Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
7 Fakta Peran Ink Waruntorn dalam Film Thailand In the Name of Love
cuplikan film In the Name of Love (dok. Black Dragon/In the Name of Love)

Ink Waruntorn adalah solois terkenal Thailand yang multitalenta. Tak hanya memiliki suara yang indah dan kemampuan menulis lagu, cewek 32 tahun ini juga punya kemampuan akting yang apik. Tak heran kalau Ink banyak didapuk membintangi drama dan film top Thailand.

Sebentar lagi, film baru Ink yang berjudul In the Name of Love akan segera tayang, lho. Sambil menantikan jadwal tayangnya, yuk, intip tujuh fakta peran Ink Waruntorn dalam film Thailand In the Name of Love! Seperti apa, ya?

1. Dalam film ini, Ink Waruntorn memerankan karakter Pimmada, perempuan independen dan modern yang sangat menyukai sejarah

cuplikan film In the Name of Love (dok. Black Dragon/In the Name of Love)

2. Suatu hari, Pimmada secara ajaib terlempar ke masa lalu, tepatnya pada masa pemerintahan Kerajaan Ayutthaya

cuplikan film In the Name of Love (dok. Black Dragon/In the Name of Love)

3. Jiwa Pimmada terbangun di tubuh perempuan bangsawan bernama Wanthong. Menariknya, Wanthong adalah tokoh sejarah yang sangat Pimmada sukai

cuplikan film In the Name of Love (dok. Black Dragon/In the Name of Love)

4. Cerita tentang Wanthong sendiri sudah jadi cerita rakyat Thailand. Dalam cerita, perempuan ini dihukum mati karena memiliki dua suami

cuplikan film In the Name of Love (dok. Black Dragon/In the Name of Love)

5. Pimmada mengagumi Wanthong sebab keberanian Wanthong dalam melawan patriarki pada masa lalu. Pimmada percaya kalau Wanthong punya cerita masing-masing

cuplikan film In the Name of Love (dok. Black Dragon/In the Name of Love)

6. Namun, Pimmada menyadari kalau ia jadi punya hasrat serupa untuk punya dua suami setelah hidup sebagai Wanthong

cuplikan film In the Name of Love (dok. Black Dragon/In the Name of Love)

7. Karena tahu masa depan Wanthong berakhir tragis, Pimmada mencoba mengubah sejarah dengan melakukan perlawanan

cuplikan film In the Name of Love (dok. Black Dragon/In the Name of Love)

Film ini mengandung kritik sosial yang dibalut dengan banyak adegan komedi, tetapi sarat penuh makna. Melihat bagaimana masyarakat Thailand saat ini yang sudah sangat berpikiran terbuka, ternyata masih banyak yang menganut paham patriarki. In the Name of Love wajib banget, nih, masuk daftar tontonanmu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorYudha ‎

Related Article