Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Alasan Lomba Sihir Tambah 5 Lagu di Album Setelah: Obrolan Jam 3 Pagi

Alasan Lomba Sihir Tambah 5 Lagu di Album Setelah: Obrolan Jam 3 Pagi
Listening session Setelah: Obrolan Jam 3 Pagi pada Kamis (3/9/2026) di LUC Coffee, Ampera, Jakarta Selatan (IDN Times/Nisa Zarawaki)
  • Lomba Sihir merilis edisi deluxe Setelah: Obrolan Jam 3 Pagi pada 4 September 2026, menambahkan lima lagu untuk melengkapi album Obrolan Jam 3 Pagi (2025).
  • Lima lagu dibuat setelah para personel mendengarkan ulang album kedua dan merasa ceritanya belum tuntas; mereka memilih melanjutkan benang merah lama, bukan membuat album atau mini album baru.
  • Materi tambahan menghadirkan obrolan lebih personal, termasuk refleksi tentang konsep cinta dan tekanan membahagiakan banyak pihak; vokal Baskara di Vas Bunga terinspirasi cara bernyanyi Cholil Mahmud.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Setelah: Obrolan Jam 3 Pagi akan segera rilis pada 4 September 2026, jadi edisi deluxe yang melengkapi album kedua Lomba Sihir, Obrolan Jam 3 Pagi (2025). Lewat lima lagu baru, termasuk Di Seberang yang lebih dulu dirilis 15 Juli lalu, Lomba Sihir ternyata masih punya cerita yang belum tuntas mereka obrolin di album sebelumnya.

Sebelum perilisan, IDN Times berkesempatan hadir dalam listening session eksklusif bersama Lomba Sihir pada Kamis (3/9/2026) di LUC Coffee, Ampera, Jakarta Selatan. Natasha Udu, Rayhan Noor, Enrico Octaviano, Tristan Juliano, dan Baskara Putra alias Hindia bercerita langsung soal alasan di balik lima lagu tambahan ini. Mereka juga spill kenapa mereka memilih memperpanjang cerita lama ketimbang bikin album baru. Penasaran dengan cerita dan proses di baliknya?

  1. 1. Alasan Lomba Sihir bikin 5 lagu lanjutan

    Listening session Setelah: Obrolan Jam 3 Pagi  pada Kamis (3/9/2026) di LUC Coffee, Ampera, Jakarta Selatan (IDN Times/Nisa Zarawaki)
    Listening session Setelah: Obrolan Jam 3 Pagi pada Kamis (3/9/2026) di LUC Coffee, Ampera, Jakarta Selatan (IDN Times/Nisa Zarawaki)

    Keputusan untuk menambah lima lagu baru ke Obrolan Jam 3 Pagi ternyata gak muncul begitu saja. Semuanya berawal dari momen nongkrong santai di rumah Enrico setelah album kedua itu rilis pada Mei 2025 lalu. Alih-alih menganggap ceritanya sudah selesai, kelima personel justru merasa masih ada bagian yang bisa digali lebih dalam dari 16 track yang sudah mereka rilis. Dari situ, ide untuk melanjutkan 'obrolan' pun perlahan terbentuk.

    "Karena arahan kreatif, benang merahnya masih sama dengan album kedua. Setelah beresin album kedua, ada momen kita nongkrong di rumah Enrico dan sepakat kayaknya ceritanya bisa dilengkapin sebenarnya. Kami memutuskan bentuknya itu kayak menyelesaikan albumnya, bukan membuat mini album terpisah. Kalau semisal cerpen, ini ceritanya masih sama, tambahan dari rasa yang diobrolin sampai jam 3 pagi," ujar Baskara.

    Senada dengan Baskara, Enrico Octaviano juga merasa lima lagu baru ini adalah cara mereka menutup cerita yang belum sepenuhnya kelar di album sebelumnya. Setelah sempat mendengarkan ulang Obrolan Jam 3 Pagi secara penuh, mereka pun sadar kalau albumnya bakal terasa lebih lengkap dengan tambahan lima cerita ini.

    "Produksinya pasca album yang kemarin. Setelah merilis, kita dengar ulang dan dengar penuh, kita ngobrol kalau kayaknya bisa nutup dengan 5 cerita ini. 5 cerita ini masih nyambung sama yang pertama, ketimbang bikin baru. Kalau dipisah rasanya gak lengkap, dua-duanya jadi gak lengkap. Jadi setelah ini rilis, penutupnya lengkap dan ceritanya selesai," tambah Enrico.

  2. 2. Di 5 lagu baru, 'obrolannya' lebih dalam dan personal

    Listening session Setelah: Obrolan Jam 3 Pagi  pada Kamis (3/9/2026) di LUC Coffee, Ampera, Jakarta Selatan (IDN Times/Nisa Zarawaki)
    Listening session Setelah: Obrolan Jam 3 Pagi pada Kamis (3/9/2026) di LUC Coffee, Ampera, Jakarta Selatan (IDN Times/Nisa Zarawaki)

    Meski isinya lima lagu fresh, Lomba Sihir sengaja gak menjadikannya album ketiga yang berdiri sendiri. Buat mereka, kelima lagu ini masih satu napas dengan cerita yang udah mereka bangun di Obrolan Jam 3 Pagi. Hanya saja, obrolannya kali ini terasa lebih dalam dan personal. Seolah-olah menuju ke titik paling jujur dari sebuah percakapan panjang. Itu mengapa, tajuk dari penambahan 5 lagu ini pun adalah Setelah: Obrolan Jam 3 Pagi.

    "Menuju subuh, (biasanya) semakin dalam obrolannya. Lagu-lagunya yang kita sampaikan lebih deep, diceritakan ke anak-anak yang lebih deket. Masing-masing menceritakan kisah yang cuma bisa diceritakan ke berlima doang," ujar Rayhan Noor.

    Enrico menambahkan, konsep Obrolan Jam 3 Pagi sendiri memang soal ngobrol sampai larut. Jadi lima lagu tambahan ini ibarat kelanjutan alami dari obrolan yang belum kelar dan gak bisa berdiri sendiri sebagai cerita yang terpisah.

    "Album kedua sangat eklektik, semuanya diobrolin. Obrolan Jam 3 Pagi, nongkrongnya sampai jam 3 pagi. Kalau dipisah rasanya gak lengkap, dua-duanya gak lengkap. Penutupnya lengkap dan ceritanya selesai," kata Enrico.

  3. 3. Cerita-cerita 'personal' di balik lagunya

    Listening session Setelah: Obrolan Jam 3 Pagi  pada Kamis (3/9/2026) di LUC Coffee, Ampera, Jakarta Selatan (IDN Times/Nisa Zarawaki)
    Listening session Setelah: Obrolan Jam 3 Pagi pada Kamis (3/9/2026) di LUC Coffee, Ampera, Jakarta Selatan (IDN Times/Nisa Zarawaki)

    Selain proses kreatifnya yang unik, isi lirik dari kelima lagu ini juga gak kalah personal. Dua di antaranya, Cerita Cinta dan Hampir, lahir dari refleksi masing-masing personel soal hal-hal yang mereka rasakan dan alami sendiri. Untuk Cerita Cinta, Natasha Udu bercerita kalau lagu ini berangkat dari gimana konsep cinta yang kita kenal sejak kecil bisa terasa 'normal', padahal belum tentu begitu buat orang lain.

    "Cerita cinta orang pasti beda-beda. Di lagu ini berusaha menggambarkan suatu hal yang dulu dirasain di masa lalu, itu nempel dan jadinya normal. Cinta suatu hal yang bisa kita pelajari di rumah, dan kita membawa itu sampai dewasa, kita gatau itu bener gak, lazim gak. Jadi lagu ini sebenarnya sifatnya defensive, kayaknya yang dilakuin gak salah-salah banget deh. Kenapa bentuknya conversation, orang tuh bisa belajar bentuk cinta," ujar Udu.

    Sementara itu, Hampir lahir dari keresahan Tristan soal susahnya membahagiakan banyak pihak sekaligus. Sesuatu yang menurutnya relate banget sama fase hidup orang-orang yang berada di 'generasi sandwich'.

    "Gue merasa at some point, akan ada satu periode waktu yang niatnya membahagiakan banyak orang, kayak ibu dan istri, atau mungkin buat generasi sandwich. Tapi kalau memanfaatkan waktunya gak baik, jadinya gak sukses juga dua-duanya, atau semuanya gak ngerasain at all," kata Tristan.

  4. 4. Di lagu Vas Bunga, Baskara ternyata mengadopsi cara bernyanyi Cholil ERK

    Listening session Setelah: Obrolan Jam 3 Pagi  pada Kamis (3/9/2026) di LUC Coffee, Ampera, Jakarta Selatan (IDN Times/Nisa Zarawaki)
    Listening session Setelah: Obrolan Jam 3 Pagi pada Kamis (3/9/2026) di LUC Coffee, Ampera, Jakarta Selatan (IDN Times/Nisa Zarawaki)

    Selain proses kreatif di balik lima lagu ini, ada satu cerita menarik dari sisi produksi Vas Bunga yang datang dari Baskara alias Hindia. Ternyata, cara dia bernyanyi di lagu ini terinspirasi langsung dari salah satu musisi yang dia kagumi, Cholil Mahmud, vokalis Efek Rumah Kaca (ERK). Menurut Baskara, semuanya berawal dari kesempatan kolaborasi bareng ERK beberapa waktu lalu, di mana dia bisa melihat langsung proses kreatif mereka dari dekat. Pengalaman itu meninggalkan kesan yang cukup dalam buatnya, sampai akhirnya ia apply di Vas Bunga.

    "Ada kesempatan kerja sama kawan-kawan ERK kemarin, gue melihat sendiri bagaimana mereka memproses musik. Banyak yang gue pelajari dari mereka, kayak, ternyata lagu ini tuh jauh lebih bagus dari yang gue bayangin, di saat gue terlibat langsung atas bunyi-bunyiannya. Di Vas Bunga, gue mau coba cara nyanyinya Mas Cholil. Tentu gak sama persis, tapi gue mencoba menyanyi seperti dia menyanyi, liriknya, suku kata, gimana lagunya naik," ujar Baskara.

    Dengan dirilisnya Setelah: Obrolan Jam 3 Pagi, Lomba Sihir seakan resmi menutup babak Obrolan Jam 3 Pagi dengan cara yang lebih personal. Para member menyebutnya dengan 'gosip underground'. Siap dengar 5 lagu baru Lomba Sihir?

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More