateline This Man Will Die" karya Luke Dittrich yang diterbitkan di Esquire pada 2007. Artikel tersebut membahas peristiwa bunuh diri Bill Conradt serta dampak setelahnya.

Dalam filmnya, kisah tersebut dipadukan dengan proses produksi To Catch a Predator. Pattinson memerankan versi fiksi dari Chris Hansen, seorang pembawa acara yang berusaha mengungkap predator anak melalui operasi jebakan. Dengan respons positif dari penonton Venice dan kritik dari Hansen yang menjadi inspirasinya, Primetime tampaknya menjadi salah satu film yang menarik tahun ini.

Curated For You

Editorial Team

Related Article