Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Film Ikonik yang Berlanjut Jadi Serial TV, Sama Bagusnya!

serial It: Welcome to Derry.
serial It: Welcome to Derry (dok. HBO Max/It: Welcome to Derry)
Intinya sih...
  • Film ikonik seperti It dan Alien berhasil berlanjut ke serial TV dengan kualitas cerita yang tetap terjaga.
  • Fargo sukses menjadi serial antologi dengan nuansa khasnya, sementara Hannibal memberikan interpretasi yang berbeda dari karakter ikonik.
  • Friday Night Lights berkembang menjadi drama kehidupan yang realistis, membuktikan bahwa film hebat bisa menjadi serial TV berkualitas tinggi.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tidak semua film hebat harus berhenti di layar lebar. Beberapa cerita justru terasa semakin kuat ketika diberi ruang lebih panjang lewat format serial TV. Dengan durasi yang lebih fleksibel, karakter bisa digali lebih dalam dan dunia ceritanya terasa lebih hidup.

Menariknya, ada sejumlah film ikonik yang awalnya diragukan saat diumumkan akan berlanjut ke serial. Namun hasil akhirnya justru mengejutkan, karena kualitas ceritanya tetap terjaga, bahkan dalam beberapa kasus terasa lebih matang dan berani. Berikut deretan film legendaris yang sukses bertransformasi menjadi serial TV berkualitas tinggi.

1. It: Welcome to Derry (2025)

serial It: Welcome to Derry.
serial It: Welcome to Derry (dok. HBO Max/It: Welcome to Derry)

Film It (2017) sukses besar di bioskop, tapi kisah kelam kota Derry ternyata jauh lebih luas daripada yang terlihat. It: Welcome to Derry membawa penonton mundur ke tahun 1960-an, memperlihatkan siklus kekerasan dan ketakutan yang sudah menghantui kota tersebut selama beberapa generasi.

Serial ini menyoroti bagaimana kehadiran Pennywise memengaruhi kehidupan warga bahkan sebelum Losers Club pernah ada. Yang membuat serial ini menonjol adalah atmosfernya yang menekan dan perlahan membangun rasa tidak nyaman.

Bill Skarsgård kembali sebagai Pennywise, namun serial ini tidak bergantung sepenuhnya pada sosok badut tersebut. Fokus pada keluarga Hanlon dan konflik sosial di masanya, termasuk isu rasial, membuat horor yang ditampilkan terasa lebih menyakitkan secara emosional.

2. Alien: Earth (2025)

serial Alien: Earth.
serial Alien: Earth (dok. Hulu/Alien: Earth)

Membawa Xenomorph ke format serial TV jelas bukan tugas mudah, tapi Alien: Earth berhasil melakukannya dengan pendekatan yang cerdas. Alih-alih mengulang teror di luar angkasa, serial ini menempatkan horor Alien langsung di Bumi. Dengan latar sebelum kejadian film pertama, ceritanya terasa lebih mengganggu karena ancaman itu kini berada di rumah manusia sendiri.

Secara visual, Alien: Earth setia pada estetika futuristik kasar khas franchise ini. Ceritanya juga lebih fokus pada keserakahan korporasi Weyland-Yutani dan eksperimen kehidupan buatan. Karakter-karakter barunya menambah lapisan moral dan ketegangan yang membuat serial ini terasa segar namun tetap setia pada akarnya.

3. Fargo (2014–sekarang)

serial Fargo.
serial Fargo (dok. Netflix/Fargo)

Awalnya banyak yang ragu ketika Fargo diumumkan akan menjadi serial TV. Film aslinya yang dirilis pada tahun 1996 lalu sudah dianggap mahakarya, jadi risikonya sangat besar. Namun serial ini memilih jalan cerdas dengan format antologi, menghadirkan cerita baru di setiap musim tanpa meniru langsung alur filmnya.

Meski ceritanya berbeda-beda, nuansa khas Fargo tetap terasa seperti humor gelap, kekerasan brutal, dan karakter-karakter biasa yang terjebak dalam situasi kriminal absurd. Deretan aktor kuat dan penulisan yang tajam membuat serial ini bukan sekadar adaptasi, melainkan perluasan dunia Fargo yang berdiri kokoh dengan identitasnya sendiri.

4. Hannibal (2013–2015)

serial Hannibal (dok. NBC/Hannibal)
serial Hannibal (dok. NBC/Hannibal)

Karakter Hannibal Lecter sudah begitu ikonik di layar lebar berkat film The Silence of the Lambs (1991), namun serial Hannibal berhasil memberikan interpretasi yang berbeda dan tak kalah memikat. Serial ini berfokus pada hubungan awal antara Will Graham dan Hannibal Lecter, jauh sebelum identitas sang dokter terbongkar sepenuhnya.

Secara visual, Hannibal terasa seperti mimpi buruk yang indah. Adegan kejahatan ditampilkan dengan komposisi artistik yang membuat penonton merasa ngeri sekaligus terpesona. Akting Mads Mikkelsen sebagai Hannibal memberikan aura dingin dan menggoda, menjadikan serial ini salah satu adaptasi paling berani dan elegan dari film ke TV.

5. Friday Night Lights (2006–2011)

serial Friday Night Lights.
serial Friday Night Lights (dok. NBC/Friday Night Lights)

Film Friday Night Lights (2004) awalnya berfokus pada dunia football sekolah menengah, namun versi serialnya berkembang menjadi drama kehidupan yang jauh lebih luas. Ceritanya mengikuti pelatih Eric Taylor dan keluarganya di kota kecil Texas yang hidup dan bernapas lewat olahraga.

Serial ini tidak hanya soal pertandingan, tapi juga tentang tekanan sosial, keluarga, dan mimpi anak-anak muda. Keunggulan serial ini terletak pada realisme emosionalnya. Isu seperti kemiskinan, rasisme, dan cedera atlet dibahas tanpa berlebihan. Hubungan Eric dan Tami Taylor bahkan sering disebut sebagai salah satu potret pernikahan paling realistis.

Dari horor hingga drama kehidupan di kota kecil, kelima judul ini membuktikan bahwa film hebat tidak selalu kehilangan kualitas saat berubah menjadi serial TV. Kalau melihat daftar ini, menurutmu film apa lagi yang pantas dihidupkan kembali dalam format serial TV?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Diana Hasna
EditorDiana Hasna
Follow Us

Latest in Hype

See More

7 Potret Tasyi Athasyia Liburan di Shanghai, Sewa Fotografer Lokal

04 Jan 2026, 22:06 WIBHype