Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

3 Film Indonesia 2026 tentang Perjuangan Perempuan, Berjiwa Kartini!

3 Film Indonesia 2026 tentang Perjuangan Perempuan, Berjiwa Kartini!
Yohanna
Intinya Sih
  • Tahun 2026 akan hadir tiga film Indonesia bertema perjuangan perempuan yang terinspirasi semangat Kartini, menyoroti kekuatan dan keteguhan hati dalam menghadapi tantangan hidup.
  • Film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa menampilkan kisah perempuan mencari keadilan di tengah penderitaan masyarakat desa, dengan dilema antara dendam dan cinta sejati.
  • Senin Harga Naik dan Yohanna menggambarkan perjuangan perempuan muda menghadapi konflik keluarga, karier, serta krisis iman dan kemanusiaan yang mengubah pandangan hidup mereka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Di Indonesia, 21 April selalu dirayakan sebagai Hari Kartini untuk mengenang jasa serta gagasan-gagasan sang pahlawan yang berhasil memperjuangkan emansipasi perempuan. Berbagai cara bisa dilakukan untuk selalu mengingat sosok Kartini, termasuk dengan membuat film bertema perjuangan perempuan.

Pada 2026, ada beberapa film Indonesia yang menggambarkan perjuangan para perempuan, lho. Berjiwa Kartini, berikut tiga film Indonesia tentang perjuangan perempuan yang tayang pada 2026.

1. Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa

Film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa
Film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa

Meski memiliki elemen horor, Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa sebenarnya secara garis besar menceritakan tentang perjuangan seorang perempuan yang mencari keadilan. Film ini berpusat pada kisah Suzzanna (Luna Maya) yang merasa kesal dengan Bisman (Clift Sangra), penguasa desa yang sewenang-wenang dan telah menyebabkan ayahnya meninggal dunia. Tak hanya itu, tindakan Bisman juga membuat masyarakat desa hidup dalam penderitaan.

Didorong rasa sakit hati dan keinginan menuntut keadilan, Suzzanna memutuskan menggunakan kekuatan ilmu santet untuk membalas perlakuan tersebut. Di tengah upaya balas dendamnya, Suzzanna jatuh cinta pada Pramuja (Reza Rahadian), seorang pria taat agama yang tidak mengetahui rahasianya. Pada akhirnya, Suzzanna dihadapkan pada pilihan besar dalam hidupnya, antara meneruskan dendam dan mempertaruhkan segalanya demi cinta yang ia temukan.

2. Senin Harga Naik

Senin Harga Naik
Senin Harga Naik

Senin Harga Naik bercerita tentang Mutia Soejono (Nadya Arina), seorang sales marketing perumahan yang terlibat konflik besar dengan ibunya, Retno (Meriam Belina). Perselisihan terjadi karena sang ibu menganggap pekerjaan Mutia tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya di bidang farmasi. Merasa tidak dihargai, Mutia memilih meninggalkan rumah dan hidup mandiri. Ia bertekad membuktikan bahwa dirinya mampu sukses di jalur yang telah ia pilih.

Waktu pun berlalu hingga 3 tahun, di mana Mutia mendapatkan kesempatan besar untuk promosi menjadi general manager. Namun, ada satu syarat yang harus dipenuhi, ia harus membebaskan lahan yang ternyata merupakan rumah sekaligus toko kue milik ibunya sendiri. Situasi ini pun membuat Mutia berada dalam dilema besar antara karier dan hubungan keluarga yang telah lama renggang. Mutia pun dihadapkan pada keputusan sulit untuk karier atau keluarga.

3. Yohanna

Yohanna
Yohanna

Yohanna mengisahkan tentang Yohanna (Laura Basuki), seorang biarawati muda, yang berangkat ke Sumba dengan misi kemanusiaan. Ia membawa bantuan menggunakan sebuah truk. Namun, perjalanan yang semula penuh niat baik berubah menjadi krisis ketika truk tersebut dicuri. Ia pun turun langsung ke lapangan untuk mencari bantuan yang hilang.

Dalam prosesnya, Yohanna dihadapkan pada berbagai kondisi yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Mulai dari keterbatasan hingga realitas sosial yang keras. Ia bertemu dengan anak-anak yang harus berjuang bertahan hidup di lingkungan berbahaya.

Pada akhirnya, pencarian truk berubah menjadi perjalanan batin yang mendalam. Yohanna tidak hanya menghadapi masalah eksternal, tetapi juga krisis iman dan identitas sebagai seorang biarawati. Melalui interaksi dengan mereka yang tertindas, ia mulai menemukan pemahaman baru tentang arti iman, pengorbanan, dan kemanusiaan. Perjalanan ini menjadi titik balik dalam hidupnya sekaligus membentuk cara pandangnya terhadap dunia.

Meski banyak melalui berbagai tantangan dalam hidup, para perempuan di deretan film di atas tetap berjuang untuk melakukan yang terbaik. Dari sederet film di atas, mana yang sudah kamu tonton, nih?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Naufal Al Rahman
EditorNaufal Al Rahman
Follow Us

Latest in Hype

See More