Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
6 Film Barat yang Akan Mengubah Perspektif Cewek Single
The Worst Person in the World (dok. Oslo pictures/The Worst Person in the World)
  • Enam film Barat menantang anggapan bahwa perempuan single harus segera memiliki pasangan untuk meraih kebahagiaan dan kehidupan yang utuh.
  • Tokoh-tokohnya menghadapi putus cinta, perceraian, atau kebingungan hidup dengan mengejar pendidikan, karier, perjalanan, serta membangun persahabatan.
  • Cerita-cerita ini menyoroti masa single sebagai ruang mengenal diri, menentukan pilihan hidup, dan menemukan makna tanpa bergantung pada hubungan romantis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Menjadi perempuan single masih dianggap sebagai sebuah fase yang harus segera diakhiri. Banyak perempuan tumbuh dengan anggapan bahwa kebahagiaan akan terasa lengkap ketika memiliki pasangan, menikah, atau membangun keluarga bersama seseorang. Padahal, kehidupan seorang perempuan tidak seharusnya diukur berdasarkan status hubungannya dengan orang lain.

Sejumlah film Barat menghadirkan perspektif berbeda tentang cewek yang tidak berada dalam hubungan romantis. Ceritanya menunjukkan bahwa menjadi single bisa menjadi kesempatan untuk mengenal diri sendiri, mengejar impian, membangun persahabatan, hingga menentukan seperti apa kehidupan yang benar-benar diinginkan.

Nah, berikut enam rekomendasi film Barat yang bisa mengubah perspektif perempuan single tentang arti kebahagiaan dan kehidupan mereka sendiri. Bisa kamu tonton di akhir pekan, nih!

1. Legally Blonde (2001)

Legally Blonde (dok. MGM/Legally Blonde)

Legally Blonde mengikuti Elle Woods (Reese Witherspoon), seorang perempuan yang awalnya merasa sangat yakin bahwa kekasihnya, Warner Huntington III (Matthew Davis), adalah masa depannya. Ketika Warner memutuskan hubungan karena menganggap Elle tidak cukup serius untuk mendukung ambisi politiknya, Elle justru mengambil keputusan yang tidak terduga dengan mendaftar ke Harvard Law School. Dari sinilah kehidupannya perlahan berubah.

Perjalanan Elle menunjukkan bahwa kehilangan pasangan tidak selalu berarti kehilangan arah dalam hidup. Justru ketika hubungannya berakhir, ia menemukan kemampuan, ambisi, dan kepercayaan diri yang selama ini mungkin belum ia sadari sepenuhnya. Film ini memberikan pesan bahwa seseorang tidak harus mengubah dirinya agar dianggap pantas dicintai karena terkadang perpisahan justru membuka jalan menuju versi diri yang jauh lebih kuat.

2. Under the Tuscan Sun (2003)

Under the Tuscan Sun (dok. Timnick Films/Under the Tuscans Sun)

Under the Tuscan Sun bercerita tentang Frances Mayes (Diane Lane), seorang penulis yang kehidupannya berubah drastis setelah mengalami perceraian. Dalam kondisi emosional yang sulit, Frances melakukan perjalanan ke Tuscany, Italia. Ia juga secara spontan membeli sebuah vila tua yang kemudian menjadi bagian penting dari kehidupannya. Keputusan tersebut membawanya jauh dari kehidupan lama yang selama ini ia kenal.

Di tempat baru tersebut, Frances mulai membangun kehidupan dari awal, seperti memperbaiki rumah, menjalin persahabatan, dan menemukan kembali kebahagiaan dalam hal-hal sederhana. Film ini memberikan perspektif bahwa kehidupan setelah hubungan berakhir tidak harus terasa seperti kekosongan yang perlu segera diisi dengan pasangan baru. Terkadang, seseorang justru membutuhkan ruang untuk menikmati kehidupannya sendiri sebelum menentukan siapa atau apa yang ingin menjadi bagian dari masa depannya.

3. Eat, Pray, Love (2010)

Eat, Pray, Love (dok. Columbia Pictures/Eat Pray Love)

Eat, Pray, Love mengikuti Liz Gilbert (Julia Roberts), perempuan yang merasa kehidupannya tidak lagi sesuai dengan apa yang sebenarnya ia inginkan. Setelah perceraian dan berbagai pergulatan pribadi, Liz memutuskan untuk meninggalkan rutinitas lamanya dan melakukan perjalanan ke Italia, India, dan Bali. Perjalanan tersebut menjadi kesempatan baginya untuk memahami kembali siapa dirinya dan apa yang membuat hidup terasa bermakna.

Menariknya, perjalanan Liz tak hanya berfokus pada pencarian cinta. Ia belajar menikmati hidup melalui makanan di Italia, menemukan sisi spiritual dirinya di India, dan kemudian menemukan keseimbangan di Bali. Film ini mengajarkan bahwa kebahagiaan tidak harus datang dari seseorang yang mencintai kita, karena hubungan yang paling penting juga merupakan hubungan dengan diri sendiri. Pesan tersebut membuat Eat, Pray, Love tetap relevan bagi perempuan yang sedang belajar menikmati kehidupannya.

4. How to Be Single (2016)

How to Be Single (dok. Wrigley Pictures/How to Be Single)

Selanjutnya, ada How to Be Single yang mengikuti Alice (Dakota Johnson), perempuan muda yang memutuskan untuk mengambil jeda dari hubungannya dengan Josh (Nicholas Braun). Hal ini karena Alice ingin mengetahui seperti apa kehidupannya jika tidak selalu berada dalam sebuah hubungan.

Setelah pindah ke New York, Alice bertemu dengan teman baru yang memiliki cara pandang berbeda terhadap kehidupan single. Pertemuan dengan orang baru membuat Alice menyadari bahwa menjadi single bukan sekadar status hubungan, tapi perjalanan untuk mengenal diri sendiri.

Film ini menarik karena memperlihatkan bahwa tidak ada satu cara yang benar untuk menjalani kehidupan sebagai cewek single. Ada yang menikmati kebebasan, ada yang masih mencari pasangan, ada yang fokus pada karier, dan ada pula yang baru menyadari bahwa kebahagiaan tidak selalu harus ditemukan melalui hubungan romantis. Lewat berbagai karakter tersebut, How to Be Single mengajak penonton untuk menikmati kehidupan sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

5. Someone Great (2019)

Someone Great (dok. Netflix/Someone Great)

Someone Great menghadirkan perspektif yang lebih modern tentang kehidupan perempuan setelah hubungan romantis berakhir. Film ini mengikuti Jenny (Gina Rodriguez), jurnalis musik yang baru saja mengalami perpisahan setelah menjalani hubungan selama bertahun-tahun. Sebelum pindah ke kota lain demi pekerjaan barunya, Jenny menghabiskan satu hari penuh bersama sahabatnya, Blair (Brittany Snow) dan Erin (DeWanda Wise).

Alih-alih menjadikan perpisahan sebagai akhir dari kehidupannya, Jenny perlahan menyadari bahwa dirinya masih memiliki banyak hal untuk dirayakan. Persahabatan, karier, pengalaman baru, dan kesempatan untuk mengenal dirinya sendiri menjadi bagian dari proses tersebut. Film ini menunjukkan bahwa menjadi single setelah hubungan panjang memang bisa menyakitkan, tetapi kesendirian juga dapat menjadi ruang untuk membangun kembali kehidupan berdasarkan apa yang benar-benar kita inginkan.

6. The Worst Person in the World (2021)

The Worst Person in the World (dok. Oslo pictures/The Worst Person in the World)

The Worst Person in the World menceritakan Julie (Renate Reinsve), seorang perempuan yang memasuki usia 30-an sambil terus mempertanyakan berbagai keputusan dalam hidupnya. Ia mengalami kebingungan soal karier, hubungan, masa depan, dan identitas dirinya sendiri. Alih-alih memiliki kehidupan yang sudah tertata, Julie justru merasa masih mencari tahu siapa dirinya dan apa yang sebenarnya ia inginkan.

Film ini memberikan perspektif yang cukup jujur bahwa menjadi single atau berada dalam sebuah hubungan tidak otomatis menyelesaikan kebingungan hidup. Julie tetap harus berhadapan dengan dirinya sendiri, termasuk keinginan untuk mencoba berbagai kemungkinan dan konsekuensi dari pilihan yang ia ambil.

Cerita Julie menjadi pengingat bahwa menjadi perempuan dewasa berarti memiliki kebebasan untuk mempertanyakan kembali kehidupan, bahkan ketika orang lain menganggap kita seharusnya sudah mengetahui semua jawabannya.

Menjadi perempuan single tak berarti hidup sedang berada dalam masa tunggu sebelum seseorang datang untuk melengkapinya. Film-film di atas justru menunjukkan bahwa kehidupan bisa dipenuhi oleh banyak hal lain, mulai dari impian, karier, perjalanan, persahabatan, pengalaman baru, hingga hubungan yang paling penting dengan diri sendiri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article