Tak semua keluarga itu sempurna. Bahkan yang tampak baik-baik saja bisa jadi tetap punya rahasia dan sisi gelap masing-masing. Gak heran, trope keluarga disfungsional masih punya daya tarik besar di ranah perfilman. Rasanya semua orang bisa merasa terwakili, meski kasusnya tidak harus persis sama.
Lebih menarik lagi ketika film itu ginosentris alias berpusat pada perempuan. Perspektif yang dihadirkan bisa berbeda dari biasanya dan kedalaman ceritanya benar-benar luas. Seperti yang dilakukan kelima film tentang keluarga disfungsional berikut. Langsung bahas satu per satu.
