Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dipa Andika Bongkar Soal Perizinan dan Produksi Operasi Pesta Copet di Pestapora
Dipa Andika, produser film Operasi Pesta Copet (dok. Imajinari/Operasi Pesta Copet)
  • Operasi Pesta Copet berangkat dari kegelisahan Edy Khemod tentang pencopetan di konser, dengan konsep adegan pencopetan yang direkam nyata di tengah festival musik.
  • Imajinari meriset Pestapora sejak 2024 sebelum naskah selesai, lalu memperoleh izin syuting melalui kerja sama dengan Boss Creator dan Angin Segar.
  • Produksi di Pestapora 2025 berlangsung tujuh hari, termasuk H-3 hingga H+1 festival, dengan Boss Stage mempertahankan tata letak untuk kebutuhan alur cerita.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang jatuh pada Selasa, 25 Agustus 2026 terasa berbeda bagi saya. Sejak pagi, saya berulang kali mengecek jam agar bisa login tepat waktu di link Zoom wawancara bersama dengan Dipa Andika, produser film Operasi Pesta Copet (2026).

Produser dari Imajinari itu meluangkan waktu sekitar 40 menit untuk berbincang soal perizinan, persiapan, serta produksi film Operasi Pesta Copet (2026) di Festival Pestapora 2025. Dipa turut membagikan sejumlah fakta menarik tentang produksi film arahan Sutradara Edy Khemod itu.

Salah satunya adalah tim produksi Operasi Pesta Copet (2026) sudah melakukan riset sejak Pestapora 2024, atau saat naskah belum dibuat. Simak cerita selengkapnya bersama Dipa Andika, produser Operasi Pesta Copet (2026) dalam program #COD (Cerita Orang Dalam)!

1. Operasi Pesta Copet sebenarnya gak berdasarkan Pestapora

Cast dan sutradara film Operasi Pesta Copet (dok. Imajinari/Operasi Pesta Copet)

Operasi Pesta Copet (2026) ini lahir dari kegelisahan Edy Khemod soal praktek pencopetan yang sering terjadi saat konser. Sebelum berkecimpung di dunia kreatif, Edy Khemod terlebih dahulu dikenal sebagai Drummer Seringai.

"Kita waktu itu mikir menarik juga, karena film tentang musik itu sebenarnya di Indonesia juga gak terlalu banyak. Masih bisa dibilang jarang lah. Lalu apalagi dia, Edy Khemod beride gimana kalau kita mengawinkan ide ini dengan festival musik terbesar di Indonesia," cerita Dipa Andika.

Rasa penasaran saya pun muncul, kenapa Pestapora yang dipilih sebagai latar di film Operasi Pesta Copet (2026)? Apakah naskah film ini memang disiapkan based on Festival Pestapora? Dipa Andika berkata mereka sebenarnya hanya ingin menyajikan adegan pencopetan yang real, tanpa editing di tengah Pestapora.

"Sebenarnya gak juga. Waktu itu pas ngobrol intinya, gimana caranya pencopetan itu harus terjadi secara real. Kita gak mau pencopetan terjadi secara editing," ungkap Dipa.

Saat menulis naskah, Rino Sarjono dan Edy Khemod memang memutuskan pencopetan ini harus terjadi di festival musik. Selain itu, mereka juga menulis naskah tersebut dengan harapan bisa bekerja sama dengan Pestapora.

"Jadi waktu itu memang ceritanya kita buat dengan harapan, festivalnya memang kita bisa dapatkan. Jadi kalaupun amit-amit gak bersama Ucup (Program Director Boss Creator), ya kita gak tahu apakah ini festivalnya akan tetap ada apa gak," lanjutnya.

2. Perizinan syuting di Pestapora gak sulit, bahkan mereka sudah riset dari tahun 2024

Dipa Andika, produser film Operasi Pesta Copet (dok. Imajinari/Operasi Pesta Copet)

Seperti yang Dipa sudah jelaskan di poin sebelumnya, mereka membuat naskah Operasi Pesta Copet (2026) karena sudah yakin bisa bekerja sama dengan Pestapora. Sedangkan dari segi perizinan, Dipa mengaku tidak mengalami kesulitan.

"Sebenarnya sih gak ada perizinan yang gimana-gimana, karena ketika kita salaman ibaratnya tiga pihak ini, Imajinasi, Boss Creator, dan Angin Segar. Ya sudah, berarti kita dapat izin untuk syuting di Pestapora," ujar produser Ngeri-Ngeri Sedap (2022) ini.

Uniknya naskah Operasi Pesta Copet (2026) belum dibuat saat tim produksi melakukan riset di Pestapora 2024, lho. Mereka membutuhkan waktu sekitar satu tahun untuk memastikan naskah itu siap diproduksi di Pestapora 2025.

"Pertemuan waktu itu, skenario belum ada. Jadi skenario dibuat, kita riset dan datang di Pestapora 2024, lalu kita syuting di Pestapora 2025. Dan ditayangkan di 2026, kurang lebih satu bulan sebelum Pestapora 2026," tambahnya.

3. Hanya saja waktu syuting di Pestapora cuma 7 hari

Dipa Andika, produser film Operasi Pesta Copet (dok. Imajinari/Operasi Pesta Copet)

"Justru yang krusial adalah kita gak mungkin syuting hanya memanfaatkan 3 hari Pestapora yang terjadi," sahut Dipa Andika.

Mundur ke satu tahun lalu, netizen Indonesia dihebohkan dengan aktivitas Imajinari yang syuting film Operasi Pesta Copet (2026) di tengah Pestapora 2025. Ternyata tim produksi membutuhkan total tujuh hari untuk melakukan syuting di lokasi asli Pestapora, termasuk saat hari H festival berlangsung.

"Kita nego ke tim Boss Creator, bisa gak dipastikan H-3 sebelum Pestapora kita sudah bisa syuting di sana dengan lampu dan sound yang menyala," ucap Dipa.

Setelah berdiskusi, Boss Creator menyanggupi untuk membangun satu sampai dua stage lebih awal agar bisa digunakan tim produksi untuk syuting. Soalnya Gambir Expo & Hall D2 JIEXPO Kemayoran, Jakarta sudah di-booking event lain sebelum atau sesudah Pestapora 2026.

"Mereka menyanggupi tapi mungkin gak semua stage, hanya satu dua stage. Akhirnya kita syuting di satu (atau) dua stage itu. Sampai H+1 setelah Pestapora pun kita masih melakukan syuting," sambungnya.

4. Alasan Pestapora 2025 tata letaknya mirip Pestapora 2024 demi kebutuhan syuting Operasi Pesta Copet

Dipa Andika, produser film Operasi Pesta Copet (dok. Imajinari/Operasi Pesta Copet)

Tantangan lain yang dihadapi oleh tim produksi Operasi Pesta Copet (2026) adalah mereka hanya bisa melakukan survei saat Pestapora 2024. Maka dari itu, Imajinari membuat perjanjian dengan Boss Creator agar tata letak Pestapora 2024 dan 2025 sama.

"Kita bilang ke Pestapora bahwa stage yang kita mau syuting adalah yang ini. Pas setahun lagi nanti kita syuting gak boleh berubah posisi, ya. Kita sudah tahu bahwa alur jalur kita jalannya akan ke sini, tim produksi akan ke sini, lalu markas-markasnya (bagian utama) yang kita plot gak boleh berubah," jelas produser Agak Laen (2024) ini.

Sebenarnya tim produksi hanya menggunakan stage utama alias Boss Stage. Maka dari itu, tim produksi Operasi Pesta Copet (2026) tidak ikut campur untuk penempatan stage milik sponsor atau gerai Tenant FnB hingga Booth Vendor.

"Mereka menyanggupi gak akan berubah kok, Boss Stage tetap di sini," papar Dipa Andika.

5. Operasi Pesta Copet memiliki dua tim yang mengurusi produksi di studio dan Pestapora

Dipa Andika, produser film Operasi Pesta Copet (dok. Imajinari/Operasi Pesta Copet)

Selain Pestapora 2025, ternyata tim produksi juga melakukan proses syuting di studio yang didesain mirip festival musik Boss Creator tersebut. Agar mempermudah produksi, tim yang bertanggung jawab di studio dan Pestapora berbeda, lho.

"Di syuting ini kita punya dua tim. Punya tim khusus yang syuting di Pestapora itu. Ada lead-nya sendiri. Jadi ketika kita lagi persiapan syuting di studio, tim yang syuting di Pestapora sudah melakukan persiapan dulu di sana," kata Dipa.

Berkat kerja sama dan persiapan yang matang, tim produksi Operasi Pesta Copet (2026) berhasil menyelesaikan syuting di lokasi acara selama tujuh hari. Apakah kamu sudah menonton Operasi Pesta Copet (2026)?

Curated For You

Editorial Team

Related Article