Lagaan (dok. Aamir Khan Productions/Lagaan)
Berlatar pada masa penjajahan Inggris pada 1893, penduduk Desa Champaner terhimpit oleh pajak tinggi di tengah musim kemarau panjang. Dipimpin oleh Bhuvan (Aamir Khan), mereka menantang penjajah Inggris dalam pertandingan kriket. Jika penduduk desa menang, pajak mereka dihapus selama tiga tahun. Jika mereka kalah, mereka harus membayarnya tiga kali lipat.
Lagaan: Once Upon a Time in India menjadi film ketiga yang sukses menyabet nominasi Oscar untuk kategori Best Foreign Language Film. Disutradarai Ashutosh Gowariker, film ini menggabungkan drama olahraga, sejarah, dan musik tradisional sekaligus. Akting dan narasi yang kuat diiringi dengan lagu-lagu ikonik menjadikan Lagaan salah satu film India terlaris pada masanya.
Di sisi lain, terdapat dua perwakilan India yang setidaknya masuk dalam shortlist. Perwakilan India tahun ini, Homebound (2025), berhasil masuk dalam shortlist Best Foreign Language Film untuk Oscar 2026. Sebuah prestasi yang membanggakan, usai film arahan sutradara Neeraj Ghaywan ini berpartisipasi di sejumlah festival bergengsi, seperti Cannes Film Festival dan Toronto International Film Festival.
Pada 2023, Chhello Show (2022) berhasil masuk dalam shortlist untuk kategori serupa. Film berbahasa Gujarat karya sutradara Pan Nalin ini merupakan sebuah penghormatan bagi keajaiban sinema yang dilihat dari sudut pandang seorang bocah di sebuah desa terpencil.
Sementara wakil-wakil India lainnya, seperti The World of Apu (1959) karya Satyajit Ray, Madhumati (1958) karya Bimal Roy, Devdas (2002) karya Sanjay Leela Bhansali, Court (2015) karya Chaitanya Tamhane, hingga Newton (2017) karya Amit V. Masurkar menjadi pilihan sempurna sebagai representasi untuk memamerkan kekayaan dan keberagaman cerita dalam industri film India.