Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Sutradara Jelaskan Ending The Bride!: Sang Pengantin dan Frank Hidup Lagi?

Sutradara Jelaskan Ending The Bride!: Sang Pengantin dan Frank Hidup Lagi?
The Bride! (dok. Warner Bros. Pictures/The Bride!)
Intinya Sih
  • Film The Bride! menampilkan akhir terbuka di mana tangan Sang Pengantin dan Frank bergerak kembali, memberi isyarat kemungkinan hidup lagi meski nasib mereka tetap misterius.
  • Mary Shelley digambarkan merasuki karakter utama, menjadikan Sang Pengantin simbol perlawanan terhadap kekerasan patriarki dan suara bagi perempuan yang dibungkam.
  • Adegan tengah kredit menunjukkan Lupino mendapat hukuman simbolis dari para perempuan, menegaskan pesan film tentang solidaritas dan penolakan terhadap kekerasan balasan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bingung dengan akhir film The Bride! (2026)? Tenang, kamu tidak sendirian. Akhir film ini memang cukup liar sampai membuat banyak penonton keluar dari bioskop dengan satu pertanyaan yang sama, "Apa yang barusan terjadi?" Disutradarai Maggie Gyllenhaal, film ini tidak menghadirkan kisah monster klasik semata, tetapi juga penuh simbolisme, metafora sosial, dan interpretasi yang terbuka.

Sebagai reinterpretasi modern dari mitologi Frankenstein, The Bride! menggabungkan kisah cinta tragis, kritik sosial, serta unsur balas dendam yang kuat. Tidak heran jika ending film ini terasa kompleks dan memicu banyak teori dari penonton. Buat kamu yang masih bingung, yuk simak penjelasan di bawah ini!

Awas, artikel ini mengandung spoiler!

1. Apakah Sang Pengantin dan Frank hidup kembali?

The Bride! 3.jpeg
The Bride! (dok. Warner Bros. Pictures/The Bride!)

Di awal film, Frankenstein (atau kini dipanggil Frank) mengunjungi Dr. Euphronious untuk menciptakan "teman" setelah hidup sendirian selama 111 tahun. Dari sanalah ia dan sang dokter menggali mayat seorang perempuan dari kuburan untuk dihidupkan kembali sebagai Sang Pengantin. Namun, kebangkitan itu justru memicu kisah "Bonnie dan Clyde" dengan akhir yang tragis.

Klimaksnya terjadi ketika polisi menembak mati Frank. Sang Pengantin kemudian membawa tubuhnya kembali ke Dr. Euphronious dan memintanya untuk menghidupkannya lagi, tetapi sang dokter mengaku tidak bisa melakukannya. Situasi berubah kacau saat polisi kembali muncul dan akhirnya menembak mati Sang Pengantin. Namun, film tidak berhenti di sana.

Setelah polisi pergi dari rumah Dr. Euphronious, Detektif Myrna Mallow melihat lampu laboratorium berkedip dan mendengar suara ledakan. Adegan terakhir memperlihatkan tangan Sang Pengantin bergerak, disusul tangan Frank, sebelum keduanya saling berpegangan.

Film memang tidak menjelaskan secara langsung apa yang terjadi setelah itu. Namun, adegan tersebut mengisyaratkan bahwa mereka kemungkinan dihidupkan kembali. Meski begitu, dengan banyaknya polisi di sekitar lokasi, masa depan mereka tetap terasa penuh ketidakpastian.

2. Apakah Sang Pengantin benar-benar dirasuki oleh Mary Shelley?

The Bride! 4.jpeg
The Bride! (dok. Warner Bros. Pictures/The Bride!)

Pertanyaan besar lainnya muncul sejak adegan pembuka film. Dalam adegan tersebut, penulis Frankenstein, Mary Shelley (Jessie Buckley), muncul dalam pencahayaan remang-remang dan berbicara langsung kepada penonton. Ia mengatakan bahwa ada banyak hal yang tidak bisa ia ungkapkan dalam novelnya maupun dalam kehidupan nyata. Namun, kini ia memiliki kesempatan untuk menyampaikan kebenarannya.

Adegan berikutnya memperlihatkan Mary Shelley seolah merasuki seorang PSK bernama Ida (Jessie Buckley), yang justru terbunuh setelah didorong dari tangga. Sepanjang film, Mary Shelley beberapa kali tampak berbicara kepada Ida, yang kemudian dipanggil Penny setelah Frank menamainya Penelope. Hal ini membuat batas antara kenyataan dan halusinasi menjadi kabur.

Namun, menjelang akhir cerita, Mary Shelley mengungkapkan kemarahannya terhadap pria berkuasa yang membunuh banyak perempuan dan dilindungi oleh sistem. Lewat adegan ini, Sang Pengantin menjadi simbol balas dendam dan suara bagi para korban yang selama ini dibungkam.

3. Apa yang terjadi pada Lupino di akhir cerita?

The Bride!.jpeg
The Bride! (dok. Warner Bros. Pictures/The Bride!)

Pesan utama film semakin terasa kuat dalam adegan tengah kredit. Di awal cerita, beberapa perempuan terlihat melukis simbol Sang Pengantin di wajah mereka sebagai bentuk perlawanan terhadap kekerasan laki-laki.

Dalam mid-credit scene, sekelompok perempuan terlihat berkumpul bersama Wiles. Kamera kemudian memperlihatkan sang gembong kejahatan, Lupino, terikat di kursi. Seorang seniman tato menggambar simbol Sang Pengantin di wajahnya, dan kemungkinan besar lidahnya juga telah dipotong. Sebuah ironi mengingat ia memiliki fetish mengoleksi lidah korbannya.

Adegan ini menandai bahwa balas dendam akhirnya terjadi. Namun, film juga menunjukkan bahwa perempuan-perempuan tersebut tidak membunuh Lupino, melainkan memberikan hukuman simbolis yang mencerminkan pesan tentang kekuasaan dan perlawanan.

4. Penjelasan ending The Bride! menurut sutradara

Akui dapat banyak feedback, beberapa tentang kekerasan seksual.jpeg
The Bride! (dok. Warner Bros. Pictures/The Bride!)

Dalam wawancaranya dengan Entertainment Weekly (6/3/2026), Maggie Gyllenhaal menjelaskan bahwa adegan akhir film memang sengaja dibuat terbuka. Menurutnya, Dr. Euphronius melakukan sesuatu yang sangat radikal di akhir cerita.

"Dia melakukan sesuatu yang ikonoklastik, radikal, melawan arus. Seharusnya dia tidak melakukannya, tetapi dia tetap melakukannya. Dan itulah yang mengakhiri film ini," jelas Gyllenhaal.

Ia juga menambahkan bahwa kebangkitan kembali Frank dan Sang Pengantin tidak serta-merta berarti akhir yang bahagia. Dalam logika cerita yang dibangun film, Sang Pengantin bahkan tidak memiliki ingatan jelas tentang masa lalunya saat pertama kali dihidupkan.

"Mungkin salah satu dari mereka memiliki ingatan, sementara yang lain tidak. Mereka bahkan mungkin tidak saling mengenal lagi. Apakah itu akhir yang bahagia? Tidak ada yang tahu," lanjutnya.

Meski begitu, Gyllenhaal tetap melihat ending film ini dari sudut pandang yang optimistis. Baginya, momen paling penting justru adalah solidaritas para perempuan dalam cerita.

"Hal yang paling menggembirakan di akhir film ini adalah Mary Shelley, Myrna, Greta, Dr. Euphronius, semua perempuan ini bersatu untuk menghidupkan kembali perempuan lain," ungkap kakak Jake Gyllenhaal ini.

Ia juga menyoroti adegan tengah kredit sebagai pesan penting bahwa siklus kekerasan tidak harus selalu dibalas dengan kekerasan yang lebih besar.

"Saya suka saat para wanita di akhir cerita bersama Lupino. Dia memang mendapatkan balasan setimpal, tetapi mereka tidak membunuhnya. Mereka hanya menato wajahnya seperti Sang Pengantin. Ini bukan kekerasan yang melanggengkan kekerasan yang lebih besar," tutup sang sutradara.

Itulah penjelasan ending The Bride! (2026). Dengan lapisan cerita tentang cinta, balas dendam, hingga solidaritas perempuan, film ini memang memberikan banyak ruang bagi penonton untuk menafsirkan maknanya sendiri. Jadi, gimana menurutmu soal akhir kisah Sang Pengantin dan Frank?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zahrotustianah
EditorZahrotustianah
Follow Us

Related Articles

See More