10 Easter Egg di Spider-Man: Brand New Day, Fans Sejati Pasti Tau!

- Film menampilkan Peter Parker yang hidup sebagai Spider-Man misterius setelah dilupakan dunia, sambil menghadapi mutasi tubuh, Jean Grey, serta ancaman dari Department of Damage Control.
- Easter egg menghubungkan cerita dengan komik dan MCU, termasuk The Hand, kemungkinan Elektra, markas kapal Punisher, serta adegan Punisher menggendong Spider-Man yang merujuk Civil War.
- Adegan post-kredit memperlihatkan penanda Spider-Man meninggalkan Bumi, sementara film juga menampilkan referensi Star Wars dan jaring organik sebagai bagian dari perjalanan baru Peter.
Artikel ini mengandung spoiler bagi yang belum nonton Spider-Man: Brand New Day.
Spider-Man: Brand New Day memikul ekspektasi yang sangat tinggi dari para fansnya. Spider-Man: Brand New Day adalah film Spider-Man pertama sejak Spider-Man: No Way Home (2021) yang menghadirkan kekacauan multiverse, sekaligus film terakhir yang berlatar di Marvel Cinematic Universe sebelum kita menyaksikan Avengers: Doomsday (2026). Trailer Avengers: Doomsday sendiri sudah rilis dan memperlihatkan penampilan perdana Robert Downey Jr. sebagai Doctor Doom. Para fans tentu saja mengharapkan kalau Spider-Man: Brand New Day ada kaitannya dengan Avengers: Doomsday.
Yap, setelah dunia melupakan sosok Peter Parker (diperankan Tom Holland) di akhir Spider-Man: No Way Home, kini Peter menjalani peran sebagai superhero misterius. Artinya, sosok Peter Parker seolah gak benar-benar ada, karena Peter sendiri enggan menjalin hubungan dengan siapa pun. Namun, di tengah ancaman yang mengintai dan mutasi yang kian mengusik dirinya, Spidey harus meminta bantuan jika ingin lolos dari situasi sulit ini.
Nah, Spider-Man: Brand New Day rupanya terhubung ke berbagai referensi ke film-film MCU terdahulu, komik aslinya, bahkan sejumlah easter egg mengenai masa depan MCU. Jika kamu fans Spider-Man sejati, pasti kamu sadar deh, dengan hal-hal yang terlewatkan dalam film ini. Yap, meski harus ditonton lebih dari sekali, sih.
1. Spider-Man bertarung melawan deretan musuh bebuyutannya

Tampaknya MCU menyadari kalau fansnya suka melihat superhero menghadapi banyak musuh bebuyutannya di awal film. Dalam The Fantastic Four: First Steps (2025), tim tersebut harus bertarung melawan Giganto, Mad Thinker, dan salah satu Super-Ape milik Red Ghost. Entah disengaja atau enggak, Spider-Man: Brand New Day dibuka dengan cara serupa. Yap, film ini menampilkan montase Spidey yang sedang menghadapi berbagai musuh bebuyutannya.
Sudah beberapa tahun berlalu sejak dunia melupakan siapa Peter Parker sebenarnya. Nah, selama itu, Peter sibuk memerangi penjahat, sementara teman-temannya, MJ (diperankan Zendaya) dan Ned (diperankan Jacob Batalon), hidup normal dengan menjalani kuliah. Spidey awalnya melumpuhkan Scorpion (diperankan Michael Mando) dengan menjatuhkan piano ke arahnya. Kamu juga sekilas melihat pertarungan Spidey dengan Boomerang dan Tarantula.
Ada pula Tombstone (diperankan Marvin Jones III), sosok yang kita kira punya peran yang lebih besar mengingat posisinya yang penting dalam komik Spider-Man. Gak butuh waktu lama bagi Spider-Man untuk melumpuhkan bos kriminal itu dengan jaringnya dan membiarkan Kepolisian New York membawanya pergi. Di sisi lain, Scorpion memang kembali muncul dan berperan dalam alur cerita nantinya, akan tetapi, montase ini berhasil membuat suasana New York City versi Spidey terasa lebih hidup.
2. Siapa pemimpin The Hand selanjutnya?

Ada satu kelompok penjahat yang terlewat saat kita membahas montase pembuka, yaitu The Hand. The Hand sendiri biasanya dikaitkan dengan Daredevil. Namun, kelompok ninja ini justru bertarung melawan Spidey. Mungkin pertarungan besar The Hand terjadi setelah Matt Murdock (diperankan Charlie Cox) dipenjara menyusul peristiwa di musim kedua Daredevil: Born Again (2026). Yap, dalam pertarungannya dengan Spidey, The Hand muncul belakangan sebagai pasukan keamanan yang bekerja untuk Department of Damage Control.
Direktur Bill Metzger (diperankan Tramell Tillman) bilang kalau The Hand sebenarnya membutuhkan seorang pemimpin untuk menunjukkan jalan yang lebih baik. Tapi, The Hand gak mendapat pemimpin yang baik, mengingat Metzger-lah penjahat yang sesungguhnya. Dia ingin bereksperimen pada Jean Grey (diperankan Sadie Sink) dan telah membunuh kakak Jane yang bernama Sara (diperankan Olivia Booth-Ford). Saat film berakhir, Metzger sudah gak ada lagi. Jadi, bisa aja The Hand kembali bebas dan menunggu orang lain untuk memimpin mereka.
Mungkin kamu bisa menebak siapa yang akan mengambil alih, karena Elodie Yung—yang memerankan Elektra dalam serial Netflix Daredevil (2015) terlihat sedang syuting untuk musim ketiga Daredevil: Born Again. Elektra pernah memimpin The Hand di The Defenders (2017). Yap, meskipun dia sepertinya tewas di akhir serial tersebut, tapi penonton gak dikasih lihat jenazahnya di balik reruntuhan Midland Circle.
3. Menebak siapa Spider-Man sebenarnya

Saat sedang sedih, Peter melihat sahabat lamanya, Ned, dan mengikutinya ke sebuah pesta. Di sana, ia melihat Ned bercerita tentang identitas Spider-Man karena ia ingat bagaimana Spidey pernah menyelamatkannya beberapa kali. Namun, ia gak tahu siapa Spider-Man sebenarnya karena mantra Doctor Strange (diperankan Benedict Cumberbatch) di akhir Spider-Man: No Way Home (2021).
Ned berteori kalau Spider-Man mungkin orang Inggris karena ia terlihat di Eropa selama Spider-Man: Far From Home (2019). Namun, Ned lebih yakin kalau Spider-Man adalah orang dari Sekolah Sains dan Teknologi Midtown. Oleh karena itu, ia memilih dua orang yang kemungkinan adalah Spider-Man, yaitu Mr. Harrington (diperankan Martin Starr) dan Flash Thompson (diperankan Tony Revolori). Sayangnya, tebakannya salah.
4. Di balik alat yang diciptakan Peter Parker

Seorang telepat misterius yang ternyata adalah Jean Grey bukanlah satu-satunya ancaman yang dihadapi Peter Parker dalam Tubuh Peter mengalami perubahan yang membuat kekuatannya meningkat dan ngasih kemampuan untuk mengeluarkan jaring secara organik. Lagipula, Peter juga gak sepenuhnya memegang kendali saat sisi lain dirinya mengambil alih. Yap, hal ini terlihat ketika ia menghajar Scorpion jauh lebih brutal ketimbang biasanya, bahkan sampai membahayakan nyawa seorang polisi.
Nah, untuk mencari tahu apa yang sedang terjadi pada dirinya, Peter menemui Bruce Banner (diperankan Mark Ruffalo) guna menggali informasi tentang alat penghambat (inhibitor) yang digunakan Bruce untuk menahan Hulk agar ia tetap bisa berwujud manusia. Peter pun menciptakan chip penghambat versinya sendiri yang mampu meredam kemampuan laba-laba barunya. Namun, alat ini sebenarnya punya kegunaan lain.
Demi menghentikan Jean Grey, Peter mencoba memasang chip tersebut pada tubuh Jean agar kekuatan mutannya bisa diredam. Ini bukan kali terakhir tema ini muncul di MCU, terutama mengingat akan adanya film X-Men baru. Di tengah ketakutan dunia terhadap kaum mutan, ada kemungkinan kalau pemerintah ingin memodifikasi alat penghambat milik Bruce dan Peter untuk digunakan secara permanen terhadap para mutan. Dalam media lain, alat penghambat ini biasanya berbentuk kalung. Yap, metode untuk mengendalikan mutan yang gak manusiawi. Lagipula, jika Peter saja bisa membuat alat itu di apartemennya, pemerintah tentunya punya sumber daya yang memadai untuk merancang alat mereka sendiri, dong.
5. Jaring laba-laba organik

Ini bukan kali pertama film Spider-Man menampilkan jaring organik. Film-film Spider-Man garapan Sam Raimi di tahun 2000-an dikenal karena memperkenalkan konsep ini. Kendati begitu, dalam komiknya, Peter Parker menggunakan alat penembak jaring (web-shooters). Adapun, Spider-Man versi Tom Holland pun sempat menyinggung kalau punya kemampuan mengeluarkan jaring organik dari pergelangan tangan bukanlah hal yang buruk.
Ada dialog singkat ketika Peter versi MCU menyebutkan kalau Peter 2 punya jaring organik. Ini merujuk pada kemunculan Tobey Maguire dalam film Spider-Man: No Way Home. Saat Ned ngasih kartrid jaring kepada Peter versi Tom Holland, Peter versi Maguire langsung penasaran dengan benda tersebut. Semua orang mengira dia pasti punya alat serupa, tapi dia menunjukkan kalau jaring laba-labanya keluar langsung dari tubuhnya. Semua orang, terutama Peter versi Andrew Garfield, tampak takjub melihatnya.
Sam Raimi memilih gak menggunakan alat penembak jaring dalam film-film Spider-Man garapannya karena menganggap hal itu gak masuk akal. Apalagi jika seorang siswa SMA mampu menciptakan teknologi secanggih itu. Faktanya, ide tersebut bermula saat James Cameron ingin membuat film Spider-Man, tapi gak pernah terwujud. Namun, bukan berarti penggunaan jaring organik sudah ada sejak awal. Properti alat penembak jaring sendiri sempat dibuat untuk film Spider-Man tahun 2002, tetapi dibatalkan dan diputuskan kalau Peter akan menembakkan jaring lewat tubuhnya. Jadi, satu keputusan sederhana bertahun-tahun silam itu masih memengaruhi film-film Spider-Man di masa depan yang berlatar di semesta yang berbeda.
6. Peter meniru taktik Star Wars saat menghadapi Hulk

Ada sedikit petunjuk terselubung yang cukup cerdas dalam Spider-Man: Brand New Day yang mungkin kamu lewatkan, kecuali jika kamu penggemar berat Star Wars. Di bagian awal, ada adegan saat Ned sedang berada di depan komputernya. Nah, di layar lain, terlihat cuplikan film Star Wars: Episode V—The Empire Strikes Back (1980) yang sedang diputar. Tepatnya, itu adalah adegan di planet Hoth di mana sebuah snowspeeder menggunakan kabel penarik untuk menjatuhkan AT-AT yang berukuran raksasa. Mengingat Peter dan Ned gemar merakit set Lego Star Wars bersama, bisa dipastikan Peter sangat mengenal adegan tersebut.
Setelah Jean Grey menyusup ke fasilitas Damage Control dengan bantuan Smart Hulk, Bruce Banner kehilangan kendali atas sosok raksasa hijau itu. Gak lama kemudian, Hulk muncul dan menghantam Peter Parker. Ini memaksa Peter untuk mencari cara agar bisa selamat dari situasi tersebut.
Peter menggunakan jaringnya untuk mengikat Hulk ke sisi gedung, menahannya untuk sementara waktu hingga Hulk berhasil melepaskan diri. Namun, begitu Hulk kembali berdiri dengan kedua kakinya, ia menyadari bahwa sejumlah puing bangunan yang berserakan telah melilit kakinya. Peter meniru taktik anti-AT-AT yang terkenal dalam film Star Wars untuk melilit kaki Hulk dengan jaring, lalu menjatuhkannya. Ini adalah momen yang menunjukkan kecerdikan Peter Parker.
7. Tempat persembunyian Punisher

Spider-Man dan Frank Castle alias Punisher (diperankan Jon Bernthal) punya hubungan yang cukup menarik dalam kisah Spider-Man: Brand New Day dimulai. Mereka kerap menyinggung sebuah insiden di Staten Island. Adapun, Punisher adalah satu-satunya sosok yang bisa diandalkan Peter untuk menjaga MJ saat Jean Grey berusaha mendekatinya. Peter tahu tempat persembunyian Punisher, yakni sebuah kapal tua yang diubah menjadi benteng penuh jebakan.
Kapal yang gak lagi beroperasi ini bukan sekadar tempat yang strategis bagi Punisher untuk bersembunyi dari kejaran aparat penegak hukum. Lokasi ini merupakan referensi ke sejumlah komik yang menampilkan Punisher sering berada di kapal bernama Golden Girl. Kapal tersebut juga menjadi tempat baginya untuk menyimpan berbagai jenis senjata api. Kapal ini pertama kali muncul dalam komik Marvel edisi Spectacular Spider-Man #141 karya penulis Gerry Conway dan ilustrator Sal Buscema.
Kemunculan komik ini merupakan bagian dari alur cerita yang memuncak pada pertarungan antara Spider-Man dan Tombstone—sebuah momen yang sebenarnya akan sangat menarik jika diadaptasi ke dalam live-action. Namun sayangnya, hal itu gak pernah terjadi. Tombstone hanya muncul ssebentar dan peran Punisher dalam edisi komik tersebut hanyalah sebagai subplot yang gak bersinggungan langsung dengan pertarungan utama—meskipun ia dan Spidey memang bekerja sama di edisi berikutnya untuk menghadapi penjahat dari subplot Frank (The Persuader).
8. Sara Grey punya kisah asal-usul yang baru

Saat mempromosikan Spider-Man: Brand New Day, semua aktor dan pihak terlibat diminta untuk menyembunyikan karakter yang diperankan Sadie Sink, meskipun banyak fans yang yakin kalau ia memerankan Jean Grey. Dan benar saja, lengkap dengan kemampuan yang sama seperti yang dimiliki Jean dalam komik. Namun, film ini ngasih kejutan dengan menghadirkan sang kakak, Sara Grey.
Dalam komik Marvel, Sara gak punya kekuatan super seperti adiknya. Sara bahkan hampir gak punya peran berarti selama beberapa dekade awal keberadaan X-Men. Namun, ia kemudian menjadi pendukung hak-hak mutan, sebuah keputusan yang pada akhirnya merenggut nyawanya. Dalam komik X-Men #36 terbitan tahun 1994, dikonfirmasi bahwa kelompok ekstremis anti-mutan membunuh Sara beserta suaminya.
Versi MCU justru menampilkan Sara dengan kekuatannya. Baik ia maupun Jean sama-sama punya kekuatan tersebut, yang membuat ibu mereka menjauhi kedua anaknya dan memaksa mereka untuk melarikan diri. Sara pun diculik oleh Damage Control. Ia menggunakan kemampuan telepatinya untuk mengendalikan Jean dan membantunya melarikan diri ke tempat aman agar Jean bisa tetap bebas.
Jean kemudian mengetahui kalau Sara meninggal dalam tahanan Damage Control akibat eksperimen yang mereka lakukan terhadapnya. Mengingat peran Sara yang minim dalam komik, kecil kemungkinannya kita akan melihatnya kembali. Namun, setiap superhero pasti punya kisah asal-usul yang tragis, dan kini kita sudah disajikan dengan kisah tragis dari sosok Jean.
9. Adegan Punisher menggendong Spider-Man yang terluka mirip seperti di komik Civil War

Spider-Man dan Punisher adalah duo yang menarik karena pilihan mereka sangat berbeda dalam memerangi kejahatan, sebagaimana yang diperlihatkan dalam bagian akhir kisah Spider-Man: Brand New Day. Peter berusaha membujuk Jean Grey—yang saat itu sedang menyandera sebagian besar wilayah New York—dengan meyakinkannya kalau banyak orang yang peduli padanya dan ia bisa memilih jalan hidup yang lebih baik. Di sisi lain, Punisher justru berniat menyelesaikan masalah tersebut dengan peluru. Punisher melepaskan tembakan, akan tetapi Peter pasang badan melindungi Jane Grey dan akhirnya Peter harus dilarikan ke unit gawat darurat.
Seperti yang mungkin kamu duga, Punisher merasa sangat bersalah atas kejadian itu. Dialah yang menggendong Spider-Man masuk ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Momen tersebut tentu terasa familier bagi kamu yang pernah membaca komik Civil War #5. Dalam peristiwa Civil War, Spider-Man membuka identitas aslinya kepada dunia dan bergabung dengan kubu Iron Man yang mendukung kewajiban bagi seluruh superhero untuk mendaftarkan identitas mereka kepada pemerintah. Namun, setelah menyadari kalau tindakan Iron Man sudah keterlaluan—termasuk memenjarakan mereka yang menolak aturan tersebut—Peter pun berbalik arah. Iron Man kemudian mengirim sekelompok penjahat yang menghajar Peter hingga nyaris tewas, namun Punisher datang menyelamatkannya di saat-saat terakhir.
Rupanya, Spider-Man dan Punisher punya sejarah panjang dan rumit dalam komik Marvel. Faktanya, Punisher awalnya diperkenalkan sebagai musuh Spider-Man sebelum akhirnya menjadi sosok anti-hero dengan kisahnya sendiri. Keduanya punya ideologi yang bertolak belakang, tapi ada rasa saling menghormati, meski mereka enggan mengakuinya. Itu artinya, Spider-Man: Brand New Day menangkap esensi dari dinamika hubungan Spidey dan Punisher dengan cara yang unik dan menarik.
10. Pesan dalam post-credits Spider-Man: Brand New Day

Seperti kebanyakan film MCU, kamu sebaiknya tetap duduk di kursi bioskop setelah kredit film Spider-Man: Brand New Day berakhir untuk menyaksikan adegan tambahan. Sepanjang film, kita melihat Ned menggunakan aplikasi Spidey-Tracker untuk memantau lokasi kemunculan Spider-Man. Adegan post-credits kembali menampilkan aplikasi tersebut, dengan posisi Spider-Man yang masih berada di New York.
Lambang Spidey kemudian bergerak menjauhi New York dan akhirnya keluar dari Bumi. Ini menandakan kalau Spider-Man akan memulai petualangan antarplanet. Ini bukan kali pertama ia berada di luar Bumi—mengingat ia pernah bertarung melawan Thanos (diperankan Josh Brolin) di Titan dalam Avengers: Infinity War (2018). Namun, hal ini punya implikasi besar bagi dua film Avengers berikutnya.
Tom Holland belum diumumkan sebagai bagian dari jajaran pemain Avengers: Doomsday. Namun, bisa saja ia muncul dan mengejutkan para fansnya. Seenggaknya, Spider-Man kemungkinan besar akan punya peran dalam Avengers: Secret Wars (2027), karena film tersebut akan mengadaptasi alur cerita Secret Wars (2015) dari versi komiknya. Dalam alur cerita tersebut, Doctor Doom menciptakan Battleworld dari sisa-sisa berbagai realitas.
Kemungkinan besar, seluruh superhero terkuat Bumi—termasuk Spider-Man—akan berada di planet baru ini bersama superhero dan penjahat dari dimensi lain. Masih harus ditunggu apakah Battleworld akan tercipta di akhir film Avengers: Doomsday atau apakah Marvel Studios akan menyimpannya untuk Avengers: Secret Wars.
Yap, intinya, Spider-Man akan kembali. Kamubpasti senang banget, kan, bisa melihat lebih banyak aksi dari Spider-Man versi Tom Holland ini setelah perjalanan paling emosional yang pernah ia alami dalam Spider-Man: Brand New Day. Tapi, jangan sampai ketinggalan nonton filmnya dulu.




















