7 Film Animasi Disney Gagal di Box Office, padahal Layak Sukses

Tujuh film animasi Disney gagal di box office meski punya kualitas cerita, visual, dan konsep yang kuat, menunjukkan bahwa kegagalan tak selalu karena filmnya buruk.
Faktor utama kegagalan meliputi waktu rilis yang kurang tepat, promosi minim, serta perubahan tren industri yang membuat beberapa film baru diapresiasi setelah bertahun-tahun.
Film seperti Treasure Planet, Atlantis: The Lost Empire, hingga Onward kini dianggap underrated dan memiliki penggemar setia berkat keunikan visual serta pesan emosionalnya.
Kalau ngomongin film animasi Disney, kebanyakan orang langsung kepikiran kesuksesan besar seperti Frozen (2013) atau The Lion King (1994). Namun di balik deretan film hits itu, ternyata ada juga beberapa karya Disney yang justru gagal di box office. Padahal kalau dilihat dari cerita, visual, sampai konsepnya, film-film ini sebenarnya punya kualitas yang nggak kalah keren.
Menariknya, kegagalan ini sering kali bukan karena filmnya jelek, tapi karena faktor lain seperti waktu rilis yang kurang tepat, promosi yang kurang maksimal, atau bahkan perubahan tren industri. Beberapa di antaranya bahkan baru diapresiasi bertahun-tahun setelah rilis dan akhirnya jadi cult favorite. Nah, berikut ini adalah 7 film animasi Disney yang sempat flop, tapi sebenarnya layak banget buat ditonton ulang!
1. Treasure Planet (2002)

Bisa dibilang, ini adalah salah satu film Disney paling underrated sepanjang masa. Treasure Planet dibuat dengan budget besar, sekitar 140 juta dolar AS atau senilai Rp2,2 triliun, tapi hanya menghasilkan 109 juta dolar AS (sekitar Rp1,7 triliun). Kerugian ini menjadikannya salah satu flop paling terkenal dalam sejarah Disney.
Padahal film ini punya konsep yang keren banget karena menggabungkan cerita klasik Treasure Island dengan dunia sci-fi luar angkasa. Visualnya inovatif, terutama perpaduan animasi 2D dan 3D. Karakter dan emosinya juga kuat. Nggak heran kalau sekarang film ini punya fanbase setia yang terus bertambah.
2. Fantasia 2000 (2000)

Sebagai sekuel dari Fantasia, ekspektasi terhadap Fantasia 2000 tentu sangat tinggi. Film ini dibuat dengan budget sekitar 85 juta dolar AS atau sebesar Rp1,3 triliun, tapi hanya menghasilkan sekitar 90 juta dolar AS (sekitar Rp1,4 triliun). Secara teknis tidak rugi besar, tapi tetap dianggap mengecewakan.
Padahal dari sisi artistik, film ini luar biasa. Kombinasi animasi dengan musik klasik terasa sangat elegan. Setiap segmen punya gaya visual yang berbeda dan unik. Sayangnya, konsepnya yang eksperimental membuat film ini kurang ramah untuk penonton umum.
3. Atlantis: The Lost Empire (2001)

Atlantis: The Lost Empire adalah salah satu eksperimen terbesar Disney di genre sci-fi. Film ini meraup sekitar 186 juta dolar AS (sekitar Rp2,9 triliun) dari budget 120 juta atau setara Rp1,9 triliun. Sekilas terlihat sukses, tapi setelah biaya tambahan, film ini tetap dianggap kurang menguntungkan.
Yang bikin film ini spesial adalah gaya visualnya yang beda dari animasi Disney lain. Desainnya lebih tajam dan terinspirasi dari ilustrasi komik. Dunia Atlantis yang dibangun juga terasa luas dan detail. Sampai sekarang, banyak fans yang menganggap film ini sebagai salah satu karya Disney yang paling underrated.
4. Meet the Robinsons (2007)

Film ini dikenal sebagai salah satu animasi awal CGI Disney sebelum mereka benar-benar menemukan formula sukses. Meet the Robinsons menghasilkan sekitar 170 juta dolar AS (sekitar Rp2,6 triliun) dari budget 150 juta dolar AS (sekitar Rp2,3 triliun), yang berarti keuntungannya sangat tipis setelah biaya lain dihitung.
Meski begitu, film ini punya pesan yang kuat tentang keluarga dan masa depan. Ceritanya memang terasa unik dan sedikit aneh, tapi justru di situlah daya tariknya. Banyak momen emosional yang bikin penonton terhubung dengan karakter utamanya. Film ini juga punya pesan positif yakni terus maju dan jangan menyerah.
5. The Black Cauldron (1985)

Film ini sering disebut sebagai salah satu kegagalan terbesar Disney di era 80-an. The Black Cauldron hanya meraup sekitar 21 juta dolar AS (sekitar Rp330 miliar) dari budget 44 juta dolar AS (sekitar Rp680 miliar). Di masa itu, angka tersebut cukup bikin studio goyah karena Disney memang sedang dalam kondisi sulit.
Walaupun gagal, film ini punya pendekatan yang berbeda dari film Disney kebanyakan. Ceritanya lebih gelap dan serius, bahkan mendekati genre dark fantasy. Visualnya juga cukup ambisius untuk zamannya. Justru karena perbedaan itulah, film ini sekarang dianggap sebagai salah satu eksperimen Disney yang berani.
6. Onward (2020)

Biasanya film dari Pixar Animation Studios hampir selalu sukses besar. Namun Onward jadi pengecualian yang cukup menyakitkan. Film ini hanya menghasilkan sekitar 141 juta dolar AS (sekitar Rp2,2 triliun) dari budget 200 juta dolar AS (sekitar Rp3,1 triliun), sebagian besar karena rilisnya bertepatan dengan awal pandemi COVID-19.
Meski gagal secara komersial, Onward punya cerita yang hangat banget, terutama soal hubungan kakak-adik. Emosi yang ditawarkan terasa tulus dan relatable. Dunia fantasi modern yang dihadirkan juga unik dan beda dari film Pixar lainnya. Banyak penonton yang justru menemukan kehangatan tersembunyi dari film ini setelah menontonnya di rumah.
7. Home on the Range (2004)

Film ini jadi salah satu titik balik besar bagi Walt Disney Animation Studios karena kegagalannya ikut mendorong Disney beralih dari animasi 2D ke 3D. Home on the Range hanya meraup sekitar 145 juta dolar AS (sekitar Rp2,3 triliun) dari budget 110 juta dolar AS (sekitar Rp1,7 triliun). Secara angka memang terlihat untung, tapi setelah biaya promosi dan distribusi dihitung, film ini dianggap kurang berhasil.
Padahal, kalau dilihat dari sisi hiburan, film animasi ini punya komedi yang ringan dan menyenangkan. Gaya animasi gambarnya juga khas Disney klasik yang sekarang justru terasa nostalgic. Ceritanya sederhana, tapi tetap seru diikuti. Sayangnya, di masa itu, penonton mulai beralih ke animasi CGI, jadi film ini seperti datang di waktu yang salah.















![[QUIZ] Pilih Lagu Upin Ipin, Ini Cara Kamu Temukan Kebahagiaan Batin](https://image.idntimes.com/post/20260507/upload_1bb5fdce65746eac586c7ab39eca9959_3afa6115-065c-4eb1-bbc4-372bb0a3516c.png)



