Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
3 Film Keluarga yang Dibintangi Ardit Erwandha, Ada Tunggu Aku Sukses Nanti!
Film drama keluarga Ardit Erwanda (dok. Rapi Films / Tunggu Aku Sukses Nanti | instagram.com/arditerwandha)
  • Ardit Erwandha tampil sebagai pemeran utama dalam film keluarga terbaru berjudul Tunggu Aku Sukses Nanti yang dijadwalkan rilis pada libur Lebaran 2026.
  • Aktor ini sebelumnya pernah membintangi dua film bertema keluarga, yaitu Sweet 20 (2017) dan Milly & Mamet: Ini Bukan Cinta & Rangga (2018), dengan karakter yang menghibur dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
  • Ketiga film tersebut menyoroti dinamika hubungan keluarga, perjuangan meraih mimpi, serta pesan emosional yang dikemas ringan melalui sentuhan komedi khas Ardit Erwandha.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Salah satu judul film yang akan ikut meramaikan libur lebaran tahun 2026 adalah Tunggu Aku Sukses Nanti. Sebuah film bertema tentang keluarga, yang sangat related dengan kehidupan banyak orang di Indonesia, khususnya bagi kalian yang sedang mencari kerja.

Film Tunggu Aku Sukses Nanti, menggandeng nama besar Ardit Erwandha, sebagai permeran utama. Film ini menjadi debut Ardit sebagai pemeran utama, yang tentunya sangat ditunggu-tunggu. Terdapat 3 judul film bertema keluarga yang sempat dibintangi Ardit Erwandha, mari kita ulas bersama-sama.

1. Sweet 20 (2017)

Sweet 20 (dok. Starvision Plus / Sweet 20)

Sweet 20, merupakan film pertama yang akan kita bahas. Film ini menjadi adaptasi dari film berjudul sama, dari Korea Selatan. Di sini, Ardit memerankan karakter Edwan, salah satu anggota band lokal, yang sedang mencari label musik ternama.

Sweet 20 menceritakan tentang kejadian aneh yang dialami seorang wanita paruh baya bernama Fatmawati (Niniek L Karim), yang tiba-tiba berubah lebih muda, berusia 20 tahun. Kesempatan ini, dia jadikan untuk memperbaiki hubungannya dengan keluarga, membantu mewujudkan mimpi sang cucu, hingga mimpi mudanya.

Sebelumnya, Fatmawati sendiri memiliki hubungan yang kurang baik dengan sang menantu hingga cucu. Hal ini disebabkan, karena dia terlalu ikut campur urusan rumah tangga sang anak, hingga terlalu mengatur-atur kehidupan anggota keluarga lainnya.

2. Milly & Mamet: Ini Bukan Cinta & Rangga (2018)

Milly and Mamet (dok. Miles Films / Milly and Mamet)

Berlanjut dengan Milly & Mamet: Ini Bukan Cinta & Rangga, film yang menjadi sempalan dari Ada Apa dengan Cinta (2002). Di film yang berhasil tembus box office ini, Ardit berperan sebagai salah satu karyawan di restoran. Aktingnya sangat menghibur dan totalitas.

Milly & Mamet: Ini Bukan Cinta & Rangga, menceritakan tentang kisah cinta antara Milly dan Mamet, yang penuh dengan tawa, canda dan tentunya masalah keluarga. Mamet yang memiliki mimpi untuk memiliki restoran, rupanya mendapat respon buruk dari mertua.

Pasalnya mertua dari Mamet, berharap agar dia bisa melanjutkan usaha keluarga, yang bergerak di bidang konveksi. Namun bagi Mamet, berada di bawah bayang-bayang mertua, menjadi tekanan tersendiri. Tentunya, hal ini menimbulkan masalah dalam keluarga Milly dan Mamet.

3. Tunggu Aku Sukses Nanti (2026)

Tunggu Aku Sukses Nanti (dok. Rapi Films / Tunggu Aku Sukses Nanti)

Siap-siap dibuat emosi dan tersentuh, selanjutnya Tunggu Aku Sukses Nanti. Film ini menceritakan tentang Arga (Ardit Erwandha), yang sedang berjuang meraih kesuksesan. Hal ini terjadi, karena Arga sering diremehkan, hingga dibanding-bandingkan saat kumpul keluarga.

Arga yang berjuang sendirian, harus keluar masuk banyak perusahaan, demi mendapatkan pekerjaan. Hal ini berbanding terbalik dengan saudara-saudaranya, yang jelas telah memiliki karir lebih cemerlang, dengan gaji yang sangat fantastis.

Melalui karakter Arga, penonton akan dibawa menyelami tentang susahnya mencari pekerjaan di Indonesia, hingga sulitnya mendapatkan pengakuan, jika berasal dari keluarga miskin. Dijamin, kalian akan meneteskan air mata saat menontonnya.

Ketiga film di atas, memang menghadirkan konflik yang cukup sering ditemui di lingkungan kita. Namun meskipun begitu, semua film tersebut memiliki gaya penceritaan bagus, yang digabungkan dengan genre komedi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team