Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Rekomendasi Film Horor Slasher Buatan Sutradara Perempuan

5 Rekomendasi Film Horor Slasher Buatan Sutradara Perempuan
Teenage Sex and Death at Camp Miasma (dok. MUBI/Teenage Sex and Death at Camp Miasma)
  • Lima film horor karya sutradara perempuan direkomendasikan karena memadukan elemen slasher, satire, dan kritik sosial yang lebih tajam.
  • Teenage Sex and Death at Camp Miasma, Jennifer’s Body, dan Prevenge mengangkat pencarian diri, relasi remaja, serta duka yang berubah menjadi aksi balas dendam.
  • The Love Witch dan Raw menyoroti ekspektasi patriarki dalam hubungan romantis, penerimaan diri, serta eksplorasi pengalaman baru melalui horor nonkonvensional.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Horor slasher adalah subgenre film yang cukup populer. Saking terkenalnya, banyak yang meremehkan subgenre ini, bahkan menjadikannya gurauan atau pesakitan saking klisenya cerita-cerita yang diangkat. Namun, gak ada salahnya memberi horor slasher satu kesempatan lagi.

Lewat beberapa sutradara perempuan berikut, horor slasher dikemas lebih menarik dan dalam. Ada kritik sosial tajam di dalamnya yang bikin pengalaman nontonmu tak akan sama lagi. Penasaran? Berikut lima rekomendasi film horor slasher terbaik yang pernah dirilis sutradara perempuan.

  1. 1. Teenage Sex and Death at Camp Miasma (2026)

    Teenage Sex and Death at Camp Miasma
    Teenage Sex and Death at Camp Miasma (dok. MUBI/Teenage Sex and Death at Camp Miasma)

    Sudah kenal dengan Jane Schoenbrun? Ia adalah sosok di balik film horor-psikologi We’re All Going to the World’s Fair (2021) dan I Saw the TV Glow (2024). Keluar dari zona nyamannya, Schoenbrun mencoba peruntungan pada 2026 dengan merilis sebuah film horor bertajuk Teenage Sex and Death at Camp Miasma. Film ini berkutat pada Kris, sineas yang berniat membuat sekuel film indie favoritnya semasa kecil. Guna keperluan itu, Kris menemui para aktor yang pernah terlibat. Salah satunya aktris bernama Billy yang sudah pensiun dari industri itu dan kini tinggal di sebuah kabin seorang diri. Namun, pertemuan ini justru berujung jadi penemuan diri sendiri bagi Kris.

    • Genre: horor, slasher, satire
    • Pemain: Hannah Einbinder, Gillian Anderson
    • Sutradara: Jane Schoenbrun

  2. 2. Jennifer's Body (2009)

    Jennifer's Body
    Jennifer's Body (dok. 20th Century Fox/Jennifer's Body)

    Film horor slasher buatan Karyn Kusama dan Diablo Cody ini berpusat pada pertemanan dua remaja perempuan bernama Jennifer dan Needy. Bertolak belakang dari berbagai sisi, Jennifer adalah sosok populer yang dikenal karena paras cantiknya. Needy di sisi lain adalah remaja introver yang selalu di bawah bayang-bayang Jennifer. Pada satu malam, Jennifer pulang dari pesta dalam keadaan mengerikan. Sejak itu pula, ia bukan sosok yang sama lagi. Memanfaatkan popularitas dan parasnya, ia memangsa teman-teman sekolah yang tergoda untuk menghabiskan waktu eksklusif dengannya. Apa yang sebenarnya terjadi dan bagaimana akhirnya? Film ini sempat jadi bulan-bulanan saat pertama kali rilis, tetapi menjelma jadi cult-classic pada 2020-an karena kritik sosialnya yang tajam.

    • Genre: horor, satire, revans
    • Pemain: Megan Fox, Amanda Seyfried
    • Sutradara: Karyn Kusama

  3. 3. Prevenge (2016)

    Prevenge
    Prevenge (dok. Western Edge Pictures/Prevenge)

    Diperankan dan ditulis sendiri oleh Alice Lowe, Prevenge menceritakan petualangan berdarah seorang perempuan yang harus kehilangan suaminya pada trimester akhir kehamilannya. Dihantui rasa duka mendalam, bumil ini percaya kalau ia dapat bisikan dari bayi di kandungannya untuk membalas dendam terhadap orang-orang yang bertanggung jawab atas kematian sang suami. Bukan horor revans biasa, penggunaan tokoh ibu hamil juga bisa dilihat sebagai simbolisme pengorbanan fisik dan mental seorang perempuan untuk hamil dan melahirkan.

    • Genre: horor-slasher, revans, satire
    • Pemain: Alice Lowe, Jo Hartley
    • Sutradara: Alice Lowe

  4. 4. The Love Witch (2016)

    The Love Witch
    The Love Witch (dok. Oscilloscope Laboratories/The Love Witch)

    Elaine adalah perempuan muda menawan yang ternyata mendalami ilmu sihir untuk sebuah misi yang cukup mengganggu. Dengan ramuan dan ritual yang ia lakoni, Elaine berhasil bikin beberapa pria jatuh hati kepadanya. Namun, ketika pasangannya jadi clingy dan ingin dapat dukungan emosional darinya, Elaine yang terganggu akan melenyapkan mereka. Dalam The Love Witch, Anna Biller menggunakan tokoh Elaine untuk menyindir pengaruh ideologi patriarki dalam menciptakan ekspektasi tertentu dalam hubungan romantis. Mulai dari fokus ke penampilan fisik sampai ketidakpekaan terhadap pentingnya ikatan emosional.

    • Genre: horor, satire
    • Pemain: Samantha Robinson, Laura Waddell
    • Sutradara: Anna Biller

  5. 5. Raw (2016)

    film Raw (dok. Petit Film/Raw)
    film Raw (dok. Petit Film/Raw)

    Raw juga tipe film horor-slasher yang akan memaksamu membuat kesimpulan sendiri. Film ini berorbit pada Justine, remaja 18 tahun yang akhirnya masuk kampus dan tinggal di asrama, terbebas dari kontrol orangtuanya. Masalah muncul ketika Justine yang vegetarian dipaksa memakan organ dalam binatang pada sebuah acara inisiasi mahasiswa baru. Sejak kejadian itu, Justine jadi punya adiksi makan daging yang jelas membuatnya tak nyaman. Raw bisa dimaknai akan banyak hal, mulai dari penerimaan diri sendiri, eksplorasi hal baru, dan berbagai interpretasi lain yang bisa kamu simpulkan sendiri.

    • Genre: body-horror, coming of age
    • Pemain: Garance Marillier, Ella Rumpf
    • Sutradara: Julia Ducournau

    Bukan horor slasher biasa, bukan? Tiap judul punya pesan dan sindiran yang unik dan nonkonvensional. Keunikan film horor slasher yang dibuat sutradara perempuan ini mungkin dipengaruhi oleh pengalaman berbasis gender. Bagaimana menurutmu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More