5 Film Drama 2026 yang Menguras Air Mata, Sudah Nonton?

- Lima drama 2026 tersedia di Netflix, Disney+, dan Prime Video, menawarkan cerita emosional tentang kehilangan, cinta, keluarga, penyakit, serta perpisahan.
- Gohan dan The Last Scene menyoroti pencarian rumah, pertemuan-perpisahan, serta romansa yang dibayangi mimpi tentang kematian dan usaha mengubah takdir.
- Esok Tanpa Ibu, The Last Sunrise, dan Nothing to Lose mengangkat perjuangan menghadapi koma, risiko operasi penghapusan ingatan, hingga pencarian donor bagi anak penderita kanker.
Ada banyak cara bagi sebuah film untuk membuat penontonnya menangis. Kisah tentang keluarga, cinta, penyakit, hingga perpisahan biasanya dapat meninggalkan kesan yang mendalam. Apalagi, cerita tersebut berhasil membuat kita ikut merasakan emosi yang dialami para karakter di dalamnya.
Sepanjang 2026, ada sederet film drama yang sukses mengacak-acak emosi penonton lewat semua pendekatan tersebut. Mulai dari kisah seekor anjing hingga perjuangan seorang ibu, berikut lima film penguras air mata yang bisa kamu tonton di platform streaming. Siapin tisu sebelum nonton, ya!
1. Gohan

adegan dalam film Gohan (dok. GDH 559/Gohan) Platform: Netflix
Kalau biasanya film tentang anjing berfokus pada hubungan dengan satu pemilik, Gohan sedikit berbeda. Film Thailand ini mengikuti perjalanan Gohan selama 10 tahun, mulai dari saat masih menjadi anak anjing yang diselamatkan Hiro (Yasushi Kitajima), lalu hidup bersama pekerja migran bernama Namcha (Poe Mamhe), hingga dirawat pasangan mahasiswa Pelé (Jaonaay Jinjett) dan Jaidee (Tu Tontawan) ketika sudah tua. Di setiap fase kehidupannya, Gohan selalu menemukan manusia yang menyayangi sekaligus mengajarkan kepadanya arti rumah.
Yang bikin film ini emosional adalah Gohan yang terus mengalami pertemuan dan perpisahan dengan orang-orang yang disayanginya. Menariknya, manusia-manusia yang hadir dalam hidup Gohan juga sama-sama sedang mencari tempat untuk merasa diterima dan tidak sendirian. Jadi, ceritanya bukan cuma soal anjing yang menggemaskan, tapi juga tentang rasa kehilangan dan keinginan sederhana untuk punya tempat yang bisa disebut rumah.
2. The Last Scene

poster film The Last Scene (dok. Disney+/The Last Scene) Platform: Disney+
Punya kemampuan melihat masa depan lewat mimpi mungkin terdengar seperti anugerah, tapi bagi Selen (Hilal Altınbilek) dalam film Turki ini, kemampuan tersebut justru menjadi sumber ketakutan. Suatu malam, ia melihat kematiannya sendiri dalam sebuah mimpi dan melihat seorang pria berusaha menyelamatkannya. Gak disangka, pria bernama Kemal (Serkan Çayoğlu) itu kemudian benar-benar muncul dalam kehidupan Selen.
Pertemuan mereka pun berkembang jadi kisah cinta yang sejak awal dibayangi oleh kematian. Selen ingin menikmati waktunya bersama Kemal, tetapi ia juga takut hubungan tersebut akan membuat perpisahan mereka terasa semakin menyakitkan. Sementara itu, Kemal tidak tinggal diam dan berusaha mengubah takdir yang dilihat oleh Selen.
3. Esok Tanpa Ibu

adegan dalam film Esok Tanpa Ibu (dok. BASE Entertainment/Esok Tanpa Ibu) Platform: Netflix
Indonesia tahun ini juga punya film drama fiksi ilmiah yang sukses mengobrak-abrik emosi penonton. Berjudul Esok Tanpa Ibu, film yang ditulis oleh salah satunya Gina S. Noer (Dua Garis Biru) ini mengikuti Rama (Ali Fikry), remaja yang hidupnya jungkir balik saat ibunya, Laras (Dian Sastrowardoyo), mengalami kecelakaan dan koma. Situasinya semakin rumit karena hubungan Rama dengan sang ayah, Hendy (Ringgo Agus Rahman), kerap diwarnai konflik.
Di tengah kondisi tersebut, Rama menemukan i-BU, kecerdasan buatan yang dikembangkan oleh sahabatnya, Zyla (Aisha Nurra Datau). Program tersebut dibuat menyerupai Laras, lengkap dengan wajah, suara, ingatan, dan kepribadiannya, sehingga Rama seperti bisa kembali berbicara dengan sang ibu. Dari sini, Esok Tanpa Ibu mempertanyakan apakah mempertahankan kenangan lewat teknologi benar-benar bisa menggantikan kehadiran orang yang kita sayangi.
4. The Last Sunrise

adegan dalam film The Last Sunrise (dok. Amazon Prime Video/The Last Sunrise) Platform: Prime Video
Bagi penyuka film remaja tearjerker macam The Fault in Our Stars atau Five Feet Apart, The Last Sunrise sayang dilewatkan. Ceritanya mengikuti Ry (Maia Reficco), mahasiswa penderita epilepsi yang pergi ke Mallorca, Spanyol, bersama ibunya, Isolde (Eva Longoria), untuk menikmati musim panas. Di sana, ia bertemu Julián (Fernando Lindez), pemuda lokal yang kemudian membuat liburannya berubah menjadi kisah cinta yang jauh lebih berarti.
Masalah muncul ketika Ry harus menghadapi pilihan besar setelah mendapat kesempatan untuk memperbaiki kondisinya melalui operasi. Tindakan tersebut berpotensi menyelamatkan hidupnya, tetapi ada risiko Ry kehilangan sebagian ingatannya, termasuk kenangan tentang Julián. Perasaan bahagia dan cemas yang berjalan beriringan ini membuat hubungan keduanya terasa mengharukan.
5. Nothing to Lose

adegan dalam film Nothing to Lose (dok. Netflix/Nothing to Lose) Platform: Netflix
Menutup daftar ini adalah Nothing to Lose, film Prancis yang mengangkat perjuangan seorang ibu demi menyelamatkan nyawa anaknya. Jada (Nawell Madani) sudah memberikan segalanya untuk menjadi seorang ibu, tetapi hidupnya berubah ketika putranya, Noa, terkena kanker dan membutuhkan donor. Masalahnya, Jada bukan donor yang cocok sehingga ia harus berpacu dengan waktu untuk menemukan orang yang bisa menyelamatkan Noa.
Perjuangannya kemudian membawa cerita keluar dari drama keluarga menuju thriller medis yang tegang. Meski tindakan Jada semakin ekstrem, rasa takut kehilangan anak menjadi alasan yang membuat penonton memahami dorongan di balik setiap keputusannya. Nothing to Lose pun mengajak penonton melihat sejauh mana seseorang bisa bertindak ketika keselamatan orang yang paling disayang berada dalam bahaya.
Kelima film di atas punya cerita yang siap mengaduk emosi dengan caranya masing-masing. Jadi, film mana yang paling bikin kamu penasaran untuk ditonton duluan?





















